Studi: Usia Cakram Galaksi Bima Sakti Sudah 10 Miliar Tahun

Oleh Tommy Kurnia pada 11 Des 2019, 21:04 WIB
Diperbarui 11 Des 2019, 21:04 WIB
Ilustrasi Galaksi Bima Sakti

Liputan6.com, Sydney - Tim peneliti dari Australia menguak bahwa usia cakram bima sakti (milky way) sudah mencapai 10 miliar tahun. Kesimpulan itu diambil dari data misi luar angkasa Kepler untuk menganalisis usia bima sakti berdasarkan cakramnya.

Galaksi spiral seperti bima sakti memiliki dua struktur yakni cakram tipis dan cakram tebal. Bagian cakram tebal yang mengelilingi cakram tipis yang bercahaya biru terang memiliki 20 persen bintang-bintang di bima sakti.

Dilaporkan Science Alert, Rabu (11/12/2019), 38 ilmuwan dari Australia mengukur usia cakram tebal itu mencapai 10 miliar tahun. Usianya tiga miliar tahun lebih muda sejak formasi bima sakti pada 13 miliar tahun lalu.

Cara pengukurannya adalah memakai metode asteroseismologi yang mengukur osilasi-osilasi bintang yang disebabkan oleh gempa bintang (starquake). Para peneliti pun melakukan proses "arkeologi galaksi" yang membuat mereka bisa mengetahui kapan terjadinya formasi bima sakti.

Peneliti yang ikut terlibat dalam penelitian ini menyebut teknik yang mereka lakukan seperti mengetahui jenis alat musik dengan cara mendengarkan suaranya.

"Gempa-gempa itu menghasilkan gelombang suara di dalam bintang-bintang yang membuat mereka berbunyi dan bergetar. Frekuensi-frekuensi yang dihasilkan bisa memberitahukan kita mengenai properti internal para bintang, termasuk usia bintang. Ini sedikit seperti mengenali violin Stradivarius dengan cara mendengar suaranya," ujar Dennis Stello, associate professor di Universitas New South Wales.

Sebagai catatan, para ahli astronomi tidak bisa mendengar "suara" asli yang dihasilkan bintang-bintang. Mereka hanya mendeteksi pergerakan pada interior bintang diukur berdasarkan perubahan-perubahan pada kecerahan bintang di bima sakti.

Pemimpin penelitian ini adalah Dr. Sanjib Sharma dari Institut Astronomi Sydney dan Astronomy and the ARC Centre of Excellence for All Sky Astrophysics in Three Dimensions (ASTRO-3D). Beragam universitas dan institut penelitian juga ikut berkontribusi.

2 dari 3 halaman

Sempat Buat Ilmuwan Bingung

Ilustrasi Andromeda dan Galaksi Bima Sakti di langit malam
Ilustrasi Andromeda dan Galaksi Bima Sakti di langit malam (NASA)

Data diambil dari misi luar angkasa teleskop Keppler yang beroperasi hingga Oktober 2018 lalu. Sharma berkata sebelumnya ada kesalahan estimasi umur cakram bima sakti tersebut.

Sci-news menyebut itu karena data dari Kepler membuat para ahli astronomi bingung karena informasi Kepler menyebut bintang-bintang bermasa rendah di cakram tebal itu lebih banyak yang diperkirakan galactic models.

Ilmuwan menyebut yang salah bisa saja galactic models-nya atau data dari Keppler yang tidak sempurna. Penelitian ini pun menemukan bahwa yang salah adalah galactic models-nya. 

"Penemuan ini menjelaskan sebuah misteri," ujar Sharma. "Data awal mengenai distribusi umur bintang-bintang di galaksi itu tidak sesuai dengan model yang dikonstruksi untuk mendeskripsikannya, tetapi tak ada yang tahu salahnya di mana - pada data atau modelnya. Sekarang kita yakin telah menemukan kesalahannya," terangnya. 

Jurnal ilmiah hasil penelitian ini pun diterbitkan pada Monthly Notices of the Royal Astronomical Society. Peneliti dari Amerika Serikat, Jerman, Austria, Denmark, Slovenia, dan Swedia juga ikut berkontribusi.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓