Laboratorium Amerika Rilis Foto Terbaru Virus Corona Wuhan Covid-19, Ini Penampakannya

Oleh Benedikta Miranti Tri Verdiana pada 14 Feb 2020, 15:04 WIB
Diperbarui 14 Feb 2020, 15:18 WIB
Ilustrasi Virus Corona.

Liputan6.com, Jakarta - Rocky Mountain Laboratories (RML) di National Institute of Allergy and Infectious Diseases atau Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular mengungkapkan beberapa gambar pertama dari SARS-CoV-2, Virus Corona baru yang telah membuat lebih dari 60.000 orang terinfeksi dan menewaskan 1.370 lainnya dalam wabah yang dimulai di Wuhan, China.

Virus itu disebutkan sebagai gumpalan infeksi kecil yang terbuat dari DNA atau RNA yang terbungkus dalam mantel protein. Mereka terlalu kecil untuk dilihat oleh mikroskop cahaya tipikal.

Dilansir dari Live Science, Jumat (14/2/2020), para peneliti di RML mencitrakan sampel virus dan sel yang diambil dari pasien AS yang terinfeksi COVID-19 (nama baru untuk penyakit yang disebabkan oleh SARS-CoV-2) menggunakan dua jenis mikroskop resolusi tinggi - mikroskop elektron pemindaian dan mikroskop elektron transmisi.

Keduanya menggunakan sorotan elektron yang terfokus daripada sorotan cahaya untuk sampel gambar. (Warna ditambahkan kemudian ke gambar.)

Virus SARS-COV-2 terlihat mirip dengan Middle East respiratory syndrome coronavirus (MERS-CoV) yang muncul pada 2012, dan severe acute respiratory syndrome coronavirus (SARS-CoV) yang muncul pada 2002, menurut sebuah pernyataan.

Itu karena ketiga virus ini berada dalam keluarga yang sama dengan "Virus Corona," yang dinamai karena bentuknya yang seperti mahkota (paling jelas terlihat pada gambar elektron transmisi). Sedangkan kata "corona" dalam bahasa Latin berarti "mahkota.

Ilustrasi Virus Corona.
Ilustrasi Virus Corona. (Source: NIAID-RML)
2 dari 3 halaman

Virus Corona di Hubei

Virus Corona Hantui Perayaan Tahun Baru Imlek
Orang-orang yang mengenakan masker berjalan melewati dekorasi perayaan Imlek Tahun Tikus Logam di Hong Kong, 24 Januari 2020. Pemerintah China memutuskan menutup seluruh akses masuk dan keluar Kota Wuhan untuk mencegah penyebaran wabah virus corona. (AP/Kin Cheung)

Korban tewas akibat wabah Virus Corona di Provinsi Hubei China naik 116, kata komisi kesehatan provinsi itu pada Jumat 14 Februari.

Komisi tidak mengungkapkan jumlah total kematian dari virus yang baru diidentifikasi, yang saat ini sudah mencapai 1.383. 

Dari jumlah kasus kematian baru, 88 terjadi di ibu kota Provinsi Wuhan, di mana virus seperti flu diyakini berasal akhir tahun lalu.

4.823 kasus lainnya telah terdeteksi di Hubei, menjadikan totalnya di provinsi itu menjadi 51.986. Lebih dari empat perlima dari kasus baru provinsi itu ada di Wuhan.

Korban harian naik dengan rekor lebih dari 240 pada hari Kamis setelah komisi tersebut mulai menghitung kasus yang didiagnosis melalui metode klinis baru. Hal ini kemudian memicu kekhawatiran bahwa epidemi corona nyatanya jauh lebih buruk daripada yang dilaporkan.

Tetapi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun bergerak untuk menenangkan ketakutan, mengatakan angka-angka baru itu "tidak mewakili perubahan signifikan dalam lintasan wabah".

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓