Ratusan WNI di Belanda Kumpulkan Bantuan untuk Korban Banjir Jakarta

Oleh Tanti Yulianingsih pada 12 Jan 2020, 09:00 WIB
Diperbarui 12 Jan 2020, 09:00 WIB
Anggota ILH yang turut memberikan bantuan kepada korban banjir di acara HUT ILH ke 10, (Dokumentasi ILH)
Perbesar
Anggota ILH yang turut memberikan bantuan kepada korban banjir di acara HUT ILH ke 10, (Dokumentasi ILH)

Liputan6.com, Deventer - Ratusan warga Indonesia yang tinggal di Belanda antusias mengumpulkan dana untuk membantu korban banjir di Jakarta yang terjadi pada awal tahun 2020. Tak kurang dari 1.105 euro terkumpul dalam tiga hari.

Dana yang didapat dari sekitar 300 orang tersebut langsung disalurkan ke Yayasan Alzaimer Indonesia (ALZI) dan Yayasan Hope Indonesia di Jakarta.

Johra Hoogendoorn, warga negara Indonesia (WNI) yang sudah menetap di Belanda lebih dari 10 tahun, berinisiatif mengajak WNI lain yang tinggal di Belanda untuk bersama-sama membantu para korban. Ia lalu mengunggah status di grup media sosial Facebook Indonesian Living Holland pada 5 Januari 2020.

Hal itu kemudian dapat respons baik, mereka yang ingin menyumbang sudah lebih dari 100 orang.

"Saya terpaksa membatasi jumlah penyumbang, karena khawatir terlalu banyak dan saya akan mengalami kesulitan memberikan laporannya," kata Johra dalam keterangannya yang Liputan6.com muat, Minggu (12/1/2020).

"Tanpa disangka-sangka, ternyata seruan yang diunggahnya ini mendapat respons positif. Ratusan anggota grup ini ramai-ramai ingin menyumbang. Namun saya membatasi hanya 5 euro per orang, untuk menghindari dampak negatif, jika jumlahnya tidak ditentukan, selain juga akan merepotkan secara administrasi," jelas Johra.

2 dari 2 halaman

Antusias Hingga Menyumbang Beberapa Kali

Anggota ILH yang turut memberikan bantuan kepada korban banjir. (Dokumentasi ILH)
Perbesar
Anggota ILH yang turut memberikan bantuan kepada korban banjir di acara HUT ILH ke 10, (Dokumentasi ILH)

Meski sudah ditentukan 5 euro per orang, namun ada juga yang mencantumkan nama yang sama sampai 2-3 kali, karena mereka sebenarnya ingin memberikan lebih.

"Sumbangan ini menunjukkan betapa kami juga merasakan penderitaan dari para korban banjir yang menimpa saudara-saudara kami di Jakarta, meskipun kami tinggal jauh dari Tanah Air," ujar Imelda, salah satu pendiri grup ILH.

Batas waktu penerimaan sumbangan memang hanya 3 hari. Itu pun masih saja ada yang mau menyumbang.

"Jika benar2-benar urgent mungkin kita akan membuka bantuan lagi, mengingat prakiraan hujan yang akan turun pada minggu-minggu yang akan datang dan berpotensi banjir di Indonesia," jelas Johra.

Grup Facebook Indonesia Living Holland (ILH) berisi lebih dari 7.300 Warga Indonesia yang menetap di Belanda. Berdiri sejak tahun 2009. Grup ini dibentuk oleh Liem Pien Purba dan dibantu oleh Ellen Christina Nelwan dan Imelda Warella

Grup ini dibentuk untuk saling memberikan informasi dan ruang komunikasi bagi warga Indonesia yang tinggal di Belanda baik yang sudah puluhan tahun maupun yang baru sebulan menetap di Belanda. 

Lanjutkan Membaca ↓