Dokter Wanita di China Meninggal Usai Terinfeksi Virus Corona Sejak Januari

Oleh Raden Trimutia Hatta pada 24 Feb 2020, 10:30 WIB
Diperbarui 24 Feb 2020, 10:30 WIB
Mengintip Penanganan Pasien Kritis Virus Corona

Liputan6.com, Wuhan - Virus Corona COVID-19 kembali merenggut nyawa petugas medis di Rumah Sakit Wuhan, China. Seorang dokter wanita yang menangani pasien terinfeksi Virus Corona meninggal dunia akibat virus tersebut pada Minggu 23 Februari.

Xia Sisi (29), seorang dokter gastroenterologi, terinfeksi Virus Corona saat bekerja di Rumah Sakit Union Jiangbei di Wuhan, Provinsi Hubei, China tengah, seperti dilansir Xinhua, Senin (24/2/2020).

Dia dirawat di rumah sakit pada 19 Januari dan kemudian dipindahkan ke Rumah Sakit Zhongnan di bawah naungan Universitas Wuhan pada 7 Februari setelah kondisinya memburuk. Xia meninggal dunia pada Minggu pagi waktu setempat meskipun para dokter telah berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan nyawanya.

Rumah Sakit Union Jiangbei berduka atas kematian Xia dan menyatakan belasungkawa kepada keluarganya.

Otoritas kesehatan China telah meminta dinas kesehatan setempat untuk segera mengajukan pemberian gelar kehormatan martir bagi para staf medis yang meninggal kepada otoritas urusan veteran, menghibur keluarga yang ditinggalkan, serta membantu menangani kesulitan mereka.

2 dari 3 halaman

Dokter Lain Meninggal

Mengintip Penanganan Pasien Kritis Virus Corona
Dokter memeriksa kondisi pasien kritis virus corona atau COVID-19 di Rumah Sakit Jinyintan, Wuhan, Provinsi Hubei, China, Kamis (13/2/2020). China melaporkan 254 kematian baru dan lonjakan kasus virus corona sebanyak 15.152. (Chinatopix Via AP)

Seorang dokter 29 tahun dari Wuhan, yang menunda pernikahannya untuk merawat pasien serta memerangi virus corona malah meninggal dunia akibat terinfeksi virus tersebut. Peristiwa terjadi pada 20 Februari 2020.

Dalam sebuah unggahan Facebook oleh People's Daily, Peng Yinhua seharusnya menikah pada 1 Februari, tetapi ia menunda tanggal pernikahannya sehingga dia dapat membantu memerangi Covid-19.

Karena wabah, dokter paru dan perawatan kritis di First People’s Hospital itu tidak memesan tempat untuk pernikahan atau bahkan mengirim undangan, seperti dilansir World of Buzz, Minggu, 23 Februari 2020.

Dia bahkan tidak bisa menghabiskan waktu dengan tunangannya selama Tahun Baru Imlek lalu. Hal itu dilakukan demi mengurus pasien di rumah sakit.

Saat berjuang melawan Covid-19, Peng terinfeksi virus dan dirawat di rumah sakit pada 25 Januari untuk perawatan. Keadaannya memburuk tidak lama setelah itu, dan pada 1 Februari, hari dia seharusnya menikah, dia dikirim ke unit perawatan intensif (ICU).

Pada 20 Februari, Peng meninggal dunia pada jam 9.50 malam waktu setempat. Dia tutup usia di Rumah Sakit Rakyat Pertama di Distrik Jiangxia, Provinsi Hubei, Tiongkok Tengah.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓