Virus Corona Jangkit 93.158 Orang di Dunia, 50.690 Dinyatakan Sembuh

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 04 Mar 2020, 13:37 WIB
Diperbarui 04 Mar 2020, 13:37 WIB
Ilustrasi Virus Corona 2019-nCoV (Public Domain/Centers for Disease Control and Prevention's Public Health Image)

Liputan6.com, Jakarta- Virus Corona, hingga Rabu (4/3/2020), telah menjangkit 93.158 orang di seluruh dunia. Sebanyak 50.690 orang di antaranya dinyatakan sembuh, dan 3.198 pasien meninggal dunia.

Data itu terungkap dalam peta sebaran Virus Corona COVID-19 di dunia yang dirilis Johns Hopkins CSSE.

Dalam peta itu, Korea Selatan, Italia, dan Iran masih tercatat sebagai negara dengan kasus Virus Corona COVID-19 terbesar di luar China. Angka kasus infeksi Virus Corona COVID-19 paling besar tercatat di China, yang memiliki 80,270 kasus, dengan 2,871 kematian, sedangkan angka kasus terbesar kedua tercatat di Korea Selatan yang mencapai 5,328 kasus dengan 28 kematian.

Angka kasus infeksi Virus Corona COVID-19 terbesar ketiga tercatat di Italia, yang mencapai 2,502 kasus dengan angka kematian terbesar diluar China, yaitu 79 jiwa. Sedangkan angka kasus terbesar ke-empat tercatat di Iran yang mencapai 2,336 dengan 77 kematian, seperti dikutip dari gisanddata.maps.arcgis.com.

Dirjen Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Senin 2 Maret di Jenewa telah mengumumkan, penyebaran Virus Corona COVID-19 di Korea Selatan, Italia, Iran dan Jepang telah menjadi perhatian terbesar mereka, seperti dikutip dari Xinhua.

2 dari 3 halaman

Penangguhan Perjalanan di Sejumlah Negara

Ilustrasi pesawat (iStock)
Ilustrasi pesawat (iStock)

Peringatan risiko perjalanan yang tidak mendesak ke Korea Selatan dan Italia telah dilaporkan telah dikeluarkan oleh Center for Disease Control and Prevention (CDC).

Suspensi penerbangan juga dilaporkan telah ditingkatkan oleh sejumlah maskapai besar di Amerika Serikat  ke semua wilayah dampak Virus Corona COVID-19 terbesar, seperti dikutip dari Forbes.

Pemerintah Selandia baru pada Senin 2 Maret juga mengumumkan larangan perjalanan baru mereka, seperti dikutip dari 1 News.

Perpanjanganan larangan bagi para pengunjung dari Iran dan China telah diumumkan oleh Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, termasuk peningkatan langkah-langkah bagi orang-orang yang tiba di Selandia Baru dari Korea Selatan dan Italia Utara.

Perpanjangan pembatasan perjalanan diumumkan akan berlaku bagi wisatawan China dan Iran selama tujuh hari kedepan.

Wisatawan yang datang ke Selandia Baru dari Italia utara dan Korea Selatan dikatakan harus mengikuti prosedur isolasi diri selama 14 hari dan mendaftar ke Healthline.

PM Jacinda Ardern mengatakan, "Ini adalah pendekatan pencegahan yang seimbang," sambil menambahkan,  "Kami tahu isolasi diri berfungsi," katanya.

Korea Selatan dan Italia tidak akan dilarang sepenuhnya karena kedua negara memiliki "sistem perawatan kesehatan yang baik" dan wabah besar hanya ada di wilayah tertentu, kata PM Jacinda Ardern.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓