Pariwisata Banyuwangi Akan Dipromosikan Dubes Seluruh Dunia

Oleh Tommy Kurnia pada 11 Jan 2020, 00:13 WIB
Diperbarui 11 Jan 2020, 01:17 WIB
Bupati Banyuwangi Azwar Anas bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama, Dubes RI untuk Selandia Baru Tantowi Yahya, serta Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar, dan

Liputan6.com, Jakarta - Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menarik perhatian para duta besar Republik Indonesia dari seluruh dunia berkat pencapaian pariwisata daerah yang ia pimpin. Para dubes pun terdorong untuk mempromosikan Banyuwangi di negara tempat mereka bertugas.

Pesona Banyuwangi dipaparkan oleh sang bupati di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta Pusat. Di hadapan para duta besar, Bupati Azwar menjelaskan efek positif pariwisata Banyuwangi terhadap ekonomi setempat.

"(Para dubes) kaget, senang, melihat pertumbuhan sekaligus destinasi-destinasi baru di Banyuwangi, dan tadi saya bercerita bagaimana inovasi yang kami kerjakan bisa menurunkan angka kemiskinan cukup signifikan, mulai dari 20 persen menjadi 7,52 persen sekarang," ujar Bupati Azwar kepada Liputan6.com di Kantor Kemlu, Jumat (10/1/2020).

Banyak diplomat yang tertarik dengan program Bupati Banyuwangi Azwar Anas. Mereka pun saling bertukar kontak. Dok: Tommy Kurnia/Liputan6.com

Bupati Azwar datang ke Kemlu atas undangan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama juga hadir sebagai narasumber.

Para Dubes dari benua Asia sampai Afrika langsung menyerbu Bupati Azwar begitu acara selesai. Mereka meminta video-video promosi Banyuwangi untuk kemudian mereka sebarkan.

"Ada dari LA, ada dari Belanda, dari Eropa, dari Amerika Latin, ada Afrika juga. (Mereka) pengen mengundang kita dan appreciate dengan apa yang kita kerjakan," jelas Bupati Azwar.

Bupati Banyuwangi Azwar Anas berbincang dengan perwakilan luar negeri RI di Kemlu. Dok: Tommy Kurnia/Liputan6.com

Tiga hal utama yang Bupati Azwar presentasikan adalah peran pariwisata terhadap kesejahteraan daerah, efek trickle down dari pariwisata pada perekonomian, serta membuktikan Banyuwangi tak hanya punya keindahan alam, melainkan juga inovasi untuk publik.

Income per kapita Banyuwangi pun naik dari dulunya Rp 20 juta sekarang sudah Rp 48 juta per orang per tahun berkat strategi pariwisata pemerintah setempat.

2 dari 3 halaman

Jokowi Minta Duta Besar Fokus pada Diplomasi Ekonomi

Bersama Megawati, Jokowi Beri Arahan Pembumian Pancasila
Presiden Joko Widodo saat Presidential Lecture Internalisasi dan Pembumian Pancasila di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/12/2019). Jokowi memberikan poin kunci untuk pembumian Pancasila di semua kalangan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi membuka rapat kerja Kepala Perwakilan RI dengan Kementerian Luar Negeri. Dalam rapat pembukaan tersebut, Jokowi meminta 70-80 persen tugas para duta besar berfokus pada diplomasi ekonomi.

"Saya kira bapak ibu tahu semuanya mengenai ini, tetapi saya ingin kita semuanya fokus kepada diplomasi ekonomi. Saya ingin 70-80% apa yang kita miliki itu fokusnya di situ, diplomasi ekonomi karena itulah yang sekarang yang sedang diperlukan oleh negara kita," kata Jokowi saat membuka rapat kerja di Istana Negara, Kamis, 9 Januari 2020.

Jokowi meminta para duta besar untuk mengetahui terkait investasi dan prioritas apa yang dibutuhkan. Mulai dari barang dan produk substitusi impor. Dia mencontohkan, 85 persen Indonesia kini masih melakukan impor petrochemical.

Jokowi berharap para duta besar mendatangkan invetasi terkait barang-barang subsitusi impor. Tidak hanya itu, berkaitan dengan energi, Jokowi berharap minyak dan gas nantinya tidak perlu impor.

"Penting sekali para duta besar ini sebagai Duta investasi. Yang pertama, sebagai Duta investasi, tetapi juga harus tahu investasi di bidang apa yang kita perlukan atau menjadi prioritas," ungkap Jokowi.

Kemudian Jokowi juga mencontohkan terkait batubara. Para duta besar, kata dia, bisa mendatangkan investor yang berkaitan dengan hal tersebut. Sebab batubara bisa diubah jadi elpiji.

"Elpiji kita ini impor, impor semuanya. Sehingga yang berkaitan dengan investasi yang berkaitan dengan elpiji penting sekali supaya kita tidak impor gas elpiji lagi," ungkap Jokowi.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓