Aktivitas Gunung Taal Masih Level 4, Pengungsi Nekat Pulang ke Rumah

Oleh Tommy Kurnia pada 15 Jan 2020, 18:40 WIB
Diperbarui 15 Jan 2020, 18:40 WIB
Abu Vulkanik Gunung Taal

Liputan6.com, Kota Talisay - Pihak berwajib di Filipina berjuang menghalau ribuan pengungsi di wilayah Gunung Taal agar tidak pulang ke rumah. Mereka sudah mengungsi hari Minggu kemarin, kemarin akibat gunung Taal yang mengeluarkan lava dan abu vulkanik.

Dilaporkan Channel News Asia, Rabu (15/1/2020), sekitar 40 ribu orang mengungsi di tempat penampungang. Polisi sudah membatasi akses dan evakuasi wajib bagi kota-kota di sekitar Taal.

Aktivitas vulkanik Gunung Taal berada di level 4 yang mengindikasikan letusan bisa terjadi dalam hitungan hari. Jarak bahayanya mencapai 8 kilometer.

Gunung Taal berada di sebuah pulau yang dikelilingi daratan Filipina. Warga kota Talisay termasuk yang kena dampak karena lokasinya di pesisir.

Setelah tiga hari mengungsi, warga Talisay kehilangan kesabaran dan meminta akses dibukakan. Warga ingin membersihkan atap dari debu vulkanik hingga memberi makan ternak.

"Kami ingin mengunjungi rumah kami dan membersihkan atap. Mereka dilapisi abu tebal dan mereka dapat rubuh," ujar warga setempat Melvin Casilao yang ingin pulang bersama para tetangganya.

Polisi pun bersiaga di checkpoint beberapa wilayah agar masyarakat tidak nekat. Selain itu, seismolog mencatat masih ada gempa dan retakan jalan sehingga ancaman meletusnya Gunung Taal masih ada.

2 dari 3 halaman

Boleh Pulang Sebentar

Abu Vulkanik Gunung Taal
Pengendara motor melintasi jalan yang tertutup abu vulkanik dari gunung Taal untuk mengungsi di Lemery, provinsi Batangas, Filipina, Senin (13/11/2020). Erupsi gunung Taal memaksa puluhan ribu orang mengungsi serta membuat sekolah-sekolah dan toko di Manila tutup. (AP/Aaron Favila)

Polisi di beberapa wilayah memberikan keringanan bagi warga untuk pulang. Syaratnya, mereka harus kembali lagi.

"Ada warga yang meminta ingin pulang karena ingin memberi makan peliharaan mereka," ujar Gerry Malipon, kepala polisi kota San Nicolas.

"Tetapi setelah mereka memberi makan, mereka harus pergi secepat mungkin," lanjutnya.

Warga diharuskan mengungsi dalam keadaan cepat, jadi kebanyakan pergi tanpa membawa apapun. Aktivitas vulkanik yang lebih tenang pun membuat mereka ingin pulang.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓