Video Ini Bukti Pesawat Ukraina Jatuh di Iran Akibat Kena Tembak Rudal?

Oleh Tanti Yulianingsih pada 10 Jan 2020, 10:58 WIB
Diperbarui 10 Jan 2020, 10:58 WIB
Pesawat Ukraina Jatuh di Iran
Perbesar
Orang-orang berdiri di antara puing-puing setelah pesawat Boeing 737 jatuh di dekat Bandara Internasional, Teheran, Iran, Rabu (8/1/2020). Seluruh penumpang pesawat maskapai Ukraina yang membawa 176 orang termasuk kru tersebut dilaporkan tewas. (ROHHOLLAH VADATI / ISNA / AFP)

Liputan6.com, Tehran - Beredar kabar bahwa pesawat Ukraina yang jatuh di Iran diduga akibat terkena tembakan rudal. Namun kebenarannya masih simpang siur, belum dapat dipastikan.

CNN yang dikutip Jumat (10/1/2020) mengklaim telah memperoleh video pada Kamis 9 Januari 2020, yang tampaknya menunjukkan rudal ditembakkan ke langit Tehran dan menyerang sebuah benda, sekitar waktu yang sama ketika sebuah pesawat Ukraina jatuh tak lama setelah lepas landas dari bandara kota, Imam Khomeini International Airport.

Berita video itu muncul beberapa jam setelah para pemimpin Kanada dan Inggris mengatakan bahwa mereka memiliki informasi pesawat Ukraina itu ditembak jatuh oleh rudal surface-to-air Iran. Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, yang negaranya kehilangan 63 warga dalam kecelakaan Penerbangan Ukraina International Airlines 752 awal pekan ini, mengatakan intelijennya serta yang diberikan oleh sekutu, menunjukkan bahwa pesawat komersial ditembak jatuh oleh misil jenis tersebut.

PM Trudeau kemudian meminta penyelidikan menyeluruh tentang penyebab kecelakaan itu, tetapi tidak memberikan rincian tambahan tentang bukti dan intelijen yang dikutipnya. "Ini mungkin tidak disengaja," katanya pada konferensi pers di Ottawa.

Tidak lama setelah konferensi pers Trudeau, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan dinas intelijen negaranya juga mencapai kesimpulan yang sama.

"Sekarang ada informasi bahwa penerbangan itu ditembak jatuh oleh misil Surface to Air Iran. Ini mungkin tidak disengaja. Kami bekerja sama dengan Kanada dan mitra internasional kami, dan sekarang perlu ada investigasi yang transparan dan penuh ," kata Johnson dalam sebuah pernyataan.

"Inggris terus menyerukan semua pihak mendesak untuk mengurangi untuk mengurangi ketegangan di kawasan itu," tambah Boris Johnson.

CNN melaporkan pada hari Kamis sebelumnya bahwa AS semakin percaya bahwa [Iran ](4151825 "" )secara keliru menjatuhkan pesawat itu, menurut beberapa pejabat Amerika.

Teori yang muncul atas analisa itu didasarkan pada kelanjutan analisis data dari satelit, radar dan data elektronik yang dikumpulkan secara rutin oleh militer dan intelijen AS.

Seorang pejabat AS yang akrab dengan intelijen mengatakan, pesawat itu ditembak jatuh oleh dua rudal SA-15 buatan Rusia. AS melihat sinyal-sinyal radar Iran mengunci jetliner, sebelum ditembak jatuh.

Pagi setelah kejadian itu, analis AS menemukan data tetapi butuh satu hari lagi untuk memverifikasi, kata pejabat itu.

Berikut ini rekaman yang diperoleh CNN:

Donald Trump juga mengatakan 'seseorang bisa membuat kesalahan' terkait insiden jatuhnya pesawat Ukraina di Iran. Dalams sebuah pernyataan pada hari Kamis, dia menduga kecelakaan itu bukan karena masalah mekanis, menunjukkan bahwa "seseorang bisa saja membuat kesalahan di sisi lain."

Ditanya dalam acara Gedung Putih soal apa yang terbesit di benaknya sebagai penyebab kecelakaan pesawat, Trump berkata, "Yah, saya curiga."

Para pejabat keamanan Eropa mengatakan kepada CNN bahwa mereka percaya laporan yang menyatakan bahwa pesawat itu ditembak jatuh oleh misil surface-to-air Iran karena kesalahan. Waktu kecelakaan itu telah memicu spekulasi tentang penyebabnya, sebab hanya selang beberapa jam setelah Iran menembakkan rudal di dua pangkalan Irak yang menaungi pasukan AS sebagai pembalasan atas pembunuhan jenderal puncaknya, juga di Irak.

Saling serang antara Tehran dan Washington di tanah Irak adalah peningkatan ketegangan dramatis antara musuh, dan meningkatkan kekhawatiran perang proksi lain di Timur Tengah.

2 dari 3 halaman

Video Menunjukkan Penampakan Rudal

Pencarian Korban Pesawat Ukraina yang Jatuh di Iran
Perbesar
Suasana saat tim penyelamat mencari korban pesawat Boeing 737 milik maskapai Ukraina yang jatuh di Shahedshahr, Iran, Rabu (8/1/2020). Seluruh penumpang beserta kru yang berada dalam pesawat tersebut dilaporkan tewas. (AP Photo/Ebrahim Noroozi)

Video yang dikirim ke CNN sepertinya menunjukkan sebuah rudal yang ditembakkan ke langit Tehran Rabu pagi dan menyerang sebuah benda di langit. Sekitar waktu itu, pesawat Ukrania jatuh tak lama setelah lepas landas.

Kendati demikian, CNN belum dapat memverifikasi keaslian video. Tetapi bangunan yang terlihat di dalamnya terlihat serupa dengan yang ada di pinggiran ibu kota Iran Parand. Pesawat Ukraina jatuh tepat di utara pinggiran kota.

Video yang dikirim ke CNN dan New York Times, menunjukkan cahaya di langit, bergerak ke kiri dan kanan dan kemudian meledak. CNN kemudian meminta lebih banyak informasi dari individu yang mengirim video dan bagaimana mereka mendapatkannya, tetapi belum menerima tanggapan.

 

3 dari 3 halaman

Kepala Otoritas Penerbangan Sipil Iran mempertanyakan tuduhan AS

Bendera Amerika Serikat (AP PHOTO)
Perbesar
Bendera Amerika Serikat (AP PHOTO)

Kepala Otoritas Penerbangan Sipil Iran, Ali Abedzadeh mengatakan, "jika roket atau rudal menabrak pesawat, itu akan jatuh bebas," kata Abedzadeh.

"Bagaimana sebuah pesawat bisa ditabrak roket atau rudal" dan kemudian pilot "mencoba kembali ke bandara?" Dia juga mengatakan kepada CNN bahwa kotak hitam pesawat rusak dan Iran mungkin perlu bantuan untuk memecahkan kodenya.

"Secara umum, Iran memiliki potensi dan cara memecahkan kode kotak hitam. Semua orang tahu itu," kata Abedzadeh. Namun, ia juga menambahkan bahwa, "kotak hitam Boeing 737 Ukraina ini rusak. Ahli Penerbangan Ukraina tiba di sini di Tehran hari ini. Kami mengadakan pertemuan dengan mereka. Mulai besok mereka akan mulai melakukan decoding data."

"Jika peralatan yang tersedia tidak cukup untuk mendapatkan kontennya, Iran akan mengalihdayakan kotak ke para ahli dari Prancis atau Kanada," kata Abedzadeh.

Newsweek adalah yang pertama melaporkan sumber-sumber AS dan Irak percaya Iran menembak jatuh pesawat secara tidak sengaja.

Lanjutkan Membaca ↓

Tag Terkait