Jumlah Pasien Merosot, China Mulai Tutup RS Darurat Virus Corona di Wuhan

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 09 Mar 2020, 16:48 WIB
Diperbarui 09 Mar 2020, 16:48 WIB
China Tutup Rumah Sakit Darurat Virus Corona di Wuhan

Liputan6.com, Wuhan- Sebagian besar rumah sakit darurat yang dibuka untuk menangani pasien Virus Corona COVID-19 di pusat epidemi di China telah ditutup. Penutupan dilakukan karena jumlah kasus baru Virus Corona di Negari Tirai Bambu itu telah mencapai jumlah terendah.

National Health Commission mengatakan pada Senin (9/3/2020), ada 40 kasus baru secara nasional, yang merupakan jumlah kasus baru terendah sejak data mulai dilaporkan pada Januari.

Selama beberapa pekan, infeksi baru Virus Corona yang dilaporkan dari Provinsi Hubei juga dilaporkan telah menurun.

Pemerintah provinsi juga mengatakan, di Wuhan hampir 31.000 pasien Virus Corona COVID-19 telah pulih dan dipulangkan dari rumah sakit, seperti dikutip dari AFP.

Dalam data peta Coronavirus COVID-19 Global Cases by Johns Hopkins CSSE hari ini, jumlah kasus Virus Corona di China Daratan mencapai 80.735 kasus, dengan 58.702 yang dinyatakan sembuh, serta kematian yang tercatat sebanyak 3.119 jiwa, seperti dikutip dari gisanddata.maps.arcgis.com.

2 dari 3 halaman

Rincian Penutupan

China Tutup Rumah Sakit Darurat Virus Corona di Wuhan
Para petugas medis dari Rumah Sakit Zhongnan Universitas Wuhan berfoto bersama di rumah sakit darurat "Ruang Tamu Wuhan" di Wuhan, Provinsi Hubei, China tengah, pada 7 Maret 2020. Semua pasien di rumah sakit darurat itu telah diizinkan pulang atau dipindahkan pada Sabtu (7/3) sore. (Xinhua/Xiong Qi)

Menurut laporan Xinhua, ada 11 dari 16 rumah sakit darurat di Wuhan dikonversi dari fasilitas umum termasuk stadion dan sekolah yang ditangguhkan pada Minggu, (8/3/2020).

Dua dari pengganti rumah sakit sementara, yaitu pusat olahraga yang dikonversi serta pabrik, memiliki kapasitas untuk hampir 2.000 pasien sekaligus.

Xinhua juga melaporkan bahwa kedua rumah sakit tersebut mengeluarkan 61 pasien dalam kloter terakhir pada Minggu, 8 Maret.

Pada umumnya, kasus infeksi baru di China dilaporkan menurun dalam beberapa pekan terakhir dengan upaya negara yang tampak berhasil.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓