Nenek 97 Tahun di Brasil Pulih dari Infeksi Corona COVID-19

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 13 Apr 2020, 11:29 WIB
Diperbarui 13 Apr 2020, 11:29 WIB
Ilustrasi lansia (iStock)

Liputan6.com, Brasilia - Gina Dal Colleto sempat dirawat di rumah sakit pada 1 April lalu dengan gejala Virus Corona COVID-19.

Banyak yang mengira jika ia tak akan berhasil. Namun nenek berusia 97 tahun ini bisa sembuh dan dinyatakan negatif dari virus mematikan tersebut, demikian dikutip dari laman Channel News Asia, Senin (13/4/2020).

Pada Minggu, 12 April 2020, Dal Colleto didorong dengan kursi roda keluar dari rumah sakit Vila Nova Star di Sao Paulo.

Banyak orang bertepuk tangan setelah melihat Dal Colleto sembuh, termasuk para perawat dan dokter yang selama ini bersamanya.

Pemulihannya yang tak terduga adalah secercah harapan di Brasil, di mana Virus Corona baru telah meletakkan sistem kesehatan publik menjadi hal baik di negara tersebut.

Sebab, beberapa waktu belakangan negara tersebut dihadapkan dengan permasalahan politik dan masalah ekonomi.

"Bahkan dengan hampir seabad kehidupan, Gina memiliki rutinitas yang sangat aktif dan menikmati waktunya untuk berjalan, berbelanja, dan memasak," kata orang terdekatnya.

Selama dirawat di rumah sakit, Dal Colleto memakai tambahan saluran oksigen sebagai alat bantu napas. Ia juga harus menjalani perawatan intensif saat itu.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Lebih dari 20 Ribu Kasus Dikonfirmasi

Stadion Maracana Brasil Jadi Rumah Sakit Darurat Corona
Pekerja memulai pembangunan rumah sakit darurat bagi pasien terinfeksi Covid-19 di kompleks stadion Maracana, Rio de Janeiro, Kamis (2/4/2020). Sebagian kompleks stadion paling terkenal di Brasil itu diubah menjadi rumah sakit lapangan selama pandemi Covid-19. (MAURO PIMENTEL/AFP)

Pada Sabtu, Kementerian Kesehatan Brasil mengatakan 1.124 orang telah meninggal akibat wabah itu, dengan 20.727 kasus yang dikonfirmasi.

Presiden Brasil Jair Bolsonaro, seorang mantan kapten tentara sayap kanan, sempat meremehkan langkah-langkah yang mengajak orang untuk menjauh dari aktivitas sosial yang diberlakukan oleh gubernur negara bagian dan bahkan pejabat kesehatannya sendiri.

Dia ingin melihat ekonomi tetap berjalan dengan alasan penghentian yang lama menimbulkan risiko yang lebih besar daripada Virus Corona.

3 dari 3 halaman

Simak video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓