Donald Trump Sebut 2 Obat Ini Ampuh Sembuhkan Corona COVID-19, Benarkah?

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 22 Mar 2020, 11:02 WIB
Diperbarui 22 Mar 2020, 11:02 WIB
Konferensi pers oleh Presiden AS Donald Trump terkait Virus Corona yang kasusnya terus meningkat di Amerika Serikat.

Liputan6.com, Jakarta- Melalui akun Twitter resminya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada 21 Maret menyebut dua jenis obat yang ia katakan ampuh untuk memproses penyembuhan sakit akibat Virus Corona jenis baru atau COVID-19.

Dalam tweet itu, aDonald Trump mengatakan, "HYDROXYCHLOROQUINE & AZITHROMYCIN, secara bersama-sama, memiliki peluang nyata untuk menjadi salah satu perubahan terbesar dalam sejarah kedokteran. FDA telah bekerja keras - Terima Kasih! Semoga KEDUANYA akan (H bekerja lebih baik dengan A, Jurnal Internasional Agen Antimikroba) ...".

Tak hanya itu, Donald Trump pun menyampaikan permintaannya agar obat-obat tersebut bisa digunakan dengan segera, sambil memanggil beberapa Lembaga Kesehatan Amerika Serikat. 

"...Gunakan dengan SEGERA. Orang - orang sangat membutuhkannya, bergeraklah dengan cepat, dan Tuhan memberkati kita semua! @US_FDA @SteveFDA @CDCgov @DHSgov ," tutur Presiden Donald Trump. 

2 dari 4 halaman

Belum Terbukti

Namun tak lama setelah tweet itu dibagikan, seorang dokter tampak merespons Donald Trump dengan menyampaikan bahwa obat-obat tersebut belum terbukti aman dan efektif.

Akun Twitter yang bernama @eugenegu itu adalah seorang dokter yang bernama Eugene Gu dan Pendiri dan CEO dari Cool Quit.

Dalam pesan melalui Twitter itu, Dr. Eugene Gu merespon pernyataan Presiden Donald Trump dengan mengatakan, "Kombinasi hydroxychloroquine dan azithromycin untuk mengobati Virus Corona belum terbukti aman dan efektif melalui uji klinis skala besar. Hanya ada bukti anekdotal dari laporan kasus di negara-negara di luar negeri. Menjanjikannya sebagai obat ajaib memberi harapan palsu."

Selain penjelasannya itu, Dr. Eugene juga menyampaikan, "Saya tahu ini darurat dan kami putus asa. Tetapi sebagai dokter, saya mengucapkan sumpah khusyuk untuk "pertama, jangan membahayakan. Itu berarti tidak menguji label obat pada pasien manusia yang mungkin memiliki efek samping seperti penglihatan dan gangguan pendengaran, masalah jantung, dan kematian untuk manfaat yang belum terbukti."

Tak sampai disitu, Dr. Eugene lalu menambahkan dengan memperingatkan untuk memastikan adanya uji klinis yang meyakinkan. 

"Jika obat-obatan seperti hydroxychloroquine, chloroquine, Remdesivir, dan bahkan obat-obatan HIV seperti Lopinavir / Ritonavir menjanjikan untuk mengobati Virus Corona, maka mereka harus diuji dengan hati-hati dalam uji klinis yang dipikirkan dengan seksama dengan persetujuan dan penyelidikan yang bertanggung jawab," ujar Dr. Eugene. 

3 dari 4 halaman

Penemuan Lain

Kunjungan Donald Trump dengan otoritas layanan kesehatan AS terkait uji Virus Corona di Atlanta.
Kunjungan Donald Trump dengan otoritas layanan kesehatan AS terkait uji Virus Corona di Atlanta. (AP Photo/Alex Brandon)

Namun dengan adanya peringatan yang disampaikan oleh Dr. Eugene itu, tampak belum ada respons yang diberikan lagi dari Presiden Donald Trump.

Donald Trump hanya tampak me re-tweet postingan Twitter milik Michael Coudrey (@MichaelCoudrey) yang membagikan data mengenai keefektifan obat - obatan tersebut. 

Dalam postingan itu, Michael Coudrey menyampaikan, "DATA BARU: Sebuah penelitian Perancis telah menunjukkan bukti bahwa kombinasi Hydroxychloroquine & Azithromycin sangat efektif dalam mengobati COVID-19. Para pasien yang terdaftar dalam penelitian ini menunjukkan eradikasi virus lengkap di sekitar hari ke-5 pengobatan."

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓