Donald Trump: Jangan Salahkan Warga Asia Akibat Corona COVID-19

Oleh Tommy Kurnia pada 24 Mar 2020, 07:30 WIB
Diperbarui 24 Mar 2020, 07:30 WIB
Konferensi pers oleh Presiden AS Donald Trump terkait Virus Corona yang kasusnya terus meningkat di Amerika Serikat.

Liputan6.com, Washington, D.C. - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meminta agar tak ada lagi aksi kebencian terhadap warga keturunan Asia di negaranya. Belakangan, muncul video-video viral bernuansa rasis yang menimpa warga Asia di AS akibat penyebaran Virus Corona (COVID-19).

Presiden Trump berkata warga Asia di AS adalah orang-orang luar biasa. Ia mengaku prihatin melihat aksi kebencian terhadap warga keturunan Asia dan berjanji memberi perlindungan.

"Sangat penting agar kita betul-betul melindungi masyarakat Amerika keturunan Asia di Amerika Serikat, dan seluruh dunia. Mereka adalah orang-orang luar biasa, dan penyebaran Virus ini bukan keselahan mereka dalam cara, bentuk, atau wujud apa pun," tegas Donald Trump via Twitter seperti dikutip Selasa (24/3/2020).

"Mereka bekerja secara dekat dengan kita untuk menyingkirkan virus itu. Kita akan berhasil bersama!" ujarnya dalam twit lanjutan.

Retorika Trump sedikit melunak ketimbang sebelumnya yang mengkritik China atas penyebaran COVID-19. Trump menyebut "Virus China" sebagai balasan karena jubir Kementerian Luar Negeri China menuduh AS sebagai penyebar virus tersebut.

Ia juga tak menyesal memakai istilah "Virus China" dan menyebutnya akurat. Sementara, China meminta agar semua orang menggunakan istilah yang sesuai ketentuan WHO.

Posisi China saat ini adalah menolak bahwa COVID-19 berasal dari negara mereka meski awalnya ditemukan di Wuhan. Dubes China di AS Cui Tiankai meminta agar publik tak berspekulasi dan membiarkan ilmuwan mencari tahu asal virusnya.

"Kita harus punya jawaban dari mana virus itu awalnya berasal. Tapi ini pekerjaan ilmuwan, bukan diplomat, bukan untuk spekulasi jurnalis, karena spekulasi seperti itu tak akan membantu siapa pun. Itu sangat merugikan," ujar Dubes Cui.

2 dari 3 halaman

Dubes Tiongkok Respons Ucapan Donald Trump Soal Corona COVID-19 Virus China

Mengintip Penanganan Pasien Kritis Virus Corona
Dokter memeriksa kondisi pasien kritis virus corona atau COVID-19 di Rumah Sakit Jinyintan, Wuhan, Provinsi Hubei, China, Kamis (13/2/2020). Data terbaru tanggal 14 Februari 2020 menunjukkan jumlah korban tewas akibat virus corona mendekati angka 1.500. (Chinatopix Via AP)

Duta Besar China untuk Amerika Serikat (AS) Cui Tiankai angkat bicara terkait istilah "Virus China" yang dipakai Presiden Donald Trump. Istilah itu merujuk kepada Virus Corona COVID-19 yang mewabah di Wuhan, China.

Trump memakai istilah Virus China karena tidak senang dengan tuduhan konspirasi Kementerian Luar Negeri China bahwa COVID-19 disebar militer AS. Istilah seperti itu sebetulnya tak sesuai ketentuan World Health Organization (WHO). 

Sebab, WHO tak ingin ada sebutan penyakit yang dikaitkan nama tempat karena dikhawatirkan menimbulkan stigma. Virus Ebola dan Zika juga berasal dari nama tempat.

Ketentuan WHO mendapat dukungan penuh dari China. Ketika ditanya respons pemakaian istilah Virus China, Dubes Cui Tiankai mengimbau agar mengikuti WHO.

"Saya pikir World Health Organization punya aturan ketika menamakan virus-virus baru. Mereka tidak akan memberikan kesan kepada orang-orang bahwa virus itu terkait dengan lokasi, kelompok, atau hewan tertentu. Mereka ingin menghindari stigma," ujar Dubes Cui seperti dikutip situs resmi Kedubes China. 

"Pesan saya sangat jelas. Saya harap aturan WHO akan diikuti," ujar Dubes Cui.

Tudingan AS sebagai penyebar Virus Corona berasal dari jubir Kemlu yakni Zhao Lijian. Saat ditanya mengenai ucapan Zhao, Dubes Cui berkelit dan menyuruh reporter bertanya langsung ke yang bersangkutan.

"Mungkin kau bisa pergi dan tanya padanya," ujarnya. "Sekarang saya di sini mewakili kepala pemerintahan saya dan pemerintah saya, bukan (mewakili) individu tertentu," kata Dubes China.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓