Jadi Dewan Keamanan PBB, Indonesia Tunjukkan Kontribusi dalam Misi Perdamaian

Oleh Benedikta Miranti Tri Verdiana pada 16 Des 2019, 15:06 WIB
Diperbarui 16 Des 2019, 15:06 WIB
Media Gathering Dirjen Kerjasama Multilateral diadakan oleh Kementerian Luar Negeri.

Liputan6.com, Jakarta - Republik Indonesia telah menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB sejak 2019. Kemudian, Indonesia kembali terpilih untuk menjadi DK PBB untuk masa jabatan 2019-2020. 

Indonesia pun harus ikut serta dalam usaha pencapaian misi perdamaian dunia. Terlebih, dengan banyaknya kejadian serta peristiwa yang menyebabkan instabilitas dunia, negara-negara di dunia harus bekerja secara lebih keras demi memperkuat keamanan dan perdamaian internasional. 

Maka dari itu, penting bagi pemerintah dunia untuk mempererat hubungan kerjasama multilateral. Namun, di saat kerjasama antar negara sangat dibutuhkan, terdapat indikasi pelemahan ikatan multilateral antar negara. Kendati demikian, Indonesia tetap berpegang pada prinsip bahwa diplomasi antar negara merupakan salah satu cara untuk bisa mencapai tujuan bersama. Kepemimpinan bersama disebut sebagai salah satu fondasi dunia untuk mencapai keamanan dunia. 

Dalam usahanya menciptakan keamanan dunia, Indonesia telah berkontribusi secara intelektual selama menjadi anggota DK PBB. 

Selama hampir setahun keanggotaan Indonesia dalam DK PBB, Indonesia telah mampu menjadi sebuah jembatan yang menghubungkan banyak pihak. 

Indonesia juga telah menjadi penggagas,  co-sponsor dan kontributor berbagai resolusi, Presidential Statement maupun press statement DK PBB.

Selain itu, Indonesia juga menjadi co-penholders terkait isu Afghanistan dan Palestina. 

Lebih jauh lagi, Indonesia juga menjadi ketua sejumlah Komite Sanksi DK PBB mengenai terorisme (Komite 1267, Komite1988) dan perlucutan senjata (Komite 1540).

2 dari 4 halaman

Perbaikan Metode Kerja DK PBB

Ruang Sidang Dewan Keamanan PBB di New York (Kena Betancur / AFP PHOTO)
Ruang Sidang Dewan Keamanan PBB di New York (Kena Betancur / AFP PHOTO)

Dari sisi prosedural, Indonesia berkontribusi dengan cara menggelar 'Sofa Talk' dimana Indonesia mengadakan sebuah pertemuan informal dimana perwakilan negara-negara bisa saling berbagi pandangan dan memiliki sebuah titik temu yang sama. Pertemuan tersebut dilakukan di luar gedung DK PBB, tanpa disertai agenda apapun. 

Selain itu, Indonesia juga menginisiasi 'Regional Wrap-Up', di mana di setiap akhir kepemimpinan, para perwakilan dari setiap kawasan menyampaikan pandangan-pandangannya terhadap suatu isu. Selain itu, sebagai anggota dewan DK PBB, mereka juga diminta untuk menilai mengenai proses yang berjalan. 

Tak hanya negara yang ada di dalam DK PBB, namun negara-negara yang akan masuk dalam keanggotaan juga memiliki kesempatan untuk bergabung dalam diskusi. 

3 dari 4 halaman

Peran Nyata Indonesia dalam Mewujudkan Keamanan Internasional

Media Gathering Dirjen Kerjasama Multilateral diadakan oleh Kementerian Luar Negeri.
Media Gathering Dirjen Kerjasama Multilateral diadakan oleh Kementerian Luar Negeri di Jakarta, 16 Desember 2019. (Source: Liputan6.com/Benedikta Miranti T.V)

Peran dan keikutsertaan Indonesia dalam perwujudan keamanan internasional serta pemeliharaan perdamaian telah terlaksana di bawah bendera PBB. 

"Pada tahun 2019, kita telah menyelesaikan seluruh regis yang disampaikan pada Leader Summit 2015 lalu di Markas PBB, New York. Waktu itu, Pak Wapres telah menyampaikan beberapa di antaranya," ujar Febrian Alphyanto Ruddyard selaku ​Direktorat Jenderal Kerja Sama Multilateral dalam acara media gathering bersama wartawan. 

Indonesia telah berhasil menjadi 10 negara kontributor terbesar untuk misi pemeliharaan perdamaian (MPP)PBB. Hal ini mengartikan bahwa Indpnesia berada di peringkat ke-8 dari 120 TPCCs, dengan jumlah personel 2.920, diantaranya 123 perempuan.

Sedangkan jumlah tertinggi yang pernah diraih Indonesia adalah 3.545 personel (peringkat Ke-7) pada November 2018.

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓