Presiden China Pertama Kali Kunjungi Wuhan Pasca-Wabah Virus Corona Menyebar

Oleh Teddy Tri Setio Berty pada 10 Mar 2020, 12:07 WIB
Diperbarui 10 Mar 2020, 12:07 WIB
Presiden Xi Jinping menginspeksi pekerjaan pencegahan dan pengendalian pneumonia Virus Corona yang baru di Beijing, ibukota Cina, pada 10 Februari 2020.

Liputan6.com, Hubei - Presiden China Xi Jinping tiba di Wuhan pada hari ini, Selasa 10 Maret 2020 untuk mengunjungi kota yang diyakini sebagai pusat penyebaran pertama Virus Corona atau COVID-19.

Dikutip dari laman Channel News Asia, Selasa (210/3/2020) kunjungan yang dilakukan secara mendadak ini dilakukan oleh Xi guna melihat secara langsung kondisi Wuhan.

Kedatangannya juga dimaksudkan untuk melihat secara langsung lokasi karantina. Pada Januari lalu, kota Wuhan dihebohkan dengan kematian banyak warga atas Virus Corona.

Kini, angka penurunan korban cukup drastis. Baik yang terpapar maupun korban meninggal dunia dalam beberapa pekan terakhir.

Pemimpin Partai Komunis itu tiba dengan pesawat di ibukota Wuhan yaitu Hubei, demikian disebutkan dalam situs berita resmi Xinhua.

Xi bertemu dengan pekerja medis, pejabat militer, pekerja masyarakat, polisi, pasien dan penduduk, tulis Xinhua.

Virus ini diyakini muncul Desember 2019 di pasar yang menjual hewan liar di Wuhan sampai akhirnya menyebar luas dan menjadi epidemi nasional dan kemudian global.

Lebih dari 4.000 orang telah meninggal dan lebih dari 110.000 telah terinfeksi Virus Corona di seluruh dunia, dengan sebagian besar ada di China.

China melaporkan hanya 19 kasus baru pada hari ini, jauh lebih rendah dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Tujuh belas kasus berada di Wuhan sementara dua lainnya terinfeksi dari luar negeri.

2 dari 2 halaman

113.773 Orang di Dunia Terinfeksi, 63.692 Telah Sembuh

Banner Infografis Wabah Virus Corona Darurat Kesehatan Global. (Sumber Foto: John Hopkins University CSSE)
Banner Infografis Wabah Virus Corona Darurat Kesehatan Global. (Sumber Foto: John Hopkins University CSSE)

Kasus Virus Corona COVID-19 di seluruh dunia sebanyak 113.773 pasien. Dari angka itu, 63.692 di antaranya telah dinyatakan sembuh berdasarkan peta Coronavirus COVID-19 Global Cases by Johns Hopkins CSSE, Selasa (10/3/2020).

Mengutip dari gisanddata.maps.arcgis.com, angka kematian Virus Corona COVID-19 secara global tercatat sebanyak 4.008 jiwa.

Italia, Korea Selatan, dan Iran masih tercatat memiliki kasus terbesar di luar China Daratan dalam data peta Coronavirus COVID-19 Global Cases by Johns Hopkins CSSE.

Angka kasus infeksi Virus Corona COVID-19 paling besar tercatat di China Daratan, dengan 80.754 pasien dan 3.136 kematian. Kasus terbesar kedua tercatat di Italia, yang mencapai 9.172 pasien dengan angka kematian terbesar di luar China Daratan, yaitu 463 jiwa.

Lanjutkan Membaca ↓