WNI di Pusat Wabah Virus Corona Wuhan Akan Pulang ke RI Tanpa Transit

Oleh Tommy Kurnia pada 31 Jan 2020, 16:17 WIB
Diperbarui 31 Jan 2020, 16:17 WIB
Orang-orang berjalan melewati Stasiun Kereta Api Hankou yang ditutup di Wuhan, Provinsi Hubei, China, Kamis (23/1/2020).
Perbesar
Orang-orang berjalan melewati Stasiun Kereta Api Hankou yang ditutup di Wuhan, Provinsi Hubei, China, Kamis (23/1/2020). (Chinatopix via AP)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Luar Negeri Indonesia menyampaikan bahwa pesawat yang menjemput WNI yang terjebak di provinsi Hubei, China, akan berangkat dalam 24 jam.

Pihak Istana menyebut pesawat yang akan dikirim berupa pesawat militer dan sipil.

"Keberangkatan pesawat penjemput bersama tim akan dilakukan dalam waktu kurang dari 24 jam dengan pesawat berbadan lebar agar semua WNI yang bersedia di evakuasi dapat diterbangkan secara langsung tanpa melalui transit," ujar Menlu Retno dalam konferensi pers, Jumat (31/1/2020).

Pemerintah China melalui Kedutaan Besarnya di Jakarta menyebut sudah melakukan clearance untuk tim evakuasi Indonesia. Menlu pun menyampaikan apresiasi atas kerja sama pihak China.

Seluruh WNI akan dikarantina ketika tiba di Indonesia. Mereka pun harus melalui serangkaian pemeriksaan sesuai protokol yang berlaku.

"Persiapan penerimaan di Indonesia juga terus dilakukan sesuai dengan prosedur dan protokol kesehatan yang berlaku," jelas Menlu Retno.

Ia pun menyampikan apresiasi ke berbagai kementerian dan lembaga yang membantu proses evakuasi, yakni Kementerian Kesehatan, Kementerian Perhubungan, TNI, Kemenkumham, BNBP, dan Kepolisian.

Sebelum Indonesia, beberapa negara lain sudah melakukan evakuasi ratusan warganya. Kebijakan evakuasi tiap negara berbeda, Jepang tak menerapkan karantina, sementara Singapura dan AS melakukan karantina.

2 dari 3 halaman

Pemerintah Siapkan Pesawat, TNI Siap

Pekerja menyemprot tempat sampah di luar Stasiun Kereta Api Hankou yang ditutup di Wuhan, Provinsi Hubei, China, Kamis (23/1/2020).
Perbesar
Pekerja menyemprot tempat sampah di luar Stasiun Kereta Api Hankou yang ditutup di Wuhan, Provinsi Hubei, China, Kamis (23/1/2020). (Chinatopix via AP)

Pemerintah terus mematangkan rencana evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang kini terisolasi di Wuhan, China karena mewabahnya Virus Corona. Pesawat hercules milik TNI AU disiapkan untuk menjemput para WNI.

"Kalau pakai hercules bisa pakai 3 buah. Satu kali penerbangan," kata Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (31/12020).

Pemerintah RI Akan Jemput WNI dari Pusat Virus Corona Wuhan dalam 24 Jam  Selain hercules, Fadjroel mengatakan pemerintah juga menyiapkan pesawat sipil untuk satu kali penerbangan. Dengan begitu, diharapkan semua WNI yang berada di Wuhan bisa terevakuasi.

Kendati begitu, dia mengaku belum bisa memastikan berapa lama dan kapan evakuasi terhadap WNI di Wuhan akan mulai dilakukan. Saat ini, kata Fadjroel, kementerian terkait tengah berkoordinasi dengan pemerintah China.

"Ini hubungan antar negara. Tentu tidak semudah kita urusan antar provinsi di Indonesia. Apalagi terkait ada merebaknya Virus Corona di Wuhan ini," jelas Fadjroel.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah mengeluarkan perintah kepada jajarannya agar segera mengevakuasi WNI di Provinsi Hubei khususnya wilayah Wuhan ,China. Keputusan ini disampaikan usai menggelar rapat internal yang membahas soal evakuasi WNI di Wuhan, kota asal Virus Corona.

Sebelumnya, Tentara Nasional Indonesia (TNI) siap mengevakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang terisolasi akibat Virus Corona di kota Wuhan, China. Hal itu disampaikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis 30 Januari 2020.

Hadi mengatakan TNI telah menyiagakan pesawat-pesawat milik TNI termasuk berbagai peralatan yang mendukung dalam rangka mengevakuasi WNI. Selain menyiagakan pesawat, TNI juga menyiapkan tenaga medis.

Dia juga telah memerintahkan Kapuskes TNI bersama Dinas Kesehatan Angkatan untuk menyiapkan peralatan-peralatan apa saja yang harus dibawa termasuk baju astronot, ruang isolasi, dan alat untuk memonitor panas tubuh manusia.

"Semua itu sudah disiapkan, TNI tinggal menunggu perintah dari Menlu selaku leading sector. Intinya, kapanpun diberangkatkan TNI siap," ucap Hadi Tjahjanto.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓