2 WNI Korban Sandera Abu Sayyaf Pulang ke Tanah Air pada 26 Desember

Oleh Tommy Kurnia pada 23 Des 2019, 12:23 WIB
Diperbarui 23 Des 2019, 12:23 WIB
Konferensi Pers Dubes RI untuk Filipina Dr Sinyo Harry Sarundajang bersama dua WNI yang menjadi korban sandera Abu Sayyaf, dan militer Filipina.
Perbesar
Konferensi Pers Dubes RI untuk Filipina Dr Sinyo Harry Sarundajang bersama dua WNI yang menjadi korban sandera Abu Sayyaf, dan militer Filipina. Dok: KBRI Filipina

Liputan6.com, Zamboanga - Dua WNI yang menjadi korban penyanderaan kelompok Abu Sayyaf berhasil diselamatkan militer Filipina. Mereka selamat berkat operasi serangan fajar militer yang memukul mundur militan Abu Sayyaf di Panamao, wilayah selatan Filipina.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Filipina Dr Sinyo Harry Sarundajang sudah berada di Zamboanga, Filipina Selatan, untuk menemui WNI yang berhasil selamat yakni Maharudin bin Lunani dan Samiun bin Maneun.

"Sekarang saya sudah berada di kota Zamboanga. Di kota Zamboanga ini para tahanan-tahanan kita itu sudah ada di sini dua orang. Mereka ditahan sudah 90 hari yang lalu," ujar Sinyo kepada Liputan6.com, Senin (23/12/2019).

Sinyo menambahkan masih ada satu WNI lagi yang belum diselamatkan dari Abu Sayyaf, dan militer masih melakukan upaya penyelamatan. Sinyo telah menjemput dua WNI itu sekitar pukul 11 siang waktu Filipina.

Dubes RI untuk Filipina Dr Sinyo Harry Sarundajang (tengah) bersama dua WNI yang menjadi korban sandera Abu Sayyaf, dan militer Filipina. Dok: KBRI Filipina

Mereka ditemui di tempat tentara Western Mindanao Command (WestMinCom), yang seperti Kodam di Filipina. Sinyo juga memastikan dua WNI dalam keadaan sehat.

"Kesehatan mereka prima, bagus, mereka tidak dipukul-pukul. Sangat sehat," tegasnya.

Selanjutnya, Sinyo akan membawa dua WNI itu ke Manila pada siang ini. Rencananya, dua WNI yang jadi korban sandera Abu Sayyaf itu akan dibawa pulang ke Tanah Air pada 26 Desember mendatang.

"Kemungkinan besar tanggal 26 saya akan bawa mereka ke Jakarta. Ke Kemlu untuk menyerahkan untuk Menteri Luar Negeri dan Menlu serahkan kepada keluarga," pungkasnya. 

Dubes Sinyo memberi penghormatan bagi tentara Filipina yang gugur saat melawan Abu Sayyaf. Dok: KBRI Filipina

Sinyo juga menegaskan telah memberikan kabar duka cita dari Indonesia kepada pemerintah Filipina. Tercatat, ada seorang tentara yang gugur ketika melakukan serangan fajar pada Minggu pagi, 22 Desember 2019. Prajurit itu bernama Romnick Estacio dengan pangkat sersan.

Ketika berkunjung ke markas militer, Dubes Sinyo juga menyempatkan memberi penghormatan di depan peti mati prajurit yang gugur saat melawan Abu Sayyaf. Sinyo juga sempat berbincang dengan tentara yang merupakan saudara dari prajurit tersebut.

Dubes RI untuk Filipina Dr Sinyo Harry Sarundajang bersama tentara yang merupakan saudara prajurit yang gugur. Dok: KBRI Filipina

Selain itu, Dubes juga menelepon Menlu Retno Marsudi saat memberikan penghormatannya, kemudian menyerahkan telepon genggamnya pada perwakilan militer untuk berbicara langsung dengan Menlu Retno.

"Saya telah menyampaikan berita duka dari Presiden dan Ibu Menteri Luar Negeri kepada mereka karena satu prajurit meninggal," ujar Sinyo.

2 dari 3 halaman

Detik-Detik Serangan Fajar Tentara Filipina Bebaskan 2 WNI dari Abu Sayyaf

WNI korban sandera Abu Sayyaf berhasil diselamatkan militer Filipina.
Perbesar
WNI korban sandera Abu Sayyaf berhasil diselamatkan militer Filipina. Dok: AP

Tentara Filipina berhasil menyelamatkan dua dari tiga WNI yang disandera kelompok teroris Abu Sayyaf pada September lalu. Operasi serangan fajar dikerahkan militer untuk membebaskan para sandera.

Berdasarkan laporan Manila Bulletin, Komandan Pasukan Bersenjata Filipina di Mindanao Barat, Letjen Cirilito Sobejana menyebut marinir bentrok dengan pasukan Abu Sayyaf di Panamao pada Minggu 22 Desember pukul 4.43 waktu setempat.

Pertempuran berlangsung selama 25 menit. Para tentara berhasil memukul mundur dan mengejar pasukan Abu Sayyaf. Pengejaran berlangsung di area hutan hingga tentara bentrok lagi dengan bandit Abu Sayyaf pada pukul 6.27 pagi.

Baku tembak kembali terjadi antara dua kubu selama 15 menit. Beruntung, helikopter MG520 Angkatan Udara Filipina membantu pasukan darat. Pasukan di helikopter menembakan mortar ke posisi musuh sehingga Abu Sayyaf kembali mundur.

"Selama adu tembak, dua korban berhasil melarikan diri (dari Abu Sayyaf) dan kami berhasil menolong mereka," ujar Letjen Cirilito kepada AFP.

Seorang korban dari pihak Abu Sayyaf tewas di tempat dan seorang lagi dari militer Filipina. Satu korban dari pihak militer terluka dan dibawa ke rumah sakit di Panamao. Hingga kini, militer Filipina masih mengupayakan menolong satu tersandera lain berinisial MF.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓