Selain Italia, Kini Kematian Akibat Corona COVID-19 di Spanyol Juga Lampaui China

Oleh Benedikta Miranti Tri Verdiana pada 26 Mar 2020, 05:22 WIB
Diperbarui 26 Mar 2020, 09:26 WIB
Suasana Kota Barcelona Setelah Spanyol Berlakukan Lockdown

Liputan6.com, Madrid - Angka kematian akibat Virus Corona di Spanyol telah melampaui angka resmi dari China. Spanyol pun kini menjadi yang tertinggi kedua di dunia.

Jumlah kematian meningkat 738 dalam 24 jam, menjadi 3.434, lebih tinggi dari laporan 683 kasus yang diumumkan di Italia.

Sebagai perbandingan, China secara resmi melaporkan 3.285 kematian, sementara Italia - negara yang paling parah terkena dampak - memiliki 6.820 kematian. Demikian seperti dilaporkan oleh BBC, Kamis (26/3/2020).

Angka yang dikeluarkan oleh kementerian kesehatan pada hari Rabu mengartikan bahwa jumlah kasusnya melonjak menjadi sebanyak 7.973.

Ini adalah angka tertinggi untuk Spanyol dalam satu hari. Negara ini pun sekarang memiliki 47.610 kasus yang dikonfirmasi.

Madrid pun menjadi wilayah yang paling parah terkena dampaknya di negara itu, tetapi Catalonia di timur laut mengalami peningkatan kasus yang cepat.

Catalonia menyumbang hampir 10.000 dari mereka, sementara Negara Basque dan Andalusia keduanya memiliki lebih dari 3.000 kasus. Namun wilayah yang paling parah terkena dampak adalah wilayah di sekitar ibukota Madrid, yang telah mencatat 14.597 kasus.

Tingkat infeksi Spanyol telah meningkat seperlima dan hampir 27.000 orang dirawat di rumah sakit.

Wakil Perdana Menteri Spanyol Carmen Calvo dinyatakan positif mengidap Virus Corona baru itu, kata pemerintah. Dia dirawat di rumah sakit pada hari Minggu dengan gejala pernapasan.

2 dari 3 halaman

Status Darurat Diperpanjang

Berbagai Cara Warga Dunia Terapkan Social Distancing
Warga melakukan social distancing atau menjaga jarak saat mengantre untuk memasuki toko di Barcelona, Spanyol, Selasa (17/3/2020). Social distancing adalah cara terbaik untuk mencegah penyebaran virus corona COVID-19. (AP Photo/Emilio Morenatti)

Anggota parlemen akan memilih untuk memperpanjang keadaan darurat negara itu selama dua minggu hingga 11 April. Di bawah aturan tersebut, orang dilarang meninggalkan rumah kecuali untuk membeli persediaan dan obat-obatan penting, atau untuk bekerja.

Selain itu, rumah pemakaman di kota Madrid mengumumkan pada hari Selasa bahwa mereka telah berhenti menerima korban Covid-19, sementara gelanggang es utama kota itu akan digunakan sebagai ruang jenazah sementara.

Sedangkan pada hari Senin, tentara di Spanyol dibawa untuk mengatasi wabah yang ditemukan pada sebuah rumah pensiun dan bahkan  penghuninya meninggal di tempat tidur mereka. Kementerian pertahanan mengatakan bahwa staf di beberapa rumah perawatan telah pergi setelah Virus Corona baru terdeteksi.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓