China Bakal Tulis Ulang Isi Alkitab dan Al-Qur'an di Tengah Isu Uighur

Oleh Benedikta Miranti Tri Verdiana pada 27 Des 2019, 13:02 WIB
Diperbarui 29 Des 2019, 12:13 WIB
Presiden China Tiba di Hong Kong

Liputan6.com, Beijing - China rencananya akan menulis ulang isi terjemahan Alkitab dan Al-Quran. Upaya itu digadang-gadang demi mencerminkan nilai nasionalis di tengah isu Uighur, yang menuduh pemerintah negara tersebut telah melakukan tindakan keras.

Kitab suci keluaran baru nanti, tidak akan mengandung konten apapun yang berlawanan dengan keyakinan Partai Komunis, menurut pihak berwenang dari partai berkuasa di China.

Paragraf yang dianggap salah oleh badan sensor akan diubah atau diterjemahkan kembali.

Dilansir dari Daily Mail, Jumat (27/12/2019), walaupun Alkitab dan Al-Qur'an tidak disebutkan secara spesifik, partai tersebut menyebutkan "evaluasi komprehensif klasik agama yang bertujuan pada konten tak sesuai dengan perkembangan zaman."

Mandat itu diberikan pada bulan November selama pertemuan yang diadakan oleh Komite Urusan Etnis dan Agama Komite Nasional Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China, yang mengawasi masalah etnis dan agama di Tiongkok.

2 dari 3 halaman

Konferensi Antar Pemuka Agama

Bendera China
Ilustrasi (iStock)

Enam belas pakar, pemegang kepercayaan dan perwakilan masing-masing agama yang berbeda dari Komite Sentral Partai Komunis China menghadiri konferensi bulan lalu, menurut Kantor Berita Xinhua.

Pertemuan tersebut diawasi oleh Wang Yang, Ketua Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China.

Wang menekankan bahwa otoritas agama harus mengikuti instruksi Presiden Xi dan menafsirkan ideologi agama yang berbeda sesuai dengan 'nilai-nilai inti Sosialisme' dan 'persyaratan era', surat kabar Prancis Le Figaro melaporkan.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓