Crane Roboh di Kuala Lumpur, 4 WNI Termasuk Bayi Jadi Korban

Oleh Tanti Yulianingsih pada 19 Des 2019, 17:19 WIB
Diperbarui 19 Des 2019, 17:19 WIB
Crane proyek pembangunan gedung di Kuala Lumpur, Malaysia, roboh menimpa perumahan warga. (Facebook)
Perbesar
Crane proyek pembangunan gedung di Kuala Lumpur, Malaysia, roboh menimpa perumahan warga. (Facebook)

Liputan6.com, Jakarta - Crane proyek pembangunan gedung di Kuala Lumpur, Malaysia, roboh menimpa perumahan warga. Akibat insiden itu, empat orang termasuk bayi laki-laki berumur tiga bulan yang merupakan warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban luka.

Crane tersebut roboh di lokasi pembangunan kondominium di Bandar Baru Sentul, pada Jumat 13 Desember 2019.

Pusat operasi Departemen Kebakaran dan Penyelamatan Kuala Lumpur (JBPM), Malaysia, dalam sebuah pernyataan mengatakan, penyelidikan awal menemukan bahwa crane jatuh menimpa tiga rumah dan dua mobil, menyebabkan penyumbatan di jalan di lokasi tersebut.

"Panggilan darurat diterima mengenai insiden tersebut pada pukul 6.34 sore dan kemudian, tim pemadam kebakaran dengan satu mobil pemadam kebakaran dari Sentul Fire and Rescue Station telah dikirim ke lokasi kejadian," menurut pernyataan itu, seperti dikutip dari Bernama, Kamis (19/12/2019).

Keempat korban yang terdiri dari seorang pria, dua wanita, dan bayi laki-laki, menderita luka-luka dan dikirim ke Rumah Sakit Kuala Lumpur (HKL), Malaysia, untuk menerima perawatan lebih lanjut.

 

2 dari 3 halaman

Identitas WNI Korban Crane Roboh

Pembunuhan Vila Kapuk Mas, Pakar: Pelaku Rapi Eksekusi Korban
Perbesar
Ilustrasi garis polisi. Foto: Ist/Kriminologi.id

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur telah mengonfirmasi identitas WNI korban crane roboh itu. 

Berikut ini nama-nama korban dan kondisi lukanya:

  1. Eko (laki-laki dewasa): luka pada kepala, rawat jalan
  2. Lia (perempuan dewasa): istri dari Eko, luka ringan, rawat jalan
  3. Napia (perempuan dewasa): luka ringan, rawat jalan
  4. Reihan Agustian (bayi laki-laki umur 3 bulan 25 hari): anak dari Anik Mutaron dan Yunita, mengalami patah tulang kaki kiri, telah menjalani perawatan di wad 11B, Hospital HKL, sudah stabil dan boleh discharge hari ini.

"Semua biaya rumah sakit para korban dibayar oleh Manager Construction," ungkap pihak KBRI Kuala Lumpur dalam keterangannya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓