19-2-1856: Fotografi Melainotype Dipatenkan dan Menuai Kontroversi

Oleh Liputan6.com pada 19 Feb 2020, 06:00 WIB
Diperbarui 19 Feb 2020, 06:00 WIB
Salah satu hasil fotografi melainotype atau tintypes

Liputan6.com, Jakarta - Tepat 164 tahun yang lalu, fotografi melainotype resmi dipatenkan. Penemuan fotografi jenis ini, diperkenalkan Profesor Hamilton Lanphere Smith.

Fotografi melainotype adalah foto yang dibuat dengan menciptakan positif langsung pada lembaran tipis dari besi dilapisi dengan pernis gelap dan digunakan sebagai komponen untuk emulsi fotografi.

Profesor Smith menerima patennya untuk "foto-foto di permukaan Jepang" pada 19 Februari 1856. Paten tersebut dijelaskan secara terperinci dalam Jurnal Humphrey dua tahun kemudian, dan menghasilkan respons yang antusias dalam komunitas fotografi, demikian dilansir dari Historic Camera, Rabu (19/2/2020).

Namun, paten yang dipasarkan sebagai 'Melainotype' ini, menuai kontroversi karena Victor Griswold telah mengeluarkan paten untuk penemuan 'Ferrotype' yakni penemuan yang serupa pada saat bersamaan.

Ketidaksepakatan paten akhirnya diselesaikan, dan kedua paten tersebut kemudian dirujuk di Amerika Serikat sebagai pelat 'Tintype' karena karakteristiknya yang sama dengan tintype Dr Adolphe-Alexandre Martin.

2 dari 5 halaman

Sejarah Penemuannya

Salah satu hasil fotografi melainotype atau tintypes
Salah satu hasil fotografi melainotype atau tintypes (Liputan6/Wikimedia Commons)

Pada 1854, Smith menjadi Profesor Astronomi dan Sejarah Alam di Kenyon College di Gambier, Ohio. Dengan bantuan siswa seminari Peter Neff, Profesor Smith melakukan eksperimen berdasarkan proses tintype Dr Adolphe-Alexandre Martin yang menghasilkan negatif collodion ke pelat logam yang dilapisi dengan pernis pelindung hitam.

Dia membuat dua perubahan penting pada proses Dr Martin. Pertama, dia menggunakan besi lembaran yang lebih berat dan lebih murah daripada tembaga yang lebih halus untuk piringnya yang disukai pengukir dan daguerreotypists. Dia juga merusak piringnya dengan menempatkannya dalam oven yang dipanaskan agar kering perlahan, yang menciptakan permukaan yang keras.

Pernis Dr Smith, yang terdiri dari minyak biji rami mentah, aspal, dan jelaga, kemudian disikat ke piring dan dikeringkan sampai sapuan kuas menghilang. Pelat dikeringkan dalam oven dan dipoles.

Setelahnya, ia berhasil menemukan fotografi 'Melainotype'.

3 dari 5 halaman

Sosok Hamilton Lanphere Smith

Salah satu hasil fotografi melainotype atau tintypes
Salah satu hasil fotografi melainotype atau tintypes (Liputan6/Wikimedia Commons)

Pelopor fotografi Hamilton Lanphere Smith lahir dari Anson dan Amy Beckwith Smith di New London, Connecticut pada 5 November 1818. Keahlian ilmiahnya terungkap ketika ia membangun teleskop pertamanya dan menjadi mahasiswa di Universitas Yale.

Setelah lulus, ia pindah ke Cleveland di mana ia menjadi pedagang, tetapi sains tetap menjadi cinta pertamanya, sering kali ia mengorbankan bisnis tepungnya. Pada 1841, Smith menikahi Susan Beecher, tetapi sayangnya, Susan meninggal dalam waktu setahun setelah melahirkan putrinya itu. Lima tahun kemudian, dia menikahi Julia Buttles, dan memiliki dua putra.

Menjelang tahun 1840-an, Smith meninggalkan bisnisnya dan membenamkan diri dalam penelitian ilmiah, serta menerbitkan “A Philosophy Natural for Schools” pada 1842 dan “The World; First Lessons in Science and Astronomy” pada 1845. Dia juga menjabat sebagai editor Annals Ilmu semi-periodik dalam periode 1842-1844 dan menjadi kontributor untuk American Journal of Science.

Saat Smith sedang menulis tentang alga laut, dia juga sedang bereksperimen dengan proses fotografi positif collodion. Ketertarikannya pada fotografi berasal dari masa kuliahnya, dan pada awal 1840, dan ia bereksperimen dengan metode daguerreotype baru dan berbagi penelitiannya dengan American Journal of Arts dan sains pada tahun berikutnya.

4 dari 5 halaman

Pensiun dan Wafat

Yuk, Asah Kreativitas Fotografi di Canon Street Pixmatography!
Ilustrasi Fotografer (wallpaperup.com)

Setelah perselisihan dengan Victor Griswold, Profesor Smith memberikan paten kepada muridnya Peter Neff. Selanjutnya, ia kembali menjadi profesor dan penelitian ilmiah di Kenyon College, dan kemudian menjabat sebagai Profesor Astronomi dan Sejarah Alam Hobart College selama tiga puluh dua tahun.

Setelah Profesor Smith pensiun pada 1900, ia menjadi Profesor Emeritus di Hobart College. Sepanjang karirnya yang termasyhur, ia menjabat sebagai Presiden American Microscopical Society, yang merupakan anggota kehormatan Edinburgh dan Perhimpunan Mikroskop Belgia, dan Anggota Royal Society Mikroskopis London.

Pada 1871, ia meraih gelar Doktor Hukum dari Trinity College dan gelar Doktor Ilmu Pengetahuan pada 1900 dari Hobart College. Hamilton Lanphere Smith meninggal di New London, Connecticut pada 1 Agustus 1903 pada usia 85, ironisnya pada tahun yang sama, anak didiknya, Peter Neff juga meninggal dunia.

 

 

Reporter: Deslita Krissanta Sibuea

5 dari 5 halaman

Saksikan video berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓