Menteri Malaysia Bantu 142 Keluarga Asal RI Terdampak Pandemi Corona COVID-19

Oleh Tanti Yulianingsih pada 09 Apr 2020, 11:26 WIB
Diperbarui 09 Apr 2020, 11:26 WIB
Menteri Urusan Agama Malaysia Dr. Zulkifli Mohamad al-Bakri memberikan bantuan untuk 142 keluarga dari Indonesia di Negeri Jiran. (Facebook/Dr. Zulkifli Mohamad al-Bakri)
Perbesar
Menteri Urusan Agama Malaysia Dr. Zulkifli Mohamad al-Bakri memberikan bantuan untuk 142 keluarga dari Indonesia di Negeri Jiran. (Facebook/Dr. Zulkifli Mohamad al-Bakri)

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Menteri di Jabatan Perdana Menteri Malaysia urusan Agama, Datuk Dr. Zulkifli Mohamad al-Bakri turut serta memberikan bantuan, terhadap sejumlah keluarga asal Indonesia yang terdampak pandemi Virus Corona COVID-19.

"Di tengah hiruk pikuk pembangunan di hutan batu, ada sesuatu yang membuat kami insaf. Hati kecil ini sudah terusik sejak mulai menginjakkan kaki di sini," ujar Dr. Zulkifli Mohamad al-Bakri seperti tertuang dalam akun Facebook miliknya yang dikutip Kamis (9/4/2020).

Dr. Zulkifli Mohamad al-Bakri mengatakan, di sana ada 142 keluarga dari Indonesia tinggal. Sebagian besar bekerja sebagai buruh kasar. Sumber pendapatan mereka terpotong sejak awal perintah Perintah Kawalan Pergerakan akibat pandemi Virus Corona COVID-19.

"Saya berharap dengan bantuan barang-barang pokok sebesar 8.000 ringgit Malaysia dan makanan siap saji yang disumbangkan, dapat meringankan sebagian dari beban mereka. Kita harus sama kuatnya dengan pak! Doa, doa, dan munajat harus berlanjut."

Menurut data dari World o Meter, per hari ini kasus Virus Corona COVID-19 di Malaysia menyentuh 4.119 dengan 174 kematian. Sementara 633 di antaranya dilaporkan sembuh.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Kemlu Beri Bantuan 3.143 Paket Logistik untuk WNI Terjebak Lockdown Malaysia

Ilustrasi bendera Indonesia
Perbesar
Ilustrasi bendera Indonesia (Sumber: Pixabay)

Otoritas di Malaysia telah memperpanjang masa penutupan akses atau lockdown yang disebut movement control order (MCO) atau Perintah Kawalan Pergerakan hingga 14 April. Kebijakan ini tentu berdampak bagi seluruh penduduk Malaysia, termasuk WNI yang mayoritas adalah pekerja migran.

Menurut Direktur Perlindungan WNI dan BHI Judha Nugraha Kemlu RI dan perwakilan Indonesia yang ada di enam perwakilan di Malaysia, dampak MCO paling besar dirasakan bagi WNI yang bekerja sebagai buruh harian lepas.

Sedangkan mayoritas pekerja migran Indonesia yang memiliki majikan tetap masih dalam kondisi yang relatif baik.

"Merespons kondisi tersebut, seluruh perwakilan Indonesia yang ada di Malaysia telah aktif memberikan bantuan logistik kepada kelompok yang paling rentan dari pekerja migran Indonesia," ujar Judha.

"Hingga hari ini tercatat perwakilan Indonesia di Malaysia telah menyalurkan sebanyak 3.143 paket bantuan logistik dan telah menyiapkan hampir 3.000 paket tambahan."

Terkait dengan kepulangan WNI dari Malaysia, Judha Nughraha juga menyampaikan sejak 18 hingga 31 Maret, tercatat terdapat 34.696 yang kembali pulang dari Malaysia ke Indonesia.

"Data yang kami catat adalah yang pulang dari Semenanjung Malaysia. Mayoritas yang pulang adalah WNI pemegang fasilitas bebas visa 30 hari, jadi bukan pekerja migran kita yang menetap di Malaysia, yang memiliki izin tinggal tetap dan izin kerja tetap di Malaysia," jelas Judha.

"Jadi, lebih banyak yang pulang adalah WNI yang mendapatkan fasilitas bebas visa 30 hari," tambahnya.

 

Lanjutkan Membaca ↓