Dewan Keamanan PBB Dukung Perdamaian Amerika Serikat - Taliban

Oleh Liputan6.com pada 12 Mar 2020, 08:06 WIB
Diperbarui 12 Mar 2020, 08:06 WIB
Sidang Briefing Dewan Keamanan PBB (DK PBB) mengenai Anak-anak dalam Konflik Bersenjata (Security Council Briefing on Children in Armed Conflict) di Markas Besar PBB di New York, Rabu, 12 Februari 2020.

Liputan6.com, New York - Amerika Serikat memperoleh dukungan penuh dari Dewan Keamanan PBB untuk kesepakatan damai yang ditandatanganinya dengan Taliban.

Dikutip dari laman VOA Indonesia, Kamis (12/3/2020) perjanjian damai itu akan mengakhiri perang yang sudah lama berlangsung di Afghanistan dan akan memulangkan pasukan Amerika Serikat.

Resolusi DK PBB yang disponsori AS itu menyambut baik langkah-langkah nyata bagi pengakhiran perang dan melapangkan jalan bagi perundingan intra-Afghanistan.

Resolusi itu juga menyambut baik maksud dari semua pihak di Afghanistan untuk mengusahakan perundingan yang sukses bagi penyelesaian politik dan gencatan senjata permanen dan menyeluruh.

Namun kedua pemimpin Afghanistan yang bersaing, Ashraf Ghani dan mantan mitranya, Abdullah Abdullah, masing-masing dilantik sebagai presiden baru dalam upacara terpisah. Hal itu mengacaukan rencana perundingan itu.

Selain itu, Jenderal Marinir Frank McKenzie, panglima Amerika untuk Timur Tengah, Selasa (10/3), mengatakan di hadapan Komite Angkatan Bersenjata DPR bahwa serangan Taliban lebih banyak terjadi dan melampaui apa yang tertera dalam rencana.

Dia menyarankan agar penarikan penuh pasukan Amerika Serikat ditunda apabila hal itu berlangsung terus.

2 dari 2 halaman

Amerika Serikat Mulai Tarik Pasukannya dari Afghanistan

Kelompok militan Taliban di Afghanistan.
Kelompok militan Taliban di Afghanistan. (AFP)

Amerika Serikat telah mulai menarik pasukannya dari Afghanistan sebagai bagian dari kesepakatan dengan Taliban yang bertujuan membawa perdamaian ke negara itu. AS sepakat untuk mengurangi pasukannya dari sekitar 12.000 menjadi 8.600 dalam 135 hari sejak penandatanganan perjanjian.

Menarik kembali pasukan adalah syarat dari perjanjian damai bersejarah yang ditandatangani oleh AS dan Taliban pada 29 Februari lalu.

Melansir BBC, pemerintah Afghanistan tidak mengambil bagian dalam kesepakatan itu, tetapi diperkirakan akan mengadakan pembicaraan dengan Taliban.

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani awalnya mengatakan dia tidak akan mematuhi perjanjian untuk membebaskan tahanan Taliban sebagai prasyarat untuk pembicaraan langsung dengan kelompok militan.

Tetapi sebuah laporan mengatakan bahwa presiden, yang dilantik untuk masa jabatan kedua pada hari Senin, akan mengeluarkan keputusan untuk sedikitnya 1.000 tahanan Taliban yang akan dibebaskan minggu ini.

Kesepakatan damai itu nampak lemah pekan lalu, setelah AS melancarkan serangan udara sebagai tanggapan terhadap para pejuang Taliban yang menyerang pasukan Afghanistan di provinsi Helmand.

Taliban juga menyerukan de-eskalasi dan pada hari Senin, Kolonel Sonny Leggett, seorang juru bicara pasukan AS di Afghanistan, mengumumkan fase pertama penarikan pasukan Amerika.

Lanjutkan Membaca ↓