Perjuangan Indonesia Hadapi Tekanan China Terkait Sengketa Wilayah Laut

Oleh Liputan6.com pada 23 Jan 2020, 07:01 WIB
Diperbarui 23 Jan 2020, 07:01 WIB
Kapal Nelayan Natuna

Liputan6.com, Jakarta - China meningkatkan tekanan terhadap Indonesia terkait hak menggunakan jalur laut yang diperebutkan dan menantang Indonesia yang lebih lemah militernya itu untuk mempertimbangkan opsi-opsi mulai dari dialog baik-baik hingga protes keras.

Indonesia mencatat hingga 63 kapal China yang “masuk tanpa izin” di 30 lokasi yang termasuk zona ekonomi eksklusifnya bulan Desember lalu, sebut East Asia Forum dalam laporan 15 Januari lalu, seperti dikutip dari VOA Indonesia, Rabu (22/1/2020).

Serangkaian kejadian serupa menyusul pada awal Januari. Kapal-kapal penjaga pantai China mengawal kapal-kapal negara itu, sebut berbagai media di Jakarta.

2 dari 3 halaman

Khawatir Akan Masalah Baru

kapal natuna
Kapal asing dilihat dari KRI Usman Harun, sesaat sebelum ditangkap. (foto: Liputan6.com / ajang nurdin)

Meskipun bukan yang pertama di antara kedua negara Asia tersebut, eskalasi di dekat Natuna menimbulkan kekhawatiran mengenai masalah baru di daerah yang biasanya tenang di kawasan Laut China Selatan yang disengketakan.

Stephen Nagy, profesor bidang politik dan kajian internasional di International Christian University di Tokyo berpendapat, pihak Indonesia tampaknya merasa China menjadi pelaku yang semakin bermasalah dalam hal keamanan.

China mungkin berharap Indonesia akan melakukan tawar menawar terkait jalur laut di dekat 272 pulau kecil di Natuna yang terletak di barat laut Kalimantan, kemungkinan dengan imbalan bantuan ekonomi, kata para pakar Asia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓