KBRI Ankara: Ada 3 WNI Terdampak Gempa Bumi Turki, Mereka Selamat

Oleh Tanti Yulianingsih pada 25 Jan 2020, 14:02 WIB
Diperbarui 25 Jan 2020, 14:02 WIB
Gempa Hari Ini di NTB dan NTT Tidak Berpotensi Tsunami
Perbesar
Hari ini, Jumat, 30 Desember 2016, gempa guncang Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat. (Ilustrasi Gempa: cdn.abclocal.go.com)

Liputan6.com, Elazig - Gempa bumi mengguncang Provinsi Elazig di Turki pada 24 Januari 2020 waktu setempat. Lindu bermagnitudo 6,8 itu dilaporkan menewaskan 18 orang, 553 orang terluka, dan 30 orang terjebak di reruntuhan, sesuai keterangan resmi otoritas bencana Turki (AFAD).

"Pada tanggal 24 Januari 2019 pukul 20.55 WS (waktu setempat) telah terjadi gempa bumi berkekuatan 6,8 SR di kedalaman sekitar 6,7 km di wilayah Elazig, wilayah Timur Turki dekat perbatasan dengan Armenia, Irak, Suriah dan Iran. Getaran berlangsung sekitar 15 detik dan menghancurkan sebagian gedung di sekitar epicentrum," demikian informasi dari KBRI Ankara dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (25/1/2020). 

KBRI Ankara kemudian bergerak cepat menghimpun informasi terkait keberadaan WNI di sana pasca-gempa.

"Melalui Anggota Satgas Perlindungan WNI yang ada sekitar area gempa di Elazig diketahui terdapat 3 WNI (1 mahasiswa dan 2 WNI menikah dengan warga setempat) di Elazig. KBRI telah berhasil kontak dengan salah satu dari mereka dan memperoleh informasi bahwa ketiganya dalam kondisi selamat".

KBRI Ankara terus memantau perkembangan dan berkoordinasi dengan otoritas terkait setempat pasca-gempa bumi. Otoritas Turki dilaporkan juga secara terpadu melakukan penanganan.

Diperkirakan terdapat sekitar 3.300 WNI di Turki. Sebagian besar adalah mahasiswa/pelajar dan SPA Therapist yang bekerja di industri pariwisata Turki.

Hotline KBRI Ankara +90 532 135 22 98.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Ditangani Presiden Turki

Angkat Bicara, Pejabat Dunia Kecam Kebijakan Trump Soal Yerusalem
Perbesar
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memberi keterangan saat menggelar pertemuan di Ankara, Turki (5/12). Karena kebijakan Trump soal Yerusalem, Erdogan akan memutus semua hubungan diplomatik dengan Israel. (Yasin Bulbul / Pool via AP)

 

Sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan telah mengirim institusi-institusi terkait untuk menanggulangi gempa. Kementerian kesehatan dan dalam negeri juga sudah bergerak.

"Institusi-institusi terkait mengambil semya tindakan yang diperlukan untuk menanggulangi gempa bumi yang terjadi dan dirasakan di banyak provinsi," kata Erdogan via Twitter.

Provinsi Elazig cukup jauh dari ibu kota Ankara, yakni berjarak 750 km. Gempa tak hanya berdampak di Turki, tetapi juga di Suriah dan Georgia.

Menteri Kesehatan Fahrettin Koca mengatakan korban juga jatuh di Provinsi Malatya. Lima orang tewas di provinsi itu akibat gempa. Ada juga dua orang meninggal karena serangan jantung.

Banyak warga yang rumahnya rusak dan ada pula yang takut masuk ke dalam rumah karena khawatir runtuh. Pasukan penyelamat dari daerah sekitar Elazig juga ikut membantu.  

Lanjutkan Membaca ↓