Gedung Putih: Jaga Jarak 2 Meter Demi Hindari Virus Corona COVID-19

Oleh Tommy Kurnia pada 18 Mar 2020, 08:30 WIB
Diperbarui 18 Mar 2020, 08:30 WIB
Kasus Virus Corona di Korsel Melonjak Jadi 204 Orang

Liputan6.com, Washington, D.C. - Pakar kesehatan Gedung Putih terus mendorong adanya social distancing (jaga jarak sosial) supaya menekan penyebaran Virus Corona COVID-19 (COVID-19). Jarak ideal antar satu sama lain disebut sekitar 2 meter atau tepatnya 1,82 meter. 

Rekomendasi itu diberikan oleh Dr. Deborah Birx yang kini dipercaya sebagai Koordinator Respons Virus Corona COVID-19 Gedung Putih. Jarak tersebut meter dianggap ideal untuk menghindari droplet (percikan air liur).

"(Social distancing) adalah ketika kita meminta orang-orang untuk setidaknya saling memberi jarak enam kaki (1,82 meter). Dan kamu mungkin bertanya kenapa enam kaki? Karena banyak bukti sains terkait penyakit pernapasan bahwa jarak itu adalah jarak terjauh saat droplet keluar saat bersin atau batuk," ucap Dr. Birx dalam video Gedung Putih, seperti dikutip Selasa (18/3/2020).

Virus Corona COVID-19 dapat menular lewat kontak fisik dekat. Pihak Gedung Putih juga meminta agar tak ada acara kumpul-kumpul lebih dari 10 orang. 

Direktur Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional Dr. Anthony Fauci juga meminta agar masyarakat jangan nekat ke tempat-tempat ramai dulu. Terkait pekerjaan bisa dilakukan dari jarak jauh, sementara untuk hiburan diharapkan ditunda dahulu. 

"Jangan ke bar, jangan ke restoran, jangan ke bioskop dengan banyak orang. Pokoknya pemisahan fisik agar Anda punya ruang antara diri Anda dan orang lain yang bisa saja terinfeksi atau menginfeksimu," tegas Dr. Fauci.

Ada kasus-kasus penularan Virus Corona COVID-19 terjadi akibat keramaian. Ambil contoh di Malaysia, akibat acara tabligh akbar di Kuala Lumpur kini kasus Virus Corona COVID-19 di negeri jiran sedang melonjak bahkan menyebar ke negara lain.

Acara tabligh akbar itu berlangsung ketika COVID-19 sudah mewabah di Asia. Ada tiga WNI yang hadir di acara tabligh akbar itu yang positif Virus Corona COVID-19, sementara ratusan WNI lain yang hadir belum diketahui statusnya.

Pemerintah Indonesia juga telah meminta masyarakat agar karantina diri di rumah dan beberapa kantor menerapkan Work From Home (WFH).

2 dari 3 halaman

Jangan Keluar Rumah

Kasus Virus Corona di Korsel Melonjak Jadi 204 Orang
Warga yang dicurigai terinfeksi virus corona atau COVID-19 menunggu untuk mendapat pemeriksaa di pusat medis di Daegu, Korea Selatan, Kamis (20/2/2020). Wali Kota Daegu meminta warganya untuk tidak bepergian. (Lee Moo-ryul/Newsis via AP)

Dr. Deborah Birx turut meminta agar masyarakat tidak keluar rumah. Ia pun menyayangkan ketika tahu masih ada orang yang ke bar atau restoran.

"Kami mendengar tiap malam orang-orang yang tidak bekerja menuju ke bar dan tempat kumpul-kumpul lainnya. Jika kita terus-terusan begitu, maka kita akan gagal mengekang virusnya," kata Dr. Birx yang berpengalaman sebagai dokter militer.

Birx menegaskan setiap generasi memiliki peran untuk melawan Virus Corona. Generasi muda dan tua diminta melaksanakan peran masing-masing seperti tidak keluar rumah dan membantu dengan teknologi.

"Setiap generasi memiliki peran, kami meminta generasi tua untuk tetap di rumah, dan kami meminta generasi muda untuk membantu mereka dalam kontak sosial melalui video dan fungsi-fungsi seperti Skype, atau telepon saja," ujarnya.

Birx yang juga berpengalaman melawan HIV dan Ebola kembali menegaskan agar anak-anak muda tidak pergi keluar rumah. Pasalnya, meski mereka lebih tahan terhadap virus, tetapi anak muda masih bisa menyebarkannya ke lansia yang lebih rentan.

"Kami meminta para generasi muda berhenti keluar ke tempat-tempat publik seperti bar, restoran, dan menyebar virus tanpa gejala di counter, gagang pintu, tempat belanja, dan kereta belanja," pungkas Dr. Birx.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓