Raja Salman Perintahkan Riyadh, Makkah, Madinah Lockdown karena Corona COVID-19

Oleh Raden Trimutia Hatta pada 26 Mar 2020, 16:48 WIB
Diperbarui 26 Mar 2020, 16:48 WIB
Raja Salman merupakan kepala negara Arab Saudi pertama yang menjejakkan kaki di Rusia

Liputan6.com, Makkah - Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz memerintahkan untuk lockdown atau menutup akses wilayah Riyadh, Makkah, dan Madinah untuk membendung penyebaran Virus Corona COVID-19. Warga di Arab Saudi dilarang masuk atau keluar pada 3 wilayah itu mulai Kamis (26/3/2020).

Selain itu, Raja Salman juga menyetujui tindakan yang melarang penduduk di 13 wilayah Kerajaan Arab Saudi melakukan perjalanan antar-wilayah.

Dalam upaya yang lebih besar untuk menahan penyebaran Virus Corona jenis baru itu, jam malam telah diberlakukan dimulai pukul 15.00 di Riyadh, Makkah dan Madinah mulai Kamis, menurut pernyataan Menteri Dalam Negeri Arab Saudi, seperti dikutip dari Al Arabiya.

Kementerian, mengatakan jam malam masih berlaku untuk mereka yang berada di sektor publik dan swasta vital seperti keamanan, militer dan media. Mereka yang bekerja di layanan kesehatan juga dikecualikan dari jam malam.

 

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

2 Kasus Kematian

Cegah Penyebaran Corona, Warga Arab Saudi Dilarang Umrah
Umat Muslim berdoa dari sebuah hotel yang menghadap ke Kakbah di Masjid al-Haram, Makkah, Arab Saudi, Rabu (4/3/2020). Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melalui Wakil Menteri Kesehatan Abdel-Fattah Mashat melarang sementara penduduknya untuk melaksanakan ibadah umrah. (AP Photo/Amr Nabil)

Pihak kerajaan sejauh ini mengonfirmasi dua kematian terkait Virus Corona COVID-19, satu pada Selasa 24 Maret dan lainnya Rabu 25 Maret. Menurut Kementerian Kesehatan Arab Saudi, jumlah total kasus positif COVID-19 saat ini mencapai 900.

Mal dan taman di Arab Saudi telah ditutup sejak awal Maret dalam upaya untuk memperlambat penyebaran Virus Corona COVID-19. Sementara itu, restoran dan kafe dilarang menyajikan makanan dan minuman di tempat.

Kehadiran di tempat kerja juga ditangguhkan di sebagian besar lembaga pemerintah untuk jangka waktu 16 hari, kecuali untuk sektor kesehatan, keamanan, dan militer.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓