Tak Ada Kasus Baru Corona COVID-19 di Wuhan, Warga Nantikan Karantina Berakhir

pada 20 Mar 2020, 09:02 WIB
Diperbarui 20 Mar 2020, 09:02 WIB
Menengok Kondisi Terkini Kota Wuhan

Wuhan - Pada Kamis 19 Maret 2020, otoritas kesehatan di China menyatakan tidak adanya kasus infeksi baru virus corona yang dilaporkan di kota Wuhan dan Provinsi Hubei. Kabar ini tentunya memberikan harapan bagi seluruh dunia yang kini tengah berjuang melawan pandemi COVID-19.

Kota Wuhan di China adalah lokasi awal wabah Virus Corona jenis baru, yang baru dilaporkan otoritas China akhir 2019. Sejak saat itu pandemi menyebar, ratusan ribu orang telah terinfeksi dan ribuan pasien meninggal dunia. Kota Wuhan juga sempat membuat rumah sakit darurat untuk menangani wabah Virus Corona.

Otoritas China mengatakan pada hari Kamis, dari 34 kasus baru yang dicatat pada Rabu 18 Maret seluruhnya berasal dari luar negeri.

"Hari ini kita melihat secercah cahaya setelah sekian hari berusaha keras," ujar Jiao Yahui, inspektur senior di Komisi Kesehatan Nasional China. Jiao mengatakan bahwa tidak adanya infeksi baru ini berarti metode kontrol dan perawatan medis mereka bekerja dengan baik. Meski tidak ada kasus infeksi baru di Wuhan dan Hubei, China mencatatkan terjadinya delapan kematian baru akibat virus SARS-CoV-2 ini.

Wuhan telah dikarantina dengan ketat sejak Januari 2020. Pejabat kini sedang mempertimbangkan untuk melonggarkan pembatasan perjalanan tetapi hanya di dalam provinsi Hubei dan sekitarnya. Sebagian besar pos pemeriksaan juga akan ditiadakan. Namun kontak dengan dunia luar, Wuhan masih tetap diputus. Hanya mereka yang memiliki izin khusus yang boleh masuk atau keluar.

2 dari 3 halaman

Menanti Karantina Berakhir

Menengok Kondisi Terkini Kota Wuhan
Warga membawa makanan dan sayuran di Wuhan di provinsi Hubei tengah China (3/3/2020). Hingga saat ini, jumlah total kasus virus corona secara global dilaporkan mencapai 89.770 kasus yang tersebar di sekitar 70 negara termasuk Indonesia. (AFP/STR)

Wuhan trlihat masih terlihat seperti kota mati. Di beberapa tempat, terdapat barikade penghalang yang dibuat resmi oleh pemerintah. Di tempat-tempat lain, ada yang dibuat seadanya oleh warga, misalnya dari tumpukan sepeda tua untuk menutupi lubang di sebuah tembok, agar orang tidak bisa menerobos. Masih juga ditemui sepasukan tentara yang sedang berbaris, pohon-pohon berjajar di taman yang kosong, dan pagoda menjulang tinggi, sepi. 

Tanda-tanda frustasi di kalangan warga mulai terlihat akibat kebijakan isolasi. Kebijakan ini telah membuat masyarakat beralih ke layanan pembelian makanan lewat internet. Namun orang-orang juga mengeluh telah menjadi korban penipuan perusahaan palsu jasa pengiriman makanan. Kini sesekali mulai terlihat penjual mie menjajakan makanan mereka, memberikan mie yang dibungkus plastik lewat sebuah tembok kepada seorang pelanggan. Kota itu tampaknya semakin dekat ke hari di mana kebijakan karantina akan dilonggarkan. 

Masa karantina di Wuhan akan dihentikan hanya jika tidak ada kasus infeksi baru yang dilaporkan selama dua minggu berturut-turut. "Jadi pencabutan status karantina kemungkinan baru bisa terjadi bulan depan," kata Li Lanjuan, anggota Akademi Teknik China.

Namun, virus SARS-CoV-2 terus menelan korban di belahan lain dunia, baik korban nyawa maupun mata pencarian.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓