Dokumen Rahasia Bocor, Militer AS Sudah Ingatkan Trump Ada Ancaman Corona Sejak 2017

Oleh Liputan6.com pada 03 Apr 2020, 13:30 WIB
Diperbarui 03 Apr 2020, 13:30 WIB
Kunjungan Donald Trump dengan otoritas layanan kesehatan AS terkait uji Virus Corona di Atlanta.
Perbesar
Kunjungan Donald Trump dengan otoritas layanan kesehatan AS terkait uji Virus Corona di Atlanta. (AP Photo/Alex Brandon)

Liputan6.com, Jakarta - Sejak 2017, militer Amerika Serikat sudah memperingatkan Presiden Donald Trump akan adanya kemunculan wabah penyakit baru. Dokumen rahasia milik Pentagon yang dibuat 2017 itu menjelaskan ancaman wabah virus pernapasan baru itu akan membuat kelangkaan peralatan medis akibat banyaknya pasien.

"Ancaman yang paling mungkin dan signifikan adalah penyakit pernapasan baru, terutama penyakit baru influenza," tulis dokumen pentagon 'military plan' yang diperoleh majalah mingguan The Nation seperti dikutip PressTV.com, Jumat (3/4/2020).

Dokumen yang berjudul "USNORTHCOM Branch Plan 3560: Pandemi Influenza dan Infectious Disease Response", secara khusus merujuk pada apa yang kini dikenal dengan Virus Corona COVID-19. Dalam beberapa bagian isi dokumen itu disebutkan "infeksi Virus Corona (adalah) umum di seluruh dunia."

Denis Kaufman, mantan Kepala Divisi Penyakit Menular dan Penanggulangan di Badan Intelijen Pertahanan, juga menegaskan militer AS telah mengetahui Virus Corona selama bertahun-tahun.

"Komunitas Intelijen telah memperingatkan tentang ancaman dari virus influenza yang sangat patogen (menular) selama setidaknya dua dekade. Mereka telah memperingatkan tentang Virus Corona setidaknya selama lima tahun," jelas Kaufman dalam sebuah wawancara.

"Ada pernyataan baru-baru ini bahwa pandemi Virus Corona mewakili kegagalan intelijen. Itu membiarkan orang-orang yang mengabaikan peringatan intelijen lolos," imbuh Kaufman.

 

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

103 Halaman

Hari Thanksgiving, Trump Tengok Tentara AS di Afghanistan
Perbesar
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara kepada anggota militer saat mengunjungi Pangkalan Udara Bagram, Afghanistan, Kamis (28/11/2019). Kunjungan dadakan Trump pada hari Thanksgiving tersebut mengejutkan pasukan AS yang bertugas di Afghanistan. (AP Photo/Alex Brandon)

Dalam dokumen 103 halaman itu juga memperingatkan tentang kelangkaan peralatan medis setelah penyebaran virus terjadi secara massal.

"Persaingan untuk dan kelangkaan sumber daya akan mencakup ... MCM non-farmasi [Penanggulangan Medis] (misalnya, ventilator, perangkat, peralatan pelindung pribadi seperti masker dan sarung tangan), peralatan medis, dan dukungan logistik. Ini akan memiliki dampak signifikan tentang ketersediaan tenaga kerja global," tulis dokumen itu.

Lebih dari 5.000 orang telah meninggal akibat Virus Corona COVID-19 di Amerika Serikat. Angka ini lebih banyak dari 2.977 orang yang meninggal dalam serangan 11 September 2001.

Hingga Jumat 3 April, tercatat total kasus positif COVID-19 di AS sebanyak 245.373, dengan jumlah kematian 6.095, dan pasien sembuh 10.403 orang, seperti dilansir worldometers.info/coronavirus/.

 

Reporter: Iqbal Fadil

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓