Waspada Virus Corona Misterius China, Bandara AS Perketat Pemeriksaan Bandara

Oleh Benedikta Miranti Tri Verdiana pada 18 Jan 2020, 14:25 WIB
Diperbarui 18 Jan 2020, 14:25 WIB
Mudik Thanksgiving di Amerika

Liputan6.com, Washington D.C - AS mulai melakukan pemeriksaan ketat terhadap penumpang yang tiba dari China -- sebagai asal penyebaran virus misterius terkait SARS. Proses tersebut berlaku sejak Jumat 17 Januari 2020, kata para pejabat.

Sementara itu, tiga kasus yang dikonfirmasi kini telah dilaporkan di luar China - dua di Thailand dan satu di Jepang - bahkan ketika otoritas kesehatan di seluruh dunia berupaya meyakinkan publik bahwa risiko keseluruhan infeksi tetap rendah.

Martin Cetron, seorang pejabat senior di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengatakan kepada wartawan: "Untuk lebih melindungi kesehatan masyarakat Amerika selama kemunculan coronavirus baru ini, CDC memulai penyaringan entri di tiga pintu masuk bandara," seperti dikutip dari AFP, Sabtu (18/1/2020).

Bandara yang dimaksud adalah San Francisco dan New York JFK, keduanya menerima penerbangan langsung. Selain itu Los Angeles, sebagai tujuan terbesar untuk penerbangan lanjutan, katanya, sambil menambahkan: "Kami berharap bahwa penyaringan selama beberapa minggu ke depan dapat mencakup sebanyak 5000 orang mulai Jumat malam.

Pelancong yang datang akan diminta untuk mengisi kuesioner dan menyerahkan ke bagian pemeriksaan suhu. Mereka yang menunjukkan tanda-tanda infeksi mungkin akan dikirim ke fasilitas lain untuk melakukan tes diagnostik yang bisa memakan waktu hingga satu hari.

Langkah itu dilakukan setelah para pejabat China mengatakan infeksi tersebut telah memakan dua korban.

2 dari 3 halaman

Virus Corona

Ilustrasi Virus
Ilustrasi virus. (Liputan6/Shutterstock/Sebastian Kaulitzki)

Sejauh ini tidak ada penularan dari manusia ke manusia, tetapi komisi kesehatan Wuhan mengatakan kemungkinan tersebut tetap masih ada.

Penyakit misterius ini telah menyebabkan kekhawatiran karena hubungannya dengan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome), yang menewaskan hampir 650 orang di seluruh daratan China dan Hong Kong pada 2002-2003.

Pneumonia yang dikaitkan dengan virus baru ini telah menyerang setidaknya 41 orang di China, dengan wabah yang berpusat di sekitar pasar makanan laut di Wuhan. 12 di antaranya telah pulih dan dikeluarkan dari rumah sakit, menurut komisi kesehatan Wuhan, sementara lima lainnya dalam kondisi serius.

Thailand melaporkan kasus kedua virus korona pada Jumat 17 Januari, menginfeksi seorang wanita China berusia 74 tahun yang tiba dari Wuhan awal pekan ini.

Kondisinya membaik, kata pejabat kesehatan Thailand, dengan harapan agar orang tidak panik karena "tidak ada penyebaran virus" di sana.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓