Paspor Jepang Masih Jadi yang Tersakti di Dunia Meski Pandemi Corona COVID-19

Oleh Tanti Yulianingsih pada 08 Apr 2020, 11:18 WIB
Diperbarui 08 Apr 2020, 11:18 WIB
Paspor
Perbesar
Ilustrasi Foto Paspor (iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta - Hanya beberapa bulan yang lalu, dunia menikmati kebebasan bergerak yang lebih besar daripada kapan pun dalam sejarah. Lalu lintas udara pun telah meningkat dengan stabil selama beberapa dekade.

Indeks Paspor Henley, yang mengukur paspor paling sakti di dunia, mengumumkan pada Januari 2020 bahwa paspor Jepang telah mencapai posisi puncak dengan warganya dapat mengunjungi 191 destinasi yang memecahkan rekor tanpa memerlukan visa terlebih dahulu.

Sementara itu, di seluruh dunia, banyak warga negara menikmati akses bebas visa atau on-arrival visa ke rata-rata 107 tujuan, hampir dua kali lipat dari sekitar 58 tujuan yang terbuka untuk pelancong ketika indeks dimulai pada 2006.

Tetapi saat ini, dengan 93% dari populasi dunia yang tinggal di negara-negara dengan larangan perjalanan akibat pandemi Virus Corona COVID-19, terjadi perubahan.

Setelah kehilangan kebebasan bergerak yang dulu kita anggap remeh, apa dampak jangka panjang dan pendeknya bagi kekuatan paspor pada tahun 2020 dan seterusnya? CNN Travel berbicara secara eksklusif dengan Christian Kälin, pencipta Henley Passport Index, yang juga dikenal sebagai "The Passport King".

Asia Memimpin

"Ini ukuran yang sangat sederhana," kata Kälin yang didasarkan pada data yang disediakan oleh Otoritas Transportasi Udara Internasional (International Air Transport Authority/IATA) dan mencakup 199 paspor dengan 227 tujuan perjalanan seperti dikutip dari CNN, Rabu (8/4/2020).

"Ini adalah cerminan luas dari hubungan geopolitik dan ukuran keterbukaan negara."

Jepang telah mempertahankan posisinya di puncak papan peringkat ketika kita memasuki kuartal kedua tahun 2020, Singapura di posisi kedua. Jerman dan Korea Selatan berada di urutan ketiga. Luksemburg dan Spanyol bergabung dengan Italia dan Finlandia di tempat keempat, sementara Austria naik untuk bergabung dengan Denmark di urutan kelima.

Indeks diperbarui secara real time sepanjang tahun, termasuk ketika perubahan kebijakan visa mulai berlaku. Namun, keadaan yang belum pernah terjadi sebelumnya dari wabah Virus Corona baru, dalam beberapa kasus, mengubah kekuatan paspor.

"Lihatlah Spanyol, atau negara lain yang menerapkan lockdown penuh. Sebelumnya, sebagai warga negara Spanyol, Anda memiliki salah satu paspor terbaik di dunia dalam hal perjalanan gratis," jelas Kälin. "Sekarang, jika Anda juga warga negara Bangladesh - biasanya paspor yang sangat buruk untuk perjalanan bebas visa - Anda dapat dengan bebas pergi ke bandara dan naik pesawat, jika Anda menemukannya, dan meninggalkan Spanyol."

 

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Keamanan kesehatan

Ilustrasi visa dan paspor.
Perbesar
Ilustrasi visa dan paspor. (iStockphoto)

Kalin berpandangan bahwa pandemi ini tidak akan berdampak jangka panjang pada indeks paspor, dan bahwa segala sesuatunya akan kembali sedikit atau lebih normal. Namun, "jika Anda melihat krisis saat ini, aspek kesehatan - kualitas sistem kesehatan, kualitas perawatan darurat, akses ke perlindungan kesehatan dan layanan kesehatan - tiba-tiba muncul. Itu tidak pernah menjadi pertimbangan dalam kebijakan visa sejauh ini."

"Sementara kebijakan visa biasanya dipandu oleh pertanyaan yang sebagian besar soal ekonomi dan posisi geopolitik negara," kata Kalin.

Menurutnya, menjadi hal menarik untuk melihat apakah keamanan kesehatan di masa depan akan menjadi faktor yang lebih besar ketika menyoal keringanan visa.

Kalin mengatakan perlu dicatat bahwa indeks paspor adalah alat yang efektif tetapi alat kasar dalam membandingkan pengaruh geopolitik. Amerika Serikat lebih menarik sebagai tujuan bisnis dan liburan daripada Korea Utara, misalnya, tetapi indeks ini memeringkat akses bebas visa ke masing-masing negara dengan nilai yang sama.

Bagi Kalin, Quality of Nationality Index atau Kualitas Indeks Kebangsaan, yang juga dia kembangkan, "jauh lebih canggih" dengan "metodologi rumit" yang mencakup GDP (produk domestik bruto/PDB), peningkatan kehidupan manusia, perdamaian internal dan hak-hak pemukiman.

Performa Relatif

Jepang berada di urutan 1 di Indeks Paspor dan Amerika Serikat di urutan ke-7, tetapi Indeks Kualitas Kebangsaan menempatkan mereka di posisi 26 dan 25 masing-masing.

"Jepang adalah negara yang hebat, tetapi Anda hanya bisa tinggal di Jepang," jelas Kalin. "Dengan paspor AS Anda hanya bisa benar-benar tinggal di Amerika Serikat. Anda bahkan perlu izin tinggal untuk pergi ke Kanada."

Bandingkan dengan hak pemukiman murah hati yang dinikmati oleh warga negara di Uni Eropa, atau 15 negara yang membentuk Komunitas Karibia.

Mengenai dampak Brexit untuk Inggris, "mungkin tidak akan ada banyak perubahan" pada Indeks Paspor, kata Kalin, "karena Anda masih bisa pergi berlibur ke Spanyol." Tetapi pada Indeks Kualitas Kebangsaan, Inggris mungkin akan kehilangan secara signifikan. Tiba-tiba Anda tidak bisa hanya menetap di Spanyol (jika Anda memegang paspor Inggris), Anda memerlukan izin."

Di Luar Kendali

Irlandia hanya satu tempat di atas Inggris pada Indeks Paspor, di posisi 6. Namun, 900.000 paspor Irlandia memecahkan rekor dikeluarkan pada 2019, karena kenaikan terus-menerus pada pelamar dari penduduk Inggris sejak pemungutan suara Brexit pada 2016.

Lonjakan itu dapat dikaitkan dengan keinginan kebebasan bergerak yang diberikan dengan menjadi warga negara Uni Eropa. "Dalam hal kekuatan paspor, Irlandia tetap serupa dengan Inggris, tetapi dalam hal kualitas kebangsaan, Irlandia tiba-tiba lebih baik," jelas Kalin.

Kata Kalin dalam siaran pers, "Beberapa minggu terakhir telah membuatnya menjadi jelas bahwa kebebasan bepergian bergantung pada faktor-faktor yang kadang-kadang dapat sepenuhnya di luar kendali kita."

"Karena masalah kesehatan dan keamanan publik lebih diutamakan daripada yang lain sekarang, ini adalah kesempatan untuk merefleksikan apa arti kebebasan bergerak dan kewarganegaraan bagi kita yang mungkin menganggapnya sudah semestinya di masa lalu."

3 dari 3 halaman

Daftar Lengkap Paspor Sakti Dunia

Paspor
Perbesar
Ilustrasi Foto Paspor (iStockphoto)

Berikut ini daftar paspor tersakti memasuki kuartal kedua tahun 2020:

1. Jepang (191 tujuan)

2. Singapura (190)

3. Korea Selatan, Jerman (189)

4. Italia, Finlandia, Spanyol, Luksemburg (188)

5. Denmark, Austria (187)

6. Swedia, Prancis, Irlandia, Belanda, Portugal (186)

7. Amerika Serikat, Kerajaan Inggris, Belgia, Norwegia, Swiss (185)

8. Republik Ceko, Yunani, Malta, Selandia Baru (184)

9. Kanada, Australia (183)

10. Hongaria (182)

Indeks Lainnya

Daftar Henley & Partners adalah salah satu dari beberapa indeks yang dibuat oleh perusahaan keuangan untuk memeringkat paspor global, sesuai dengan akses yang mereka berikan kepada warga negaranya.

Indeks Paspor Arton Capital mempertimbangkan paspor dari 193 negara anggota PBB dan enam wilayah - ROC Taiwan, Makau (SAR China), Hong Kong (SAR China), Kosovo, Wilayah Palestina dan Vatikan. Wilayah yang dilampirkan ke negara lain tidak termasuk.

Indeks tahun 2020 menempatkan UEA di atas dengan "skor bebas visa" dari 178, diikuti oleh Jerman, Finlandia, Luksemburg dan Spanyol dengan 171.

Lanjutkan Membaca ↓