3 Negara Maju Ragu Indonesia Siap Melawan Virus Corona

Oleh Tommy Kurnia pada 01 Mar 2020, 07:00 WIB
Diperbarui 01 Mar 2020, 07:00 WIB
Jokowi Pimpin Rapat Terbatas
Perbesar
Presiden Joko Widodo atau Jokowi memimpin rapat terbatas (ratas) di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (30/10/2019). Rapat terbatas perdana dengan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju itu mengangkat topik Penyampaian Program dan Kegiatan di Bidang Perekonomian. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Tiga negara maju, Australia, Kanada, dan Amerika Serikat (AS), tidak seratus persen yakin bahwa Indonesia siap melawan Virus Corona (COVID-19). Diplomat-diplomat negara tersebut ternyata sudah saling berbicara terkait kesiapan Indonesia. 

Berdasarkan laporan Sydney Morning Herald, Sabtu (29/2/2020), ketiga negara itu ternyata kompak meminta otoritas kesehatan Indonesia untuk lebih siap melawan Virus Corona.  

Para diplomat juga kompak berpesan agar pemerintah Indonesia lebih aktif melakukan pengujian untuk mendeteksi Virus Corona.

Poin lainnya adalah menjelaskan bahwa "banyak rumah sakit di Indonesia yang punya perlengkapan perlindungan diri yang mumpuni, tidak cukup memiliki kamar isolasi, kurangnya kemampuan transportasi spesimen."

Transportasi spesimen yang dimaksud berkaitan dengan spesimen yang diuji untuk Virus Corona kemungkinan tak disimpan dengan layak.

Mantan Duta Besar AS untuk Indonesia Joseph R. Donovan juga dilaporkan sempat berbicara dengan Kementerian Kesehatan Indonesia terkait isu ini. Namun, juru bicara kedutaan besar AS berkata pihak AS memang sering berkonsultasi dengan pemerintah.

Indonesia yang memiliki lebih dari 200 juta penduduk masih tak mencatat adanya Virus Corona, berbeda dari Malaysia dan Singapura. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto berkata ini adalah berkat doa dari masyarakat.

Terawan pun tidak terima ketika ada profesor dari Universitas Harvard atau pihak lain yang meragukan mengapa tak ada kasus Virus Corona di Indonesia.

"Kalau tidak transparan tidak mungkin setiap anu saya hadapi. Gimana mungkin wajah saya mau menunjukkan tidak transparan. Saya transparan," ujarnya. 

Lalu bagaimana sebetulnya kesiapan Indonesia melawan Virus Corona? Berikut kata pakar kesehatan.

2 dari 4 halaman

Pakar Kesehatan: Hanya Satu Rumah Sakit di Indonesia yang Siap Tangani Virus Corona

Menkes dan Dirut BPJS Kesehatan Rapat dengan DPR
Perbesar
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto saat rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (5/11/2019). Rapat membahas polemik kenaikan iuran BPJS Kesehatan. (Liputan6.com/JohanTallo)

Sejumlah negara di berbagai belahan dunia, mulai meningkatkan statusnya menjadi siaga terkait penyebaran virus corona. Kendati demikian, rata-rata rumah sakit di Indonesia dinilai belum siap dalam menangani kasus virus mematikan tersebut.

Hal itu disampaikan langsung Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia dan Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia, Hermawan Saputra ketika menjadi pembicara dalam diskusi 'Mengukur Efek Corona: Siapkah Kita?' di Hotel Ibis Tamarin, Jakarta Pusat, Sabtu (29/2/2020).

"Kami harus mengakui, rata-rata rumah sakit di sini (Indonesia). Mohon maaf saja, belum betul-betul siap untuk ruang isolasi untuk kasus yang mematikan seperti ini (virus corona)," katanya.

Sejauh ini, Hermawan menganggap, secara kelengkapan fasilitas hanya Rumah Sakit Pemerintah Pusat di bawah naungan Kemenkes saja yang siap menangani kasus virus corona.

"Kalau pun kita akui, baru di Rumah Sakit Pemerintah Pusat yang dimiliki langsung di bawah kemenkes ini yang sudah siap," ujarnya.

3 dari 4 halaman

Perbandingan dengan China

Petugas Medis Tangani Pasien Virus Corona di Ruang ICU RS Wuhan
Perbesar
Petugas medis dari Provinsi Jiangsu bekerja di sebuah bangsal ICU Rumah Sakit Pertama Kota Wuhan di Wuhan, Provinsi Hubei, 22 Februari 2020. Para tenaga medis dari seluruh China telah mengerahkan upaya terbaik mereka untuk mengobati para pasien COVID-19 di rumah sakit tersebut. (Xinhua/Xiao Yijiu)

Lebih lanjut, Hermawan membandingkan kesiapan infrastruktur yang dilakukan pemerintah Republik Rakyat Tiongkok dengan Republik Indonesia.

"Bayangkan kalau ini terjadi di Bali. Pulau ini tidak hanya banyak perjalanan internasional, tapi juga nasional. Kalau kita mengakses ke wilayah Indonesia bagian timur, pasti kita melewati sana, baik laut maupun udara," jelasnya.

"Artinya, kesiapan infrastruktur ini, apakah kita bisa melakukan hal yang dilakukan China. Menyulap rumah sakit infeksi yang lengkap hanya dengan sepuluh hari?," tambahnya.

Dalam menghadapi isu-isu yang beredar seputar kasus corona, Hermawan berharap agar masyarakat tetap tenang namun waspada terhadap kesehatan diri sendiri.

"Ini tantangan kita, kita tidak perlu panik, tapi waspada itu sangat penting," tandasnya.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓