Seekor Anjing Dinyatakan Positif Virus Corona COVID-19, Apa Sebabnya?

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 04 Mar 2020, 06:41 WIB
Diperbarui 04 Mar 2020, 06:41 WIB
Ilustrasi Anjing Labrador
Perbesar
Ilustrasi Anjing. (Liputan6/Pixabay)

Liputan6.com, Hong Kong- Seekor anjing di Hong Kong dilaporkan positif memiliki Virus Corona COVID-19 beberapa waktu lalu. Hal itu memunculkan pertanyaan mengapa hewan tersebut bisa tertular.

Agriculture, Fisheries and Conservation Department (AFCD) Hong Kong mengatakan pada 28 Februari 2020 bahwa sampel dari rongga hidung dan mulut anjing telah diuji berada pada level weak positive untuk Virus Corona COVID-19.

Binatang itu kemudian diyakini sebagai kasus positif Virus Corona COVID-19 pertama pada pada seekor anjing di dunia.

Departemen itu juga mengatakan bahwa mereka "sangat menyarankan" karantina selama 14 hari untuk hewan peliharaan milik orang yang terinfeksi Virus Corona COVID-19.

Namun AFCD dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dilaporkan sepakat bahwa tidak ada bukti untuk hewan peliharaan seperti kucing atau anjing dapat terinfeksi Virus Corona COVID-19.

Hal Itu dikatakan karena meskipun anjing dapat memiliki hasil tes positif dari virus, bukan berarti mereka telah terinfeksi, seperti dikutip dari CNN, Selasa, (3/3/2020).

2 dari 3 halaman

Penyebab Virus Corona Bisa Muncul Pada Seekor Anjing

Ilustrasi Anjing Labrador
Perbesar
Ilustrasi Anjing Labrador. (Liputan6/Pixabay)

Meskipun para peneliti tidak tahu persis berapa lama Virus Corona COVID-19 bisa bertahan, namun virus itu dikatakan dapat hidup di permukaan dan benda.

Dengan cara yang sama, Virus Corona diyakini menempel pada permukaan tubuh anjing atau kucing, bahkan saat anjing atau kucing tersebut belum benar-benar tertular virus. Pencarian sedang dilakukan oleh AFCD dengan pengujian, untuk melihat bila seekor anjing itu terinfeksi atau baru saja terkontaminasi virus.

Pendiri Lifelong Animal Protection Charity (LAP) yang berbasis di Hong Kong, Sheila McClelland, mengatakan bahwa "Bukti saat ini menunjukkan bahwa anjing tidak lebih berisiko penyebaran (Virus Corona COVID-19) daripada benda mati seperti gagang pintu," tulisnya, dalam suatu surat kepada pihak berwenang di Hong Kong, yang dia bagikan dengan CNN.

Sheila McClelland menyampaikan bahwa tidak ada penelitian yang diterbitkan yang menunjukkan bahwa uji Virus Corona COVID-19 akurat pada anjing.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓