Kasus Pertama Virus Corona di Argentina, 1 Pria Positif Setelah Berkunjung ke Italia

Oleh Liputan6.com pada 04 Mar 2020, 16:22 WIB
Diperbarui 04 Mar 2020, 16:22 WIB
Bendera Argentina dikibarkan di tengah pusat ibu kota Buenos Aires (AP/Enric Matia)
Perbesar
Bendera Argentina dikibarkan di tengah pusat ibu kota Buenos Aires (AP/Enric Matia)

Liputan6.com, Jakarta Otoritas Argentina mengonfirmasi kasus pertama Virus Corona COVID-19. Pasien merupakan seorang pria (43) yang pada Minggu 1 Maret kembali ke Buenos Aires usai mengunjungi Italia.

"Pria itu sempat berada di beberapa lokasi di Eropa, tetapi terutama di Italia, di wilayah utara," kata Menteri Kesehatan Argentina Gines Gonzalez dalam konferensi persnya, seperti dilansir Xinhua, Rabu (4/3/2020).

Dalam penerbangan kembali ke Argentina, ungkapnya, pria itu menempati kabin first class yang agak membatasi kontak langsung dengan orang lain.

Pria tersebut mengatakan kepada para petugas medis bahwa dirinya tinggal seorang diri dan tidak berinteraksi sosial baru-baru ini, sehingga kemungkinan bahwa dia telah menulari Virus Corona ke orang lain terbilang rendah.

Di Amerika Latin, Brasil, Ekuador, Meksiko, dan Republik Dominika juga telah melaporkan adanya kasus Virus Corona COVID-19. 

2 dari 4 halaman

Kematian Pertama di Spanyol

1.000 Tamu Hotel di Spanyol Dikarantina Imbas COVID-19
Perbesar
Seorang petugas polisi berdiri di depan hotel H10 Costa Adeje Palace di mana sebuah ambulans diparkir di Tenerife, Canary Island, Spanyol, Selasa, (25/2/2020). Hotel ini diisolasi setelah salah satu kliennya, turis Italia, dinyatakan positif mengalami kontraksi dengan virus corona. (AP Photo)

Spanyol mengumumkan kasus kematian pertamanya akibat Virus Corona COVID-19. Pasien itu merupakan seorang pria yang tinggal di kawasan Valencia, Spanyol.

Hasil autopsi menunjukkan kematian pria tersebut pada 13 Februari disebabkan Virus Corona, kata kepala dinas kesehatan setempat Ana Barcelo.

Kabar kematian itu muncul tak lama setelah Kementerian Kesehatan Spanyol mengumumkan di akun Twitter bahwa sejumlah pertandingan olahraga akan digelar di ruangan tertutup, sementara konferensi medis akan dibatalkan dalam upaya membatasi penyebaran Virus Corona.

Kementerian mengatakan, pertandingan yang telah ditetapkan dan bakal menarik banyak orang dari zona yang dianggap berisiko tinggi Virus Corona, seperti Italia utara, akan digelar tanpa penonton.

Secara keseluruhan, sekitar 150 orang didiagnosa dengan virus corona di Spanyol, sementara sekitar 100 petugas kesehatan di kawasan Basque telah diisolasi di rumah mereka setelah melakukan kontak dengan orang yang membawa virus.

Otoritas sedang mengawasi dua kelompok infeksi di Torrejon de Ardoz, kota pinggiran yang berdekatan dengan Madrid berpopulasi sekitar 130.000 orang dan di Basque.

3 dari 4 halaman

50.690 Orang di Dunia Sembuh

Ilustrasi Virus Corona 2019-nCoV (Public Domain/Centers for Disease Control and Prevention's Public Health Image)
Perbesar
Ilustrasi Virus Corona 2019-nCoV (Public Domain/Centers for Disease Control and Prevention's Public Health Image)

Virus Corona, hingga Rabu (4/3/2020), telah menjangkit 93.158 orang di seluruh dunia. Sebanyak 50.690 orang di antaranya dinyatakan sembuh, dan 3.198 pasien meninggal dunia.

Data itu terungkap dalam peta sebaran Virus Corona COVID-19 di dunia yang dirilis Johns Hopkins CSSE.

Dalam peta itu, Korea Selatan, Italia, dan Iran masih tercatat sebagai negara dengan kasus Virus Corona COVID-19 terbesar di luar China. Angka kasus infeksi Virus Corona COVID-19 paling besar tercatat di China, yang memiliki 80,270 kasus, dengan 2,871 kematian, sedangkan angka kasus terbesar kedua tercatat di Korea Selatan yang mencapai 5,328 kasus dengan 28 kematian.

Angka kasus infeksi Virus Corona COVID-19 terbesar ketiga tercatat di Italia, yang mencapai 2,502 kasus dengan angka kematian terbesar diluar China, yaitu 79 jiwa. Sedangkan angka kasus terbesar ke-empat tercatat di Iran yang mencapai 2,336 dengan 77 kematian, seperti dikutip dari gisanddata.maps.arcgis.com.

Dirjen Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Senin 2 Maret di Jenewa telah mengumumkan, penyebaran Virus Corona COVID-19 di Korea Selatan, Italia, Iran dan Jepang telah menjadi perhatian terbesar mereka, seperti dikutip dari Xinhua.

4 dari 4 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: 

Lanjutkan Membaca ↓