Badai Dennis di Inggris Sebabkan Longsor dan Banjir, 2 Orang Tewas

Oleh Benedikta Miranti Tri Verdiana pada 17 Feb 2020, 11:02 WIB
Diperbarui 17 Feb 2020, 11:02 WIB
Air banjir mengelilingi mobil-mobil yang ditinggalkan di Tenbury Wells, di Inggris barat, setelah Sungai Teme meluap pada hari Minggu.

Liputan6.com, Wales - Badai Dennis melanda Britania Raya. Insiden tanah longsor dan banjir pun melanda South Wales dan beberapa bagian Inggris.

Dilansir dari BBC, Senin (17/2/2020), pihak kepolisian South Wales telah menangani "banyak" tanah longsor dan banjir. Pihaknya juga menemukan beberapa warga yang terperangkap dalam rumahnya masing-masing. 

Rumah-rumah juga telah banjir, sementara polisi di Worcestershire sedang mencari seseorang yang dikhawatirkan tersapu ke Sungai Teme. Lebih dari 700 peringatan banjir dan peringatan diberlakukan di seluruh Inggris, pada pukul 23.45 GMT pada Minggu 16 Februari.

Saat ini ada delapan peringatan banjir parah di Inggris, yang berarti ada bahaya yang mengancam keselamatan penduduk. Kondisi tanah jenuh yang ditinggalkan Badai Ciara akhir pekan lalu telah mendorong banjir parah yang terlihat di Inggris selama 24 jam terakhir.

Hujan deras disebut memperparah bencana banjir dan tanah longsor, menurut Kepolisian South Wales.

Akibat dari besarnya bencana Badai Dennis tersebut, seorang pria berusia 19 tahun tenggelam dalam gelombang raksasa yang disebabkan badai hebat di dekat Herne Bay, Kent, tepat setelah pukul 12.00.

Tubuh seorang pria yang jatuh dari kapal tanker di laut dekat Margate, Kent, dibawa ke pantai oleh penjaga pantai sekitar pukul 13.00.

Dalam kejadian yang berbeda, tim penyelamat menemukan jasad di laut lepas setelah pencarian ekstensif dilakukan di lepas pantai Inggris tenggara. 

Jenazah itu ditemukan oleh sekoci dari Royal National Lifeboat Institution (RNLI) dan dibawa ke pantai, kata juru bicara penjaga pantai setempat.

2 dari 3 halaman

Banyak Warga Terperangkap

Jalan menuju jembatan pabrik baru di Shelsley Beauchamp, Inggris.
Jalan menuju jembatan pabrik baru di Shelsley Beauchamp, Inggris. (Source: Twitter/ @whitefootphoto)

Jessica Falk Perlman, yang sedang berlibur bersama keluarganya di Crickhowell, Powys, untuk merayakan ulang tahun ibunya yang ke-60, mengatakan kepada BBC Radio 5 Live bahwa petugas pemadam kebakaran membangunkan mereka pada pukul 04:00 GMT untuk memberi tahu mereka bahwa mereka sedang dievakuasi karena Sungai Usk telah meluap. 

Tetapi air dengan cepat membanjiri rumah singgah mereka, sehingga mereka terpaksa ke atas dan proses evakuasi pun terhenti.

"Pintu rumah kami terbuka dan air membanjir hingga ke puncak tangga yang cukup menegangkan pada saat itu," katanya.

"Jauh di pintu depan rumah, banjir sampai ke langit-langit."

Amy Price, 20, mengatakan keluarganya terjebak di lantai atas rumah mereka di Llanover, Monmouthshire, karena air di lantai dasar telah mencapai setinggi lampu.

"Sungai mulai naik sekitar jam 1 pagi dan jam 3 pagi itu mulai masuk ke rumah," katanya.

"Kami mulai menyapu air dan kemudian pada pukul 6 pagi, sungai mulai mengalir ke tepi sungai."

Polisi South Wales mengatakan layanan darurat bekerja dengan organisasi lokal untuk memastikan keselamatan orang-orang di wilayah setempat akibat banjir, dan untuk meminimalkan kerusakan dan gangguan.

Pusat-pusat pengungsian darurat telah disiapkan untuk mereka yang telah dipindahkan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓