Akibat Isu Corona COVID-19, Kerusuhan Pecah di Penjara Thailand

Oleh Liputan6.com pada 30 Mar 2020, 08:48 WIB
Diperbarui 30 Mar 2020, 08:48 WIB
Ilustrasi bendera Thailand (AP/Sakchai Lalit)
Perbesar
Ilustrasi bendera Thailand (AP/Sakchai Lalit)

Liputan6.com, Bangkok - Sejumlah tahanan kabur dan sebuah fasilitas terbakar selama kerusuhan di dalam penjara di wilayah timur laut Thailand pada Minggu 29 Maret 2020. Kerusuhan dipicu oleh kabar burung tentang penyebaran Virus Corona, pejabat senior kementerian kehakiman mengatakan kepada Reuters.

Laporan-laporan berita memperlihatkan asap tebal membumbung di atas penjara di Provinsi Buriram, yang menjadi rumah penjara bagi sekitar 2.000 tahanan pria dan wanita, demikian seperti dikutip dari Antara, Senin (30/3/2020).

"Sekelompok kecil tahanan menerima hukuman penjara seumur hidup awal pekan ini sehingga mereka menyebarkan kabar burung bahwa bui itu tak aman dari virus corona," kata pejabat itu yang tak mau disebut namanya karena dia tak berwenang berbicara kepada media.

"Seratus tahanan bergabung dengan mereka melakukan kerusuhan."

Pemerintah Thailand menghentikan semua kunjungan penjara sejak 18 Maret dalam upaya menghentikan penyebaran Virus Corona di seluruh fasilitas penahanan yang kelebihan penghuni.

Pejabat polisi dikerahkan untuk mengatasi situasi, termasuk mengejar tahanan yang lari di tengah kekacauan, juru bicara deputi kepolisian Krisana Pattanacharoen mengatakan kepada Reuters.

Pembatasan pergerakan diberlakukan di beberapa provinsi di Thailand ketika jumlah kasus infeksi Virus Corona mencapai 1.388, dengan 143 kasus baru yang dilaporkan pada Minggu. Thailand juga melaporkan satu kematian baru akibat corona, mengakibatkan total kematian jadi tujuh.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Update Corona 29 Maret

Liputan 6 default 3
Perbesar
Ilustraasi foto Liputan 6

Menurut laporan Gis and Data dari Johns Hopkins University, jumlah kasus infeksi Virus Corona COVID di seluruh dunia pada Minggu 29 Maret 2020 pukul 12:51 WIB telah mencapai 664.924 kasus. Sedangkan, 140.222 telah dinyatakan sembuh.

Dari angka tersebut, tercatat pula adanya 30.848 kematian.

Menurut data terbaru, jumlah kasus infeksi terbanyak berada di Amerika Serikat dengan 124.665 kasus. Selanjutnya peringkat tertinggi diisi oleh Italia dengan 92.472 kasus dan kemudian China dengan 82.057 kasus.

Untuk angka kematian tertinggi, ditemukan di Italia dengan 10.023 kematian namun juga tercatat 12.384 pasien terinfeksi Virus Corona yang dinyatakan sembuh.

3 dari 3 halaman

Simak video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓