Top 3: Demonstran Hong Kong Usir Pedagang Asal China Hingga Zona Air Laut Panas di Selandia Baru

Oleh Liputan6.com pada 30 Des 2019, 11:00 WIB
Diperbarui 31 Des 2019, 16:14 WIB
Aksi demonstrasi di Hong Kong pada hari Natal.

Liputan6.com, Jakarta Berita mengenai demonstran Hong Kong seperti tiada habisnya. Suasana Natal yang penuh sukacita tidak bisa membendung aksi unjuk rasa kubu pro-demokrasi di Hong Kong. Dilaporkan VOA Indonesia, Minggu (29/12/2019), Polisi bentrok dengan para pengunjuk rasa yang masuk ke sebuah mall di Hong Kong menuntut supaya para pedagang China daratan pergi dari lokasi.

Informasi ini menjadi yang paling populer di kanal Global Liputan6.com.

Berita selanjutnya datang mengenai Ibu Kota Kuno China berusia 3.000 tahun yang dibangun kembali. Taman arkeologi nasional China mulai dibangun di Provinsi Henan, China tengah, sejak Kamis 26 Desember. Taman ini nantinya akan membawa masyarakat untuk menelusuri kembali wilayah bekas ibu kota zaman Dinasti Shang yang berusia lebih dari 3.000 tahun.

Berita yang tak kalah menarik lainnya mengenai informasi tentang ditemukannya zona air laut panas seukuran Texas di Selandia Baru. Di Samudra Pasifik Selatan sebelah timur Selandia Baru, citra satelit menunjukkan area besar air laut pada suhu di atas rata-rata. Sangat jarang untuk melihat area yang begitu luas dengan suhu tinggi seperti itu.

Simak ketiga berita yang paling populer dalam Top 3 kanal Global Liputan6.com edisi Senin, 30 Desember 2019:

2 of 5

1. Rusuh Lagi, Demonstran Hong Kong Usir Pedagang Asal China

Aksi demonstrasi di Hong Kong pada hari Natal.
Aksi demonstrasi di Hong Kong pada hari Natal. (Source: AP/ Vincent Yu)

Suasana Natal yang penuh sukacita tidak bisa membendung aksi unjuk rasa kubu pro-demokrasi di Hong Kong. Polisi pun harus memukul mundur para demonstran yang melakukan sweeping di pusat perbelanjaan. 

Dilaporkan VOA Indonesia, Minggu (29/12/2019), Polisi bentrok dengan para pengunjuk rasa yang masuk ke sebuah mall di Hong Kong menuntut supaya para pedagang China daratan pergi dari lokasi.

Kira-kira 100 demonstran masuk ke pusat pertokoan itu sambil menyerukan "Bebaskan Hong Kong" dan "Pulanglah ke Daratan China!"

 

Baca selengkapnya...

3 of 5

2. Ibu Kota Kuno China Berusia 3.000 Tahun Dibangun Kembali

Foto hasil bidikan udara yang diabadikan pada 14 Oktober 2018 ini memperlihatkan situs Yinxu di Anyang, Provinsi Henan, China tengah.
Foto hasil bidikan udara yang diabadikan pada 14 Oktober 2018 ini memperlihatkan situs Yinxu di Anyang, Provinsi Henan, China tengah. (Xinhua/Li An)

Taman arkeologi nasional China mulai dibangun di Provinsi Henan, China tengah, sejak Kamis 26 Desember. Taman ini nantinya akan membawa masyarakat untuk menelusuri kembali wilayah bekas ibu kota zaman Dinasti Shang yang berusia lebih dari 3.000 tahun.

Dengan total investasi sekitar 15 miliar yuan (1 yuan = Rp 1.994), proyek ini akan mencakup seluruh zona perlindungan Yinxu, atau Reruntuhan Yin, yang ditambahkan ke dalam Daftar Warisan Dunia pada 2006 oleh UNESCO.

Reruntuhan ini terdiri dari sisa-sisa arkeologi kota kuno Yin, ibu kota terakhir zaman Dinasti Shang (1600-1046 SM).

Baca selengkapnya...

4 of 5

3. Terkuak, Zona Air Laut Panas Seukuran Texas Ditemukan di Selandia Baru

Zona air laut panas seukuran Texas ditemukan di Selandia Baru.
Zona air laut panas seukuran Texas ditemukan di Selandia Baru. (ClimateReanalyzer.org)

Di Samudra Pasifik Selatan sebelah timur Selandia Baru, citra satelit menunjukkan area besar air laut pada suhu di atas rata-rata.

"Air di daerah itu memiliki suhu sekitar 5 derajat Celcius (sekitar 9 derajat Fahrenheit) lebih hangat daripada rata-rata sesuai garis lintang dan waktu dalam setahun," kata James Renwick, seorang profesor dan kepala Sekolah Geografi, Lingkungan, dan Ilmu Bumi di Victoria University di Wellington, Selandia Baru seperti dikutip dari CNN, Minggu (28/12/2019).

Massa besar air yang relatif hangat di Samudra Pasifik itu dapat dideteksi dari luar angkasa, dan merupakan area terbesar dari suhu air di atas rata-rata di Bumi saat ini. Luasnya sekitar satu juta kilometer persegi (400.000 mil persegi), meliputi area lautan yang lebih besar dari ukuran Texas.

Baca selengkapnya...

 

 

Reporter: Jihan Fairuzzia

5 of 5

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓