Detik-Detik Roket Hantam Mobil Jenderal Top Iran, Sisakan Jari Bercincin Bukti Identitas

Oleh Tanti Yulianingsih pada 04 Jan 2020, 15:49 WIB
Diperbarui 14 Nov 2020, 18:22 WIB
Mobil yang ditumpangi Jendral Iran Qasem Soleimani diserang drone atas perintah Presiden Donald Trump Tubuh korban teridentifikasi berkat cincin yang ia pakai.
Perbesar
Mobil yang ditumpangi Jendral Iran Qasem Soleimani diserang drone atas perintah Presiden Donald Trump Tubuh korban teridentifikasi berkat cincin yang ia pakai. Dok: AP

Liputan6.com, Baghdad - Detik-detik komandan pasukan Quds Iran, Jenderal Qasem Soleimani diledakkan dalam serangan pesawat tak berawak AS di bandara Baghdad yang diperintahkan oleh Presiden Donald Trump terekam CCTV. Gambar itu kemudian tersebar luas.

Rekaman CCTV yang direkam di dekat dengan bandara dan ditayangkan stasiun TV Irak AhadTV menunjukkan ledakan besar salah satu dari dua mobil yang hancur oleh rudal presisi, yang ditembakkan oleh pesawat tak berawak Reaper Kamis 2 Januari 2020 pagi.

Mengutip laporan Daily Mail, Sabtu (4/1/2020), tubuh jenderal top Iran itu disebutkan hancur berkeping-keping dalam serangan itu. Seorang politikus senior mengatakan jenazahnya hanya dapat diidentifikasi dengan cincin yang ia kenakan di tangan kirinya.

Sebuah gambar mengerikan yang beredar di media Iran menunjukkan cincin pada potongan tangan Soleimani yang bersimbah berdarah, dan memiliki kemiripan yang kuat dengan cincin ruby ​​yang dikenakan olehnya di foto lain. Kendati demikian hal itu masih diragukan, sebab korban tewas lainnya yakni Abu Mahdi al-Muhandis juga memakai perhiasan serupa.

Di antara korban tewas yang teridentifikasi adalah jenderal Pengawal Revolusi Islam - Brigadir Jenderal Hussein Jafari Nia dan Mayor Jenderal Hadi Taremi - dengan Kolonel Pengawal Shahroud Mozaffari Nia.

Seorang pemimpin senior serangan minggu ini terhadap kedubes AS, Abu Mahdi al-Muhandis, dilaporkan tewas setelah disambar salah satu dari empat peluru kendali Amerika yang ditembakkan oleh sebuah pesawat tak berawak, Reaper.

Kerumunan orang berduka dan menangis kemudian terlihat mengelilingi peti mati yang diduga berisi jasad hancur Soleimani saat diautopsi di kamar mayat di Baghdad.

Rekaman detik-detik serangan yang menghancurkan mobil Jenderal top Iran Qasem Soleimani itu telah beredar luas.

2 dari 3 halaman

Komentar Donald Trump yang Perintahkan Serangan

Presiden Donald Trump ketika berbicara di Kellogg Arena terkait pemakzulannya.
Perbesar
Presiden Donald Trump ketika berbicara di Kellogg Arena terkait pemakzulannya. (Source: AP/ Evan Vucci)

Dalam menghadapi Teheran yang bersumpah akan membalas dendam kepada Amerika, Presiden Donald Trump membual bahwa Soleimani seharusnya 'dibunuh bertahun-tahun yang lalu,' menuduhnya membunuh ribuan orang Amerika dan mengklaim rakyat Irak tidak ingin dikuasai dan dikendalikan' oleh Iran.

"Jenderal Qasem Soleimani telah membunuh atau melukai ribuan orang Amerika dalam waktu yang lama, dan berencana untuk membunuh lebih banyak lagi ... tetapi tertangkap! Dia secara langsung dan tidak langsung bertanggung jawab atas kematian jutaan orang, termasuk sejumlah besar demonstran yang baru-baru ini terbunuh di Iran," twit presiden AS.

"Sementara Iran tidak akan pernah bisa mengakuinya dengan benar, Soleimani dibenci dan ditakuti di negara itu. Mereka tidak begitu sedih karena para pemimpin akan membiarkan dunia luar percaya. Dia seharusnya dihabisi bertahun-tahun yang lalu!," tambahnya.

"Amerika Serikat telah membayar Irak miliaran dolar setahun, selama bertahun-tahun. Itu di atas semua yang telah kami lakukan untuk mereka. Rakyat Irak tidak ingin didominasi dan dikendalikan oleh Iran, tetapi pada akhirnya, itulah pilihan mereka. Selama 15 tahun terakhir, Iran semakin mendapatkan kendali atas Irak, dan rakyat Irak tidak senang dengan itu. Itu tidak akan pernah berakhir dengan baik!," tambahnya.

Serangan itu dipuji oleh pendukung Partai Republik Lindsey Graham. Dia mengatakan kepada program Fox and Friends: 'Kami membunuh orang yang paling kuat di Iran sebelum Ayatollah. Dia adalah tangan kanan Ayatollah dan kami melepaskan lengan Ayatollah. Tapi ini bukan tindakan balas dendam atas apa yang dia lakukan di masa lalu. Ini adalah serangan defensif preemptive yang direncanakan untuk mengambil organisator serangan yang belum datang. '

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Lanjutkan Membaca ↓