Pemakzulan Donald Trump Akan Berujung Lengser? Ini Hasil Surveinya

Oleh Benedikta Miranti Tri Verdiana pada 19 Des 2019, 10:10 WIB
Diperbarui 19 Des 2019, 10:10 WIB
Presiden Donald Trump di NATO Summit 2019 emosi karena pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Perbesar
Presiden Donald Trump di NATO Summit 2019 emosi karena pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Dok: AP

Liputan6.com, Washington D.C - Presiden AS Donald Trump telah dimakzulkan oleh DPR AS atas kasus penyalahgunaan kekuasaan serta tuduhan menghalangi bantuan bagi negara lain. Kedua kasus tersebut terkait dengan tindakannya pada Juli lalu saat ia melakukan panggilan telepon dengan Presiden Ukraina Volodymr Zelensky.

Dikutip dari CNN, Kamis (19/12/2019), terdapat fakta yang berkembang bahwa proses pemakzulannya ini justru menguntungkan Trump secara politis. Bagaimana bisa terjadi?

Menurut polling yang dilakukan kantor berita Gallup, sebelum DPR melakukan pemungutan suara, dua hal terjadi sejak Demokrat (yang berada di bawah pimpinan Nancy Pelosi) membuka sidang pemakzulan terbuka terhadap Donald Trump. 

Pertama, tingkat persetujuan terhadap Trump untuk menjabat meningkat dari 39% menjadi 45%. Kedua, dukungan untuk proses pemakzulan dan pelengseran Trump menurun dari 52% menjadi 46%.

Hasil tersebut secara luas menunjukkan bahwa dukungan masyarakat terhadap proses pemakzulan Trump kian menurun. Dalam polling yang dilakukan CNN, suara masyarakat yang mengatakan dukungannya terhadap pelengseran Trump menurun dari 50% menjadi 45%.

Angka yang sama juga ditunjukkan polling lainnya yang menunjukkan 46% suara yang setuju untuk proses pemakzulan, sedangkan 49% bersuara sebaliknya. 

Pemakzulan tidak berarti Trump lengser sebagai presiden. Pemakzulan berarti membawa dakwaan kepada pemerintah atas dugaan kejahatan. Proses berikutnya berada di Senat AS.

Namun, Senat dikuasai senator partai penguasa sehingga proses pemakzulan Donald Trump oleh DPR AS berpotensi menjadi percuma.

2 dari 3 halaman

Sama dengan Bill Clinton?

Presiden ke-42 Amerika Serikat, Bill Clinton
Perbesar
Presiden ke-42 Amerika Serikat, Bill Clinton (Public Domain)

Jika dibandingkan dengan presiden yang terdahulu, seperti Bill Clinton yang juga mengalami proses pemakzulan, kali ini masyarakat lebih senang terhadap proses pemakzulan Donald Trump daripada pemimpin-pemimpin sebelumnya. 

Faktanya, angka yang diraih Trump terkait proses pemakzulan, mirip dengan Richard Nixon pada tahun 1974. 

Angka-angka tersebut yang didapat selama beberapa waktu belakangan ini, membuat proses pemakzulan menjadi lebih intens. Tak hanya bagi Trump, tetapi justru bagi Partai Demokrat.

Angka-angka tersebut mungkin saja hanya bersifat sementara, namun untuk saat ini Partai Demokrat sepatutnya khawatir jika mereka benar-benar ingin melengserkan Donald Trump. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓