Koala Terancam Punah Akibat Kebakaran Hutan Australia

Oleh Liputan6.com pada 14 Jan 2020, 15:01 WIB
Diperbarui 14 Jan 2020, 15:01 WIB
Ilustrasi Koala (iStock)

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran hutan di Australia belum padam. Menteri Lingkungan Hidup Australia Sussan Ley memperingatkan, kebakaran hutan ini mengakibatkan koala sebagai hewan asli Australia masuk dalam daftar spesies yang terancam punah.

Ley dan Menteri Keuangan Australia Josh Frydenberg mengumumkan pendanaan sebesar 50 juta dolar Australia (1 dolar Australia = Rp9.490) untuk membantu spesies-spesies yang terdampak krisis kebakaran hutan.

Populasi koala, kata Ley, mendapat "pukulan keras" dari peristiwa kebakaran yang terjadi. Dia pun mengumumkan bahwa spesies ikonik itu dapat secara resmi menyandang status "terancam punah".

Koala telah berstatus "rentan" sejak 2012 lalu, tetapi Ley mengatakan, Komite Ilmiah Spesies Terancam Punah (Threatened Species Scientific Committee) yang bertugas menetapkan status seluruh spesies di Australia, dapat segera menurunkan status tersebut.

"Tidak diragukan lagi sejumlah besar koala telah mati, dan banyak koala lainnya yang terluka," ujarnya, seperti dilaporkan surat kabar The Australian.

"Faktanya, kita belum bisa mengetahui sejauh mana kerusakan yang terjadi hingga pemetaan dilakukan dan kebakaran ini berakhir."

 

2 dari 3 halaman

50.000 Koala Mati

Koala Diberi Minum
Gambar dari video pada 22 Desember 2019, seekor koala meminum air dari botol yang diberikan petugas pemadam kebakaran di Cudlee Creek, Australia Selatan. Untungnya, koala yang terperangkap di sekitar kebakaran itu tidak mengalami luka. (Oakbank Balhannah CFS via AP)

Para pakar khawatir separuh dari 50.000 koala yang tinggal di Pulau Kanguru di Australia Selatan mati dalam kebakaran yang meluluhlantakkan pulau tersebut.

"Segala upaya yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan dan memulihkan habitat koala akan dilakukan, termasuk berbagai pendekatan inovatif yang melihat apakah Anda dapat benar-benar menempatkan seekor koala di area yang bukan merupakan tempat asalnya," kata Ley, seperti dikutip dari Xinhua, Selasa (14/1/2020).

Separuh dari dana tambahan itu akan langsung diberikan kepada sejumlah kebun binatang, pengasuh satwa liar (wildlife carer) dan rumah sakit. Sementara itu, sisa dana akan dikelola Komisaris untuk Komite Ilmiah Spesies Terancam Punah Sally Box, yang akan turut memimpin komite itu bersama Ley dalam upaya pemulihan jangka panjang.

"Ini mungkin soal melindungi habitat yang masih memiliki spesies rentan. Ini mungkin soal mengontrol hama dan tanaman pengganggu. Ini mungkin soal mengamankan populasi spesies yang terancam punah dan memindahkan mereka ke kebun binatang," tutur Box.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓