Penyebaran Corona COVID-19 di Italia Tunjukkan Tren Penurunan

Oleh Defri Saefullah pada 25 Mar 2020, 01:18 WIB
Diperbarui 25 Mar 2020, 11:14 WIB
Enam Tewas Kena Corona, Warga Italia Beraktivitas Pakai Masker

Liputan6.com, Roma- Penyebaran Virus Corona COVID-19 di Italia menunjukkan tren penurunan. Meski tipis, ini menjadi kabar terbaik bagi negara yang kini jadi yang paling parah diterpa badai COVID-19.

Seperti dilansir bbc, Italia menjadi daerah paling parah. Ada 6.280 orang yang meninggal dunia karena Virus Corona.

Meski begitu laju infeksi Virus Corona COVID-19 menunjukkan tren penurunan. Sampai Selasa (24/3/2020), jumlah kasus melonjak 3.612 menjadi 69.176.

Meski begitu secara keseluruhan, angka ini menunjukkan penurunan 1 persen untuk kasus baru terinfeksi Virus Corona baru di Italia dibandingkan hari sebelumnya.

Penurunan ini rupanya merupakan efek dari lockdown yang sudah diberlakukan di seluruh negeri.

2 dari 3 halaman

Belum Terkontrol

Italia Darurat Corona, Para Suporter Kenakan Masker di Laga Napoli vs Barcelona
Seorang anak mengenakan masker menunggu dimulainya pertandingan antara Napoli dan Barcelona di Stadion San Paolo di Naples, Italia, Selasa, (25/2/2020). Sedikitnya tujuh pasien virus corona di Italia dilaporkan meninggal dunia. (AFP Photo/Filippo Monteforte)

Meski demikian, angka penurunan ini belum sepenuhnya kabar gembira. Karena keganasan Virus Corona masih sulit dikontrol.

Kepala Gugus Tugas Pelindung Masyarakat Sipil, Angelo Borreli berharap jumlah kasus bisa terus menurun.

"Dalam beberapa jam lagi, mari kita lihat apakah pertumbuhan kurva mulai datar," katanya seperti dikutip bbc.

Lalu mengapa Italia terinfeksi begitu parah? Bahkan dibandingkan China tempat asal muasal virus ini mewabah pertama kali.

"Salah satunya mungkin faktor genetis. Virus ini bisa berdampak secara berbeda diantara etnis-etnis atau per invididu," kata ahli penyakit epidemi, Pierluigi Cocco.

 

3 dari 3 halaman

Lanjut Usia

Italia tercatat menjadi negara terbanyak dengan jumlah orang tua di dunia. Orang tua dinilai lebih rentan dengan virus ini.

Budaya warga Italia yang suka berkumpul juga berpengaruh.

"Ditambah dengan polusi udara di Utara Italia membuat semuanya tambah buruk," kata Cocco.

Lanjutkan Membaca ↓