November 2019 Jadi Bulan Terpanas Kedua di Bumi dalam 140 Tahun

Oleh Liputan6.com pada 17 Des 2019, 19:40 WIB
Diperbarui 17 Des 2019, 19:40 WIB
Ilustrasi Lipsus Cuaca Panas
Perbesar
Ilustrasi Lipsus Cuaca Panas

Liputan6.com, Jakarta Suhu Bumi pada November 2019 mengalami yang terpanas kedua dalam 140 tahun catatan iklim global. Data itu diungkap para ilmuwan di Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (National Oceanic and Atmospheric Administration/NOAA).

Laporan iklim global bulanan NOAA yang dirilis pada Senin (16/12/2019) menunjukkan, rata-rata suhu daratan dan permukaan laut dunia pada November adalah 0,92 derajat Celsius di atas rata-rata abad ke-20, menjadikan November 2019 sebagai bulan dengan suhu terpanas kedua yang pernah tercatat, hanya terpaut sedikit di bawah suhu pada 2015.

Selain itu, musim gugur (September hingga November) dan sepanjang 2019 (Januari hingga November) menjadi musim dan periode terpanas kedua yang pernah tercatat.

Data NOAA menunjukkan, lima November terpanas di dunia seluruhnya terjadi sejak 2013, memberikan bukti kuat tentang tren pemanasan global.

 

2 dari 3 halaman

Terasa di Kedua Sisi Ujung Dunia

Liputan Khusus Jakarta Panas
Perbesar
Ilustrasi Pemanasan Global

Suhu panas terasa di kedua sisi ujung dunia dengan cakupan es laut yang menutupi Samudra Arktik dan Antarktika berkurang nyaris ke tingkat terendahnya pada November, seperti dilansir Xinhua.

Cakupan es laut Arktik tercatat 12,8 persen di bawah rata-rata pada 1981-2010, sementara cakupan es di Antarktika 6,35 persen di bawah rata-rata.

Juni dan Juli 2019 merupakan bulan terpanas di Bumi dalam 140 tahun pencatatan, menurut NOAA. 

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓