Curhat Pengantin Wanita Tunda Pesta Pernikahan karena Malaysia Lockdown

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 19 Mar 2020, 15:29 WIB
Diperbarui 19 Mar 2020, 15:29 WIB
Ilustrasi

Liputan6.com, Penang - S. Mithra Vani tengah dibuat bingung dengan kondisi yang terjadi di negaranya yaitu Malaysia. Saat tengah menyambut hari pernikahan, pemerintah Negeri Jiran membuat kebijakan untuk melakukan lockdown atau penguncian wilayah akibat Corona COVID-19.

Dikutip dari laman The Star, Kamis (19/3/2020) pernikahan tersebut rencananya diadakan pada Sabtu ini. Namun, semua harus tertunda lantaran COVID-19.

Mithra Vani, seorang apoteker, mengatakan bahwa keluarganya telah mengundang lebih dari 1.000 orang ke resepsi, yang seharusnya berlangsung di Penang.

"Aku benar-benar tidak tahu kapan aku bisa mengadakan resepsi pernikahan di masa depan. Saya hanya berdoa agar segala sesuatunya akan menjadi lebih baik dan segera kembali normal untuk seluruh dunia," katanya.

Ia juga mengatakan bahwa penyedia katering dan tempat pernikahannya menyimpan depositnya sambil menunggu tanggal baru.

Pesta pernikahan, serta pertemuan untuk acara keagamaan tidak diizinkan selama periode lockdown. Hal ini ditegaskan Kementerian Kesehatan Malaysia.

Mereka yang menentang perintah kontrol gerakan dapat dijatuhi hukuman penjara hingga dua tahun atau denda.

Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin memutuskan untuk melakukan lockdown secara nasional. Keputusan itu diambil karena melonjaknya jumlah kasus Virus Corona COVID-19.

Dalam pidato pada Senin (16/3/2020) malam, Muhyiddin mengatakan, pemerintah akan menerapkan Perintah Kontrol Gerakan selama lockdown yang dimulai pada 18 Maret hingga 31 Maret, seperti dilansir SCMP.

 

2 dari 3 halaman

Jumlah Pasien Meningkat

Rumah Sakit Palang Merah di Wuhan
Dokter melihat layar saat memeriksa pasien yang terinfeksi virus corona COVID-19 di rumah sakit Palang Merah di Wuhan, 16 Februari 2020. Virus corona baru, Covid-19, telah mewabah hingga ke lebih dari 60 negara dimana dari kasus-kasus infeksi, ada lebih dari 3.000 kematian yang terjadi. (STR/AFP)

Keputusan Muhyiddin seiring dengan meningkatnya jumlah kasus positif Virus Corona di Malaysia yang mencapai 553. Jumlah itu merupakan kasus positif COVID-19 tertinggi di Asia Tenggara.

Malaysia melaporkan 125 kasus baru pada Senin, 95 di antaranya terkait dengan acara tablig akbar yang diadakan pada Februari, menurut Kementerian Kesehatan, menyusul lonjakan 190 kasus selama akhir pekan.

Acara tabligh akbar itu dihadiri sekitar 16.000 orang dari 27 Februari hingga 1 Maret. Dari 14.500 warga Malaysia yang hadir, hanya 7.000 yang melakukan tes Virus Corona.

Sejauh ini, total 42 pasien Virus Corona di Malaysia telah sepenuhnya pulih dari Virus Corona dan telah dipulangkan. Sementara 511 masih di rumah sakit dan 12 di antaranya masih dalam perawatan intensif.

3 dari 3 halaman

Simak video pilihan berikut:

Lanjutkan Membaca ↓