Seberapa Bahaya Virus Corona Dibanding SARS dan MERS? Ini Kata Ahli

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 31 Jan 2020, 19:40 WIB
Diperbarui 31 Jan 2020, 19:40 WIB
Staf medis memindahkan seorang pasien dari ambulans ke rumah sakit Jinyintan, tempat pasien-pasien terinfeksi virus corona dirawat di Wuhan, provinsi Hubei, China pada Senin 20 Januari 2020.
Perbesar
Staf medis memindahkan seorang pasien dari ambulans ke rumah sakit Jinyintan, tempat pasien-pasien terinfeksi virus corona dirawat di Wuhan, provinsi Hubei, China pada Senin 20 Januari 2020. (Source: AP)

Liputan6.com, Jakarta- Jumlah kematian akibat Virus Corona dikabarkan telah mencapai 213 orang per hari Jumat di China. Dengan kasus penularan yang dilaporkan mencapai 9.692.

Mengenai seberapa mematikannya Virus Corona baru, para peneliti masih bekerja untuk menemukan hal itu secara tepat. Menurut laporan yang beredar, tingkat kefatalan penyakit tersebut sebanyak  3-4 persen.

Namun, mereka telah menemukan beberapa kesamaan antara hal itu dengan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), seperti dikutip dari Global News.ca, Jumat, (31/1/2020).

Kedua virus ini, (Virus Corona dan SARS) diyakini berasal dari hewan, namun dengan kemampuan untuk menjangkau dari individu ke individu lain, juga muncul dengan cara yang sama.

2 dari 4 halaman

Perbandingan dengan MERS

Virus Corona Mewabah, Pekerja China Sibuk Produksi Pakaian Pelindung dan Masker
Perbesar
Pekerja memproduksi masker di sebuah pabrik di Yangzhou, Provinsi Jiangsu, China, Senin (27/1/2020). Masker tersebut diproduksi untuk mendukung pasokan bahan medis saat wabah virus corona melanda China. (STR/AFP)

Direktur Global Strategy Lab dan profesor kesehatan global di York University, Steven Hoffman, mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk menyatakan seberapa parah penyakit itu akan berdampak dan seberapa besar penularan yang akan terjadi.

Steven Hoffman pun mengatakan, "Kami akan mengantisipasi tingkat keparahan yang jauh lebih rendah dalam konteks Kanada daripada di banyak negara lain di dunia yang tidak memiliki kapasitas kesehatan masyarakat”.

"Spekulasi pada titik ini tidak membantu”, tambahnya.

Walaupun virus tersebut terlihat sebagai ancaman kesehatan masyarakat yang serius, Steven Hoffman mengatakan bahwa virus itu tidak mematikan seperti Virus Corona lainnya, yaitu Middle East Respiratory Syndrome (MERS), yang pada 2012 lalu, muncul pertama kali di Arab Saudi.

MERS telah menularkan orang di lebih dari 26 negara dan jumlah orang yang meninggal karena terinfeksi mencapai sekitar 35 persen, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Unta diyakini sebagai asal munculnya virus tersebut, tetapi ada juga kemampuan untuk ditularkan dari individu ke individu lain. Gejala-gejala dari virus ini terdiri dari demam, batuk dan sesak napas, hingga menyebabkan Pneumonia.

3 dari 4 halaman

Tidak Sulit Dicegah?

Virus Corona Mewabah, Pekerja China Sibuk Produksi Pakaian Pelindung dan Masker
Perbesar
Pekerja memproduksi pakaian pelindung di sebuah pabrik di Nantong, Provinsi Jiangsu, China, Senin (27/1/2020). Pakaian pelindung tersebut diproduksi untuk mendukung pasokan bahan medis saat wabah virus corona melanda China. (STR/AFP)

Menurut suatu informasi, 2019-nCoV dikatakan hampir tidak menular seperti virus campak, yang dapat hidup hingga 2 jam di udara setelah orang yang terinfeksi batuk atau bersin.  

Sistem kesehatan publik di Kanada dikatakan telah belajar banyak dari SARS dan jauh lebih siap untuk menangani pandemi potensial, kata Steven Hoffman. Dengan ditingkatkannya pemeriksaan di bandara, komunikasi antara lembaga kesehatan, hingga unit isolasi dirumah sakit.

Ia pun mengatakan, "Berapa pun jumlah kasus kematian, kemungkinan akan lebih rendah di Kanada," katanya.

"Tindakan pencegahan yang harus diambil untuk Virus Corona sama dengan musim flu, yaitu dengan mencuci tangan, batuk yang ditutup dan tinggal di rumah jika mereka sakit", tambahnya. 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓