Di Pertemuan Menlu Asia Eropa, Retno Marsudi Dorong Negara Mitra Tingkatkan Konektivitas

Oleh Benedikta Miranti Tri Verdiana pada 17 Des 2019, 13:58 WIB
Diperbarui 17 Des 2019, 14:16 WIB
Menlu Retno Marsudi dalam pertemuan ASEM di Madrid.

Liputan6.com, Madrid - Usai melawat ke India, Menlu RI Retno Marsudi menuju Madrid untuk menghadiri pertemuan para Menteri Luar Negeri di Asia Eropa. Dalam 14th Asia Europe Meeting (ASEM) Foreign Ministers’ Meeting (ASEM FMM14), ia menegaskan pentingnya mendorong konektivitas serta perlunya memperkuat hubungan multilateralisme antar negara. 

"Asia-Eropa harus semakin meningkatkan konektivitas yang berkelanjutan", demikian disampaikan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi dalam pernyataan tertulisnya yang Liputan6.com muat Selasa (17/12/2019).

Dalam pertemuan Pleno ASEM FMM14, Menlu Retno menekankan dua hal. Pertama, konektivitas strategic outlook sangat penting dalam penciptaan konektivitas yang berkesinambungan, khususnya di era yang penuh ketidakpastian.

Dari pengalaman di Asia Tenggara, strategic outlook ASEAN telah membantu ASEAN menciptakan komunitas ASEAN yang terikat dengan nilai-nilai dialog dan kerja sama.

Nilai-nilai tersebut telah menjadi pondasi bagi prakarsa ASEAN Outlook on the Indo-Pacific. "Asia dan Eropa harus memperkuat strategic outlook yang mempromosikan kolaborasi, ekonomi yang inklusif dan terbuka serta paradigma yang saling menguntungkan," ujar Menlu Retno.

Kedua, Menlu RI menegaskan bahwa Asia dan Eropa perlu memperkuat future connectivity, khususnya konektivitas ekonomi digital.

Pada sesi retreat, Menlu RI menekankan pentingnya memelihara kerja sama dan prinsip-prinsip multilateralisme dalam menghadapi berbagai persoalan dunia termasuk isu Palestina dan juga Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), termasuk kelapa sawit yang telah membantu pengentasan kemiskinan di Indonesia.

2 dari 3 halaman

Menlu Retno Juga Mengadakan Pertemuan Bilateral

Menlu Retno Marsudi di acara dialog perdamaian dengan wanita Afganistan.
Menlu Retno Marsudi di acara dialog perdamaian dengan wanita Afganistan. Dok: Tommy Kurnia/Liputan6.com

Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEM tahun ini mengusung tema "Asia and Europe: Together for Effective Multilateralism".

Berbagai isu telah dibahas seperti penegakan multilateralisme, kesetaraan gender, penanggulangan terorisme, keamanan maritim, serta isu keamanan siber. Mereka juga membahas isu SDGs, perubahan iklim, sampah laut, pengembangan konektivitas ASEM, serta perkembangan di kawasan (Korea Utara, Rakhine, Iran, Palestina, Ukraina, Afghanistan).

ASEM FMM14 dipimpin oleh Perwakilan Tinggi Uni Eropa, Josep Borrell, dan dihadiri oleh 31 menteri luar negeri, Sekretaris Jenderal ASEAN Lim Jock Hoi, dan 17 wakil menteri luar negeri mitra ASEM.

Sejak didirikan di tahun 1996, ASEM terus berkembang hingga mencakup 53 mitra yang terdiri dari 10 negara anggota ASEAN, Australia, Bangladesh, India, Jepang, Kazakhstan, Rep. Korea, Mongolia, Pakistan, RRT, Rusia, Selandia Baru, dan Sekretariat ASEAN, serta 28 negara anggota Uni Eropa, Norwegia, Swiss, dan Uni Eropa.

Selain menghadiri ASEM FMM tersebut, Menlu Retno juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Austria, Bangladesh, RRT, Kazakshtan Sekjen ASEAN serta State Secretary of Prime Minister Swedia secara terpisah.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓