Aktivitas Militer AS di Seluruh Dunia Terganggu Virus Corona

Oleh Liputan6.com pada 01 Mar 2020, 09:00 WIB
Diperbarui 01 Mar 2020, 09:00 WIB
Hari Thanksgiving, Trump Tengok Tentara AS di Afghanistan
Perbesar
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara kepada anggota militer saat mengunjungi Pangkalan Udara Bagram, Afghanistan, Kamis (28/11/2019). Kunjungan dadakan Trump pada hari Thanksgiving tersebut mengejutkan pasukan AS yang bertugas di Afghanistan. (AP Photo/Alex Brandon)

Liputan6.com, Washington, D.C. - Militer Amerika Serikat (AS) yang notabene nomor satu di dunia tak luput kena dampak dari Virus Corona (COVID-19). Berbagai aktivitas pun terhenti atau tertunda. 

Dilaporkan VOA Indonesia, Sabtu (29/2/2020), militer Amerika dan Korea Selatan Kamis lalu (27/2) mengumumkan penangguhan latihan gabungan yang sedianya dilaksanakan Maret ini karena kekhawatiran akan wabah Virus Corona, sehari setelah seorang personil Amerika dinyatakan positif terjangkit virus itu ketika ditempatkan di Semenanjung Korea.

Tiga orang dari pasukan Amerika dan Korea Selatan yang berhubungan dengan personil Amerika itu juga dinyatakan positif mengidap Virus Corona. Mereka adalah seorang tentara berusia 23 tahun, seorang janda personil pasukan Amerika-Korea Selatan, dan seorang karyawan berkewarganegaraan Korea Selatan yang bekerja di Kamp Carroll.

Sedikitnya 20 personil Angkatan Bersenjata Korea Selatan juga telah dinyatakan positif mengidap virus mematikan itu. Awal pekan ini Menteri Pertahanan Korea Selatan Jeong Kyeong-doo mengatakan kepada wartawan di Pentagon bahwa seluruh personil militer dilarang untuk liburan atau pindah ke unit berbeda guna mencegah meluasnya virus itu lebih jauh.

Jumlah kasus Virus Corona di Korea Selatan telah melonjak menjadi lebih dari 2.337 kasus. Tiga belas penderitanya meninggal dunia. 

Amerika telah menaikkan peringatan perjalanan ke Korea Selatan dan Jepang pekan ini karena kekhawatiran di seluruh dunia bahwa kedua negara Asia itu mungkin menjadi tempat penularan Virus Corona tercepat di luar China, di mana virus itu tadinya bermula.

Pejabat-pejabat Amerika mengatakan sekolah-sekolah di bawah Departemen Pertahanan di Jepang akan tetap dibuka, namun sekolah-sekolah bagi anak-anak personil militer di Korea Selatan akan tetap ditutup hingga setidaknya tanggal 6 Maret mendatang.

2 dari 3 halaman

Antisipasi di Iran

Hari Thanksgiving, Trump Tengok Tentara AS di Afghanistan
Perbesar
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (tengah) didampingi Presiden Afghanistan Ashraf Ghani berbicara kepada anggota militer saat mengunjungi Pangkalan Udara Bagram, Afghanistan, Kamis (28/11/2019). (AP Photo/Alex Brandon)

Wabah Virus Corona juga terjadi di Iran dan Italia, dua negara di mana sekitar 15.000 personil Departemen Pertahanan bermukim.

Panglima Komando Amerika-Eropa dan Komandan Sekutu Tertinggi NATO di Eropa Jendral Todd Wolters Selasa lalu (25/2) mengatakan kepada Komite Angkatan Bersenjata Senat bahwa sejumlah’ personil Amerika di Italia telah diminta tinggal di rumah agar tidak tertular virus tersebut.

Ditambahkannya, sejumlah sekolah, pusat kebugaran dan gereja di instalasi Amerika di Vicenza juga ditutup sebagai langkah berjaga-jaga. Hampir 900 orang positif tertular virus korona di Italia.

Wolters menambahkan bahwa militer Amerika juga mengantisipasi peningkatan jumlah kasus Virus Corona di Jerman, di mana lebih dari 46.000 personil dan warga sipil Departemen Pertahanan Amerika kini berada. Militer Amerika, ujarnya, siap melaksanakan rencana untuk mencegah meluasnya virus tersebut.

Sekitar 70.000 personil militer Amerika yang ditempatkan di Timur Tengah kini juga dilarang mengambil cuti “untuk memitigasi risiko operasional’’ wabah Virus Corona, demikian ujar juru bicara Komando Pusat Amerika Kapten Bill Urban.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓