Top 3: Tentara Jepang Minta Ratusan Geisha saat Perang Dunia II Jadi Sorotan

Oleh Liputan6.com pada 09 Des 2019, 09:29 WIB
Diperbarui 09 Des 2019, 11:15 WIB
Geisha magang atau maiko di Kyoto, Jepang.

Liputan6.com, Jakarta - Tentara Jepang selama Perang Dunia II meminta pemerintahnya untuk menyediakan satu budak seks untuk setiap 70 tentara. Informasi itu terkuak dalam dokumen sejarah yang ditinjau Kyodo News saat menyoroti peran negara dalam apa yang disebut sistem 'wanita penghibur'. 

Informasi ini menjadi yang paling populer di kanal Global Liputan6.com edisi Senin, 9 Desember 2019.

Berita menarik selanjutnya mengenai skandal kacaunya SEA GAMES 2019, melaporkan tentang buruknya persiapan dan koordinasi, serta foto-foto yang menunjukkan belum rampungnya pembangunan fasilitas SEA Games 2019 menimbulkan dugaan tentang kemungkinan salah urus dana lebih dari Rp 2 triliun.

Dan berita yang tak kalah menarik perhatian, terkait tentang wanita India, korban kasus pemerkosaan, dibakar hidup-hidup oleh lima orang dalam perjalanan menuju sidang pengadilan atas kasusnya. 

Simak ketiga artikel paling populer di kanal Global Liputan6.com edisi Senin, 9 Desember 2019:

2 dari 4 halaman

1. Selain Budak Seks, Angkatan Laut Jepang Minta 150 Lebih Geisha

Sebuah patung yang mewakili budak seks terlihat di dekat Kedutaan Besar Jepang di Seoul, Korea Selatan.
Sebuah patung yang mewakili budak seks terlihat di dekat Kedutaan Besar Jepang di Seoul, Korea Selatan. (AP/Lee Jin-man)

Tentara Jepang selama Perang Dunia II meminta pemerintahnya untuk menyediakan satu budak seks untuk setiap 70 tentara. Informasi itu terkuak dalam dokumen sejarah yang ditinjau Kyodo News saat menyoroti peran negara dalam apa yang disebut sistem 'wanita penghibur'.

Ke-23 dokumen tersebut dikumpulkan Sekretariat Kabinet Jepang antara April 2017 dan Maret 2019, termasuk 13 kiriman rahasia dari konsulat Jepang di China ke Kementerian Luar Negeri di Tokyo pada 1938, menurut Kyodo, dikutip dari AP, Minggu (8/12/2019).

Masalah budak seks telah menjadi sumber perselisihan yang menyakitkan antara Korea Selatan dan Jepang. Para wanita itu tak hanya dari Korea, tapi juga Taiwan dan Australia, Filipina serta Jepang.

 

Baca selengkapnya...

3 dari 4 halaman

2. Korupsi hingga Penggusuran Masyarakat Adat, Ini Skandal Kacaunya SEA Games 2019

Logo SEA GAMES 2019.
Logo SEA GAMES 2019. (Bola.com/Dody Iryawan)

Laporan tentang buruknya persiapan dan koordinasi, serta foto-foto yang menunjukkan belum rampungnya pembangunan fasilitas SEA Games 2019 menimbulkan dugaan tentang kemungkinan salah urus dana lebih dari Rp 2 triliun.

Pesta olahraga se-Asia Tenggara atau SEA Games telah dimulai sejak Sabtu 30 November di Manila, Filipina. Namun laporan tentang tim atlet yang terlantar di bandara dan harus menunggu berjam-jam untuk bisa masuk dan beristirahat di kamar hotel mereka menjadi viral di media sosial. Demikian dikutip dari DW Indonesia, Minggu (8/12/2019). 

Dalam sebuah pernyataan singkat kepada DW, Senator Filipina Franklin Drilon mengatakan dia akan mendesak Senat untuk mengadakan penyelidikan pengeluaran anggaran SEA Games dan meminta Komisi Audit untuk memeriksa penggunaan dana pesta olahraga ini.

 

Baca selengkapnya...

4 dari 4 halaman

3. Wanita India Dibakar Hidup-Hidup Jelang Sidang Pemerkosaannya Meninggal Dunia

Seorang wanita India menyalakan lilin saat menggelar aksi protes kasus perkosaan di Ahmadabad, India (16/4). Selain itu dipicu juga oleh kasus penculikan serta pemerkosaan seorang gadis remaja di negara bagian utara Uttar Pradesh
Seorang wanita India menyalakan lilin saat menggelar aksi protes kasus perkosaan di Ahmadabad, India (16/4). Selain itu dipicu juga oleh kasus penculikan serta pemerkosaan seorang gadis remaja di negara bagian utara Uttar Pradesh.(AP Photo / Ajit Solanki)

Wanita 23 tahun di India, korban kasus pemerkosaan, dibakar hidup-hidup dalam perjalanan menuju sidang pengadilan atas kasusnya. Ia meninggal dunia pada Jumat 6 Desember malam.

Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, korban sempat dirujuk ke Rumah Sakit Safdarjung, New Delhi setelah dibakar lima orang.

Perempuan tersebut dibakar lima pria, termasuk dua di antaranya terdakwa pelaku pemerkosaannya pada Desember. Dia diserang di luar Desa Sindupur di Distrik Unnao saat akan berangkat menuju pengadilan di Rae Bareli untuk menghadiri persidangan kasus pemerkosaannya.

 

Baca selengkapnya...

 

 

 

 

Reporter: Jihan Fairuzzia

Lanjutkan Membaca ↓