HEADLINE: Pangeran Harry dan Meghan Pilih Megxit, Keluarga Kerajaan Inggris Pecah?

Oleh Benedikta Miranti Tri VerdianaRaden Trimutia Hatta pada 14 Jan 2020, 00:02 WIB
Diperbarui 14 Jan 2020, 12:31 WIB
Banner Infografis Pangeran Harry dan Meghan Markle Mundur. (Sumber Foto: AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Masalah kembali menerpa Ratu Inggris Elizabeth II. Belum usai skandal seks yang menyeret Pangeran Andrew, pengumuman mengejutkan datang dari Pangeran Harry. Pada 8 Januari 2020, ia dan istrinya, Meghan Markle, menyatakan mundur sebagai anggota senior kerajaan. 

Keputusan besar itu diumumkan melalui media sosial: Instagram. Tanpa berkonsultasi dengan Sri Ratu, bahkan tanpa sepengetahuan Pangeran William, kakak Harry. Padahal, keduanya dikenal sangat dekat dari kecil, terutama sejak sang ibu, Putri Diana, tewas dalam kecelakaan di Paris, Prancis, pada 1997 silam. 

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram

“After many months of reflection and internal discussions, we have chosen to make a transition this year in starting to carve out a progressive new role within this institution. We intend to step back as ‘senior’ members of the Royal Family and work to become financially independent, while continuing to fully support Her Majesty The Queen. It is with your encouragement, particularly over the last few years, that we feel prepared to make this adjustment. We now plan to balance our time between the United Kingdom and North America, continuing to honour our duty to The Queen, the Commonwealth, and our patronages. This geographic balance will enable us to raise our son with an appreciation for the royal tradition into which he was born, while also providing our family with the space to focus on the next chapter, including the launch of our new charitable entity. We look forward to sharing the full details of this exciting next step in due course, as we continue to collaborate with Her Majesty The Queen, The Prince of Wales, The Duke of Cambridge and all relevant parties. Until then, please accept our deepest thanks for your continued support.” - The Duke and Duchess of Sussex For more information, please visit sussexroyal.com (link in bio) Image © PA

Sebuah kiriman dibagikan oleh The Duke and Duchess of Sussex (@sussexroyal) pada

 

"Kami berniat mundur sebagai anggota senior Kerajaan Inggris dan bekerja agar bisa mandiri secara finansial," kata Harry dan Meghan dalam pernyataannya. 

Mereka juga memutuskan untuk tak menetap dekat keluarga kerajaan lain. Pilih bolak-balik, antarbenua, antara Inggris dan Kanada. Meghan Markle punya kesan tersendiri pada negara di Amerika Utara itu. Ia sempat tinggal lama di Toronto untuk syuting tayangan televisi Suits.

Pengumuman itu mendadak sontak mengagetkan. Publik Inggris terbelah, separuh mendukung keputusan Meghan dan Harry, lainnya menentang. Kata 'Megxit' (Meghan-Harry exit) kemudian trending, mengingatkan pada istilah 'Brexit' atau keputusan Britania Raya keluar dari Uni Eropa yang sebelumnya mengirimkan efek kejut ke seluruh dunia.

Ratu Elizabeth dilaporkan kecewa berat bahkan terluka dengan keputusan Megxit. Ia segera bertindak. Pangeran Charles, William, dan Harry dipanggil ke Sandringham pada Senin, 13 Januari 2020. Agendanya dilaporkan untuk memutuskan nasib keluarga kerajaan Britania Raya. 

Meghan Markle tak datang. Perempuan asal Amerika Serikat itu dilaporkan ada di Toronto. Ia mengikuti jalannya rapat keluarga lewat telekonferensi. 

"Itu adalah pertemuan penting yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata mantan sekretaris pers Ratu Elizabeth, Dickie Arbiter, seperti dikutip dari News.com.au.

Infografis Pangeran Harry dan Meghan Markle Mundur. (Liputan6.com/Abdillah)

Tak ada yang tahu pasti apa yang terjadi dalam pertemuan itu. Media Inggris The Sun melaporkan, Pangeran Phillip meninggalkan Sandringham sebelum acara dimulai. Pria 98 tahun itu tertangkap kamera sedang duduk di samping pengemudi. Wajahnya tak terlihat senang. 

Apa sesungguhnya alasan Harry memilih mundur? Masih gelap hingga saat ini. 

Pada 2019 lalu, Pangeran Harry sempat menyebut perlakuan media terhadap sang istri mirip dengan apa yang dialami sang ibu, Putri Diana.

"Aku kehilangan ibu dan aku sekarang menyaksikan istriku menjadi korban dari kekuatan yang sama," kata dia seperti dikutip dari BBC.

Faktor keluarga, untuk melindungi istri dan anaknya, Archie Harrison Mountbatten-Windsor, diduga menjadi alasan di balik keputusan Harry menjauh. Bukan lantaran takhta yang kian jauh darinya. 

Dutch of Sussex kini berada di urutan keenam pewaris singgasana penguasa Inggris, setelah Pangeran Charles, sang kakak, dan tiga anak William buah perkawinan dengan Kate Middleton-- George, Charlotte, dan Louis. 

Dosen HI Fisip Unair Siti R. Susanto juga menilai, keputusan Megxit tidak terkait dengan perebutan takhta di Kerajaan Inggris. Keputusan itu menurut dia lebih banyak dipengaruhi oleh Meghan yang tak terbiasa hidup dalam belenggu norma kerajaan.

"Karakter Harry memang cenderung rebellious, tapi selama ini masih on the track. Bisa jadi dengan pengaruh dari Meghan, maka semakin ekplisit. Bahasa mereka itu 'klop'," katanya kepada Liputan6.com, Senin (13/1/2020).

"Kalau saya pikir, ini lebih ke lifestyle dan prinsip Meghan. Kalau Harry sudah terbiasa 'terbelenggu' norma kerajaan. Meghan yang tidak biasa."

Peneliti di Center for Global and Strategic Studies yang karib disapa Irma ini menyatakan, keputusan Megxit akan membawa dampak bagi Kerajaan Inggris. Khususnya pada nilai kemonarkian, dalam hal ini sakralitas posisi ratu dan raja.

"Karena Ratu Elizabeth merasa ditelikung oleh Harry dan Meghan. Dampaknya sepertinya sangat besar bagi Kerajaan Inggris sendiri. Ratu Elizabeth dan keluarga besar sangat shock dengan keputusan pribadi tersebut. Biasanya keluarga Kerajaan Inggris sangat solid secara internal dan 'taat' dengan keputusan Ibu Ratu, terlepas banyak kontroversi," ungkapnya.

"Bukan idenya (Megxit) yang membuat Ratu sakit hati, tapi caranya yang tanpa konsultasi dan mendadak."

Selain itu, ia juga menyatakan, Megxit akan berdampak pada pecahnya kesolidan keluarga Kerajaan Inggris yang selama ini terjalin. Terlihat dari pernyataan William yang sangat kecewa dengan langkah Harry, sehingga ini menjadikan halangan bagi mereka untuk bisa akrab seperti dulu.

"Yang utamanya membuat mereka solid sebelumnya adalah tragedi kematian Ibu mereka, Putri Diana," ujar dia.

Biasanya, ucap Irma, status keluar dari keluarga kerajaan adalah melanggar ketentuan Istana. Keputusan Megxit pun akan berdampak ke monarki lain di Eropa, "Karena monarki Inggris adalah salah satu yang paling signifikan dan yang paling settled."

Ia menyatakan, ada konsekuensi yang akan ditanggung Pangeran Harry dan Meghan atas keputusan ini. Seperti tidak lagi mendapat privilege kerajaan, tidak berhak mendapatkan garis takhta pewaris kerajaan, tidak berhak menjalankan tugas resmi kerajaan, dan hak istimewa lainnya.

"Benar-benar seperti warga negara biasa," ucap pengajar politik Eropa ini.

Keputusan Megxit, menurut dia, sudah tidak dapat dicegah karena telah menjadi pernyataan resmi. "Mungkin meralat bisa. (Atas desakan) keluarga besar, kalau dari Ratu saja sepertinya masih sulit, karena Meghan terbiasa bebas memutuskan untuk dirinya," Irma memungkasi.

2 of 4

Retaknya Hubungan William dan Harry

Gaya Kate Middleton dan Meghan Markle Saat Natal
Kate Middleton dan Meghan Markle bersama suaminya Pangeran William dan Pangeran Harry saat menghadiri perayaan Natal kerajaan di Gereja St Mary Magdalene di Sandringham, Inggris (25/12). (AFP Photo/Paul Ellis)

Hubungan antara kakak beradik Pangeran William dan Harry kian memanas. Hal ini semakin memuncak ketika Pangeran Harry dan istri, Meghan Markle, memutuskan mundur dari anggota senior Kerajaan Inggris dan memutuskan untuk hidup mandiri di luar kerajaan. Namun, benarkah alasan tersebut merupakan satu-satunya hal yang jadi penyebab keputusan besar mereka?

Hubungan antara kedua bersaudara itu sebelumnya sudah dikabarkan retak. Hal ini semakin diperburuk dengan berita yang juga mengabarkan tidak harmonisnya hubungan antara sang saudara ipar, Meghan Markle dan Kate Middleton.

Pada 2018 lalu, keharmonisan hubungan di keluarga tersebut mulai diragukan sejak William yang mempertanyakan betapa singkatnya hubungan antara Harry dan Meghan, karena keduanya terkesan buru-buru untuk memutuskan menikah. Terkait hal itu, usai Meghan diperkenalkan ke sang kakak, Harry diajak bicara empat mata oleh William.

Menurut salah satu sumber, William memberi nasihat sebelum Harry memutuskan untuk menikah dengan Meghan. Namun, tampaknya pembicaraan yang seharusnya hangat tersebut berujung panas karena Harry tidak menerima saran yang diberikan dengan baik.

Bahkan, salah satu sumber kerajaan mengatakan Pangeran Harry "marah besar". Usai pernikahan Harry dan Meghan pada 19 Mei 2018, mereka memutuskan untuk berpisah secara resmi dari badan amal yang sebelumnya dijalankan bersama.

Badan amal tersebut yang terkenal dengan nama "Royal Foundation" tersebut didirikan kakak beradik itu pada 2009.

Kemudian, Kate bergabung di dalamnya setelah pertunangannya diumumkan dua tahun kemudian. Ketiganya, William, Kate dan Harry kerap terlihat bersama dalam acara-acara yang digelar untuk kepentingan badan amal tersebut. Berbagai proyek sukses seperti Invictus Games juga menjadi bagian dari hasil kerja mereka.

Kejadian lainnya yang membuat publik menyimpulkan adanya ketidakharmonisan di antara Keluarga Royal adalah keputusan Harry dan Meghan untuk tinggal di Frogmore Cottage. Walaupun masih berada di wilayah Istana Kensington, mereka pindah sebelum anak mereka, Archie, lahir.

Semenjak itu, berbagai rumor panas di antara mereka semakin berkembang. Mulai dari hubungan Kate dan Meghan yang tidak akur hingga rumor Meghan yang terus mempengaruhi keputusan yang diambil Harry.

Hingga akhirnya, pasangan Harry dan Meghan melakukan sebuah wawancara eksklusif secara terpisah dengan ITV. Dalam wawancara tersebut, Harry telah menyampaikan secara terbuka kepada publik bahwa ia dan William telah berjalan masing-masing.

"Tentu kami berada di jalur yang berbeda," kata Harry.

Dalam wawancara yang dilakukan pada 20 Oktober 2019 itu Harry mengatakan, "Sebagai saudara, ada hari baik dan buruk."

Namun ia menambahkan, "Kami adalah saudara dan akan selalu jadi saudara. Kami hanya berjalan di arah yang berbeda saat ini. Tetapi saya tentu akan selalu ada untuk dia karena saya tahu dia juga selalu ada untuk saya. Kita tidak lagi sering bertemu seperti dulu karena masing-masing terlalu sibuk," ungkap Harry.

Ia juga mengatakan, pihak kerajaan dirasa gagal untuk mendukungnya dan sang istri. Terlihat dalam video yang berbeda, Meghan Markle juga menyampaikan isi hatinya selama menjadi anggota kerajaan. Meghan bercerita tentang sulitnya ia beradaptasi sebagai ibu baru bagi anaknya, Archie.

Di saat yang bersamaan, ia diterpa segala sorotan media yang tak ada hentinya. "Sebagai wanita, hal ini sangat sulit, menjadi ibu baru, pasangan baru. Saya terima kasih karena tak banyak yang menanyakan apakah saya baik-baik saja?" ujar Meghan dengan emosional.

Meghan merasa sorotan media yang diterimanya sudah berada di atas batas wajar, walau pekerjaannya sebagai artis sebelumnya harusnya membuat ia terbiasa.

Menilai hal tersebut, beberapa sumber menyatakan Harry mungkin merasa terbebani dengan apa yang dirasakan istrinya. Ia merasa harus melindungi istrinya sepenuh tenaga dari media, karena telah belajar dari apa yang dialami ibunya di masa silam.

Lady Diana memang meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil ketika sedang berusaha melarikan diri dari kejaran kamera media. Lantaran masih amat kecil dan tak bisa berbuat apa-apa, Harry pun harus kehilangan ibunya ketika itu.

Kini, ketika istrinya mengalami hal serupa, Harry merasa harus melindunginya sekuat tenaga karena tak mau istrinya mengalami hal yang sama.

Sejak itu, Harry dan Meghan kerap absen dan tak menghadiri berbagai perayaan kerajaan. Mulai dari perayaan Natal hingga acara pernikahan yang harusnya jadi tempat bagi anggota kerajaan berkumpul, tidak dihadiri pasangan tersebut selama beberapa kali. Seringnya ketidakhadiran mereka akhirnya membuat publik sadar bahwa ada yang tidak beres di sana.

Waktu terus bergulir, bulan demi bulan berjalan hingga akhirnya Harry dan Meghan memutuskan untuk mundur dari keanggotaan senior kerajaan. Dengan keputusan ini, tampaknya segala spekulasi publik terasa menjadi nyata dan segala rumor sepertinya bukan hanya kabar burung belaka.

3 of 4

4 Bangsawan yang Mundur

Pangeran Harry
Pangeran Harry dan Pangeran William menyapa warga di sekitar Kastil Windsor (Instagram @kensingtonroyal)

Pangeran Harry bukan anggota keluarga kerajaan pertama yang berhenti dari tugas formalnya, melepaskan takhta Kerajaan Inggris. Sebelumnya sudah ada beberapa bangsawan yang masuk daftar tersebut. Berikut ini di antaranya yang dikutip dari Standard.co.uk dan sejumlah sumber lain, Kamis (9/1/2019):

1. Edward VIII

Paman buyut Harry, mantan Raja Edward VIII, turun takhta pada bulan Desember 1936 untuk menikahi janda asal Amerika, Wallis Simpson.

Anggota kerajaan Inggris ini bertemu sosialita Wallis Simpson ketika Wallis masih menikah dengan suami keduanya, Ernest, pada tahun 1931. Mereka terlibat perselingkuhan, tapi mengakhiri kisahnya dengan pernikahan.

Meski demikian, baik istana, pemerintah, maupun gereja tidak terima seorang warga Amerika yang dua kali bercerai sebagai ratu.

Edward VIII mendorong untuk pernikahan morganatik, di mana istrinya tidak akan mengklaim hak-haknya. Namun, pemerintah tidak akan menerimanya, sehingga akhirnya raja memutuskan untuk turun takhta. Edward VIII meninggalkan saudaranya Duke of York--ayah sang Ratu--untuk mengambil alih sebagai George VI.

2. Pangeran Andrew

Paman Pangeran Harry, Duke of York, mengumumkan tahun lalu ia menarik diri dari tugas publik di masa mendatang setelah penampilan di BBC Newsnight yang membawa bencana baginya.

Upaya Andrew menjelaskan hubungannya dengan pakar keuangan Jeffrey Epstein, yang bunuh diri di penjara pada awal 2019, menjadi bumerang. Ia dikritik habis-habisan karena menunjukkan kurangnya empati terhadap korban (Epstein) dan penyesalan atas persahabatannya.

Hal itu diumumkan Istana Buckingham pada Rabu, 20 November 2019, dengan mengatakan bahwa skandal itu menjadi "gangguan besar" bagi tugas keluarga Kerajaan Inggris dan bagi badan amal yang terkait Pangeran Andrew, salah satu ahli waris takhta dalam garis suksesi Kerajaan Inggris dan adik laki-laki dari Pangeran Charles.

Dalam pernyataannya, Andrew menjelaskan ia meminta izin kepada Ratu Elizabeth II untuk "mundur dari tugas publik" dan Ratu pun mengizinkan, demikian seperti dikutip dari VOA Indonesia, Kamis, 21 November 2019.

3. Sarah, Duchess of York

Mantan istri Andrew, Duchess of York, dilaporkan telah dibekukan dari keluarga kerajaan ketika pernikahan mereka gagal.

Namun, Sarah Ferguson masih terlihat secara teratur di acara bersama putri mereka Beatrice dan Eugenie seperti Royal Ascot. Dia juga terlihat menghadiri pernikahan Harry dan Meghan pada 2018.

4. Putri Diana

Ibunda Pangeran Harry, Lady Di, Princess of Wales, mengatakan pada tahun 1993 bahwa dirinya mengurangi keterlibatan resmi dan akan menjalani kehidupan yang lebih pribadi. Setelah pengumuman tahun sebelumnya dia dan Charles akan berpisah secara damai.

Setelah perceraian mereka pada Agustus 1996, Diana mengundurkan diri dari 93 badan amal, tetapi mempertahankan hubungannya dengan enam badan amal, termasuk Centrepoint, National Aids Trust dan Great Ormond Street Hospital untuk anak-anak.

Diana juga dicopot dari gelar kerajaan setelah perceraian. 

4 of 4

Saksikan video pilihan di bawah ini: 

Lanjutkan Membaca ↓