Update Corona COVID-19 di Dunia: Pasien Sembuh 110 Ribu, Angka Kematian 20 Ribu Lebih

Oleh Defri Saefullah pada 26 Mar 2020, 05:37 WIB
Diperbarui 26 Mar 2020, 09:29 WIB
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengunjungi laboratorium di Layanan Infeksi Nasional Inggris Kesehatan Masyarakat, setelah lebih dari 10 pasien Virus Corona diidentifikasi di Inggris, di Colindale, London utara, Minggu, 1 Maret 2020

Liputan6.com, London Virus Corona COVID-19 menjadi momok menakutkan yang semakin menghantui dunia. Seperti dilansir BBC, Kamis (26/3/2020), angka kematian karena virus anyar ini sudah mencapai lebih dari 20.000 jiwa.

Jumlah kematian itu diambil dari 450 ribu kasus Virus Corona baru yang terjadi di seluruh dunia. Meski begitu, jumlah orang yang sehat juga mencapai 110 ribu jiwa.

Diberitakan, hampir seperempat warga dunia kini hidup di bawah karantina wilayah. New York Amerika Serikat misalnya mencatatkan ada 25 ribu kasus baru.

Sedangkan di Inggris, berdasarkan data National Health Service, ada 28 kematian baru akibat Virus Corona baru. Ini artinya total 414 jiwa yang sudah meninggal di Inggris atau 465 jiwa di Inggris Raya.

NHS melaporkan juga, pasien yang meninggal karena Virus Corona baru berusia antara 47 hingga 93 tahun. Semuanya kecuali yang berusia 47 tahun memang bermasalah dengan kesehatan.

2 dari 2 halaman

Hantavirus

Pemandangan Sepi Kota London Imbas COVID-19
Pemandangan Jembatan Westminster dan Gedung Parlemen di London, Inggris (18/3/2020). (Xinhua/Tim Ireland)

Di tengah perhatian yang tertuju pada virus Corona yang sudah berstatus pandemi, publik dihadapkan dengan kemunculan Hantavirus. Sama halnya sepert Covid-19, Hantavirus juga muncul di Tingkok.

Seorang laki-laki meninggal dunia di Provinsi Yunnan, Senin (23/3/2020), setelah dinyatakan positif terjangkit Hantavirus.

Sejauh ini baru satu kasus itu yang ditemukan. Meski, puluhan orang lainnya masih dalam tahap menjalani tes.

Harapannya, tentu tak ada kasus-kasus lain yang bermunculan.

Anda juga tak perlu panik. Ada beberapa alasannya, satu di antaranya, Hantavirus masuk keluarga virus yang dibawa oleh tikus.

Hal itu diungkapkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.

Global Times melaporkan, pria di Provinsi Yunnan tersebut meninggal dalam perjalanan kembali ke Provinsi Shandong.

"Dia dites positif untuk Hantavirus. 32 orang lainnya dalam bus diuji," demikian kicauan dari Global Times.

Cuitan tersebut telah dibagikan lebih dari 15.000 kali.

Lanjutkan Membaca ↓