Matematikawan NASA Katherine Johnson Meninggal Dunia pada Usia 101 Tahun

Oleh Liputan6.com pada 26 Feb 2020, 12:23 WIB
Diperbarui 26 Feb 2020, 12:23 WIB
Katherine Johnson menghitung lintasan untuk Alan Shepard, orang Amerika pertama di luar angkasa.

Liputan6.com, Jakarta - NASA telah mengumumkan bahwa mereka kehilangan salah satu sosok yang sangat berjasa. Perintis matematika Afrika-Amerika NASA Katherine Johnson telah meninggal dunia pada usia 101 pada 24 Februari waktu setempat. 

Melalui akun Twitter NASA tentang kepergiannya, diumumkan bahwa mereka menghargai masa hidupnya dan menghormati warisan keunggulannya Johnson.

Johnson dikenal dengan tugasnya untuk menghitung lintasan roket dan orbit Bumi untuk misi luar angkasa awal NASA. 

Johnson sebelumnya telah menghitung lintasan untuk penerbangan luar angkasa Alan Shepard, yang dikenal sebagai orang Amerika pertama di luar angkasa. Selain itu, Johnson juga berpartisipasi untuk menghitung lintasan untuk penerbangan Apollo 11 1969 ke Bulan.

Kisah perjalanan Johnson diangkat ke layar lebar pada 2016 dengan judul Hidden Figure, dan menjadi masuk nominasi dalam penghargaan Oscar.

Melansir dari BBC, Rabu (26/2/2020), film ini menceritakan kisah wanita Afrika-Amerika yang dapat membantu menempatkan astronaut AS John Glenn ke orbit di sekitar Bumi pada 1962 berkat kemampuan matematika yang dimilikinya. 

Administrator NASA Jim Bridenstine menggambarkan Johnson sebagai pemimpin dari masa perintisnya. Ia mengatakan bahwa Johnson membantu negaranya memperbesar batas ruang, bahkan ketika ia membuat langkah besar yang juga membuka pintu bagi perempuan dan orang kulit berwarna dalam pencarian manusia universal untuk menjelajahi ruang angkasa.

"Dedikasi dan keterampilannya sebagai ahli matematika membantu menempatkan manusia di Bulan, dan sebelum itu memungkinkan para astronaut kita untuk mengambil langkah pertama di luar angkasa yang sekarang kita ikuti dalam perjalanan ke Mars,” ujar Bridenstine.

 

2 dari 3 halaman

Kisah Hidup Johnson

Katherine Johnson.
Katherine Johnson. (NASA)

Johnson lahir di sebuah kota kecil di Virginia Barat pada 1918 dan sangat menyukai angka-angka sejak ia masih muda. Seperti yang dilaporkan oleh NASA, prestasi akademik Johnson sangat mengesankan.

Johnson unggul secara akademis, hal itu dibuktikannya pada usia 14 tahun ia lulus dari sekolah menengah, sementara pada usia 18 tahun ia sudah lulus dari universitasnya.

Ia pernah mengatakan bahwa ia menghitung semuanya, termasuk menghitung langkah saat berjalan, langkah ke gereja, jumlah piring dan barang lain yang dicuci, apa pun yang bisa dihitung, pasti ia lakukan.

Setelah bekerja sebagai guru dan menjadi ibu rumah tangga, Johnson mulai bekerja untuk NACA, yang diketahui sebagai pendahulu NASA. 

Johnson pertama kali dipekerjakan oleh National Advisory Committee for Aeronautics (NACA) pada 1953 untuk menghitung lintasan misi ruang angkasa AS. Karena itu, ia mendapat julukan human computer wanita dan "komputer memakai rok" pada masa itu.

Ia mengatakan mendapat ajaran dari ayahnya bahwa ia sama bagusnya dengan siapa pun dan tidak lebih baik. Ia juga tidak pernah merasa rendah diri karena sama baiknya seperti orang lain, namun tidak lebih baik dari mereka.

Pada 2015, matematikawan itu dianugerahi Presidential Medal of Freedom, yang merupakan penghargaan sipil tertinggi di AS. Mantan Presiden AS Barack Obama kemudian mengutipnya dalam pidatonya State of the Union sebagai contoh semangat penemuan negara tersebut.

 

Reporter: Jihan Fairuzzia

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓