Doktor hingga Penembak Jitu, Sosok Astronaut Korea - Amerika Pertama yang Akan Mengangkasa

Oleh Natasha Khairunisa Amani pada 17 Jan 2020, 15:02 WIB
Diperbarui 17 Jan 2020, 15:02 WIB
Jonny Kim

Liputan6.com, Jakarta Beberapa waktu lalu, Twitter dihebohkan dengan pesan yang dibagikan oleh Jonny Kim. Ia menjadi pria keturunan Korea – Amerika pertama yang dikabarkan direkrut NASA untuk berpartisipasi dalam misi ke Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Jonny Kim direkrut bersama 12 kandidat lainnya, yang lulus beberapa waktu lalu dari program Artemis NASA, memungkinkan para astronaut memenuhi syarat untuk berpartisipasi dalam misi Stasiun Luar Angkasa Internasional, ke bulan dan Mars.

Pria berusia 35 tahun ini juga membagikan prestasi membanggakannya tersebut di akun Twitter pribadi miliknya.

"Merupakan kehormatan sejati ubisa berjalan di antara Korps Astronaut NASA bersama saudara – saudari saya. Kami tahu ada banyak kandidat yang memenuhi syarat dan pantas di luar sana, namun kami beruntung karena bisa mewakili kemanusiaan. Mari kita bekerja menuju masa depan yang lebih baik untuk dunia kita dan anak-anak kita", ungkap Jonny Kim, seperti dikutip dari CNN, Selasa (14/1/2020).

2 dari 4 halaman

Riwayat Prestasi yang Mendukung

ilustrasi sekolah/unsplash element-digital
ilustrasi sekolah/unsplash element-digital

Setelah ia lulus sekolah menengah di Los Angeles, Jonny Kim direkrut oleh Angkatan Laut sebagai rekrutmen pelaut, hingga mendapatkan status elit militernya dari Navy SEAL.

NASA juga membagikan riwayat karir Jonny Kim, yang bertugas sebagai petugas medis, penembak jitu, dan navigator di lebih dari 100 operasi tempur dalam dua penyebaran ke Timur Tengah.

Ia juga merupakan sarjana matematika dari Universitas San Diego dan doktor lulusan Sekolah Medis Harvard.

Jonny Kim adalah seorang dokter residen di sebuah rumah sakit di Massachusetts, saat ia mengikuti pemilihan kandidat astronot pada Juni 2017 lalu, menurut NASA, seperti dikutip dari CNN. 

3 dari 4 halaman

Mempunyai Cita – Cita yang Mulia

Ilustrasi astronot.
Ilustrasi astronot. (iStockphoto)

Jonny Kim juga membagikan latar belakang keluarganya, yang berjuang di Amerika untuk kehidupan yang lebih baik untuk anak – anaknya.

Dalam sebuah wawancara tahun 2017 lalu dengan NASA, Ia menceritakan: "Orang tua saya adalah imigran Korea Selatan yang datang ke Amerika pada awal tahun 80-an untuk harapan kehidupan yang lebih baik bagi anak-anak mereka," ungkapnya.

Menjadi astronot ternyata juga merupakan salah satu cita – cita Jonny Kim.

Dalam wawancara 2017 lalu, ia menceritakan hasrat besarnya dalam mensukseskan misi NASA, ia mengatakan bahwa ia percaya misi NASA dapat memajukan perbatasan ruang angkasa sambil mengembangkan inovasi dan teknologi baru yang akan menguntungkan semua umat manusia.

Mengetahui prestasi yang ia raih tidak mudah, ia pun juga menambahkan: “Tetapi bagi mereka yang berpikir bahwa pencapaian ini mudah, pikirkan lagi”, ungkap Jonny Kim.

Saat memberi tahu nasihat apa yang akan dia beri kepada dirinya saat muda, Jonny Kim mengatakan: "Semua hal yang berharga sangat sulit diperoleh."

 

 

4 dari 4 halaman

Saksikan Juga Video Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓